RADARSOLO.COM - Kekalahan Persis Solo atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (18/4/2026) lalu, ternyata ada beberapa momen yang ikut menarik perhatian publik.
Kepala pelatih Persis Solo Milomir Seslija, terlihat bersitegang dengan pemainnya sendiri, yakni Dimitri Lima.
Saat itu gelandang asal Brasil bermain sebagai pemain pengganti di babak kedua menggantikan Alex Van Djin. Namun sang pemain justru ditarik kembali pada menit 80' setelah terlihat berdebat dengan Milomir Seslija,hingga akhirnya dia digantikan oleh Yabes Roni.
Akibat perseteruan tersebut, publik dibuat bertanya-tanya akankah konflik antarpelatih dan pemain di tubuh Persis Solo kembali terulang mengingat kejadian tersebut pernah terjadi pada sosok pemain asing Persis Solo Alexis Messidoro, beberapa tahun lalu.
Menanggapi masalah tersebut, Milomir Seslija mengungkapkan masalah tersebut hanyalah miskomunikasi antara dirinya dan sang pemain.
“Itu hanya kesalahpahaman. Saya dan Dimitri memiliki kerja sama yang baik, sama seperti dengan pemain lainnya," ujar Milomir Seslija kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Misi Mustahil Belum Usai: Milomir Seslija Ingatkan Persis Solo Masih di Ujung Tanduk
Menurut pelatih berkebangsaan Bosnia tersebut, Dimitri kurang memahami bahasa Inggris dengan baik, oleh sebab itu dia berkomunikasi dengan gesture yang dianggap publik seperti sebuah konflik.
Dia juga mengeluhkan bahwa jurnalis menyukai drama dan momen tersebut sering dilebih-lebihkan meski tidak terjadi masalah dan hal tersebut berpeluang bisa memperburuk kondisi tim apalagi setelah kalah dari Arema FC.
"Dia tidak terlalu memahami bahasa Inggris, jadi saya mencoba menjelaskan dengan gestur. Dari luar mungkin terlihat seperti ada masalah, tetapi sebenarnya tidak ada apa-apa," jelasnya.
"Anda tahu, jurnalis suka membesar-besarkan situasi, apalagi setelah kami kalah 0-2. Ini hari yang buruk setelah delapan pertandingan, ada luapan emosi secara fisik dan mental. Saya tidak melihat itu sebagai konflik, hanya instruksi," imbuhnya.
Akibat polemik tersebut, Dimitri Lima sendiri sudah mengutarakan permintaan maafnya kepada sang pelatih dan rekan-rekan satu timnya. Situasi ruang ganti pun sudah membaik dan tim tetap kompak untuk laga-laga tersisa agar bisa bertahan di Super League musim depan.
"Dimitri juga sudah meminta maaf kepada saya dan rekan-rekan tim karena kesalahpahaman tersebut," ujarnya menambahkan.
Baca Juga: Kritik Keras 'Tiki-Taka' Persis Solo, Milomir Seslija: Terlalu Rumit, Minim Eksekusi
“Kami memiliki suasana yang sangat baik di dalam tim. Kami solid dan bersatu. Saat menang, kami menang sebagai tim, dan saat kalah, kami juga kalah sebagai tim. Dalam lima bulan terakhir, tidak ada masalah apa pun di dalam tim," pungkasnya.
Meski polemik telah mereda, Persis Solo masih menghadapi tantangan berat untuk keluar dari zona degradasi. Kemenangan yang diraih pesaing terdekat seperti Madura United dan Persijap semakin memperketat persaingan.
Pada laga berikutnya, Persis akan menjamu Bhayangkara FC di Stadion Manahan, Rabu (22/4/2026). Laga diprediksi berlangsung sulit, mengingat performa Bhayangkara yang cukup menjanjikan, termasuk kehadiran mantan pemain Persis, Moussa Sidibe, di lini depan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy