
RADARSOLO.COM - PSIS Semarang masih dibayangi ancaman zona merah jelang akhir musim Pegadaian Championship 2025/2026 (Liga 2). Laskar Mahesa Jenar harus berjuang keras dalam dua laga tersisa, yakni menghadapi Kendal Tornado FC pada Sabtu (25/4) dan PSS Sleman pada Sabtu (2/5).
Saat ini, PSIS berada di peringkat ke-8 klasemen sementara Grup 2 (Grup Barat) dengan koleksi 20 poin. Posisi tersebut belum aman, lantaran hanya terpaut dua poin dari Persiba Balikpapan yang menghuni peringkat ke-9 atau batas zona playoff degradasi dengan 18 poin.
Situasi genting ini membuat manajemen bergerak cepat. Perubahan dilakukan di jajaran pelatih demi menyelamatkan posisi tim di klasemen.
Baca Juga: Atmosfer Sepi, Tekad Membara: Persis Solo Siap Jegal Bhayangkara FC, Dimitri Lima Sangat Optimistis
Manajemen PSIS secara resmi menunjuk Kas Hartadi sebagai pelatih kepala baru, Selasa (21/4) malam. Ia menggantikan Andri Ramawi yang mundur pada pekan lalu. Kas Hartadi akan memimpin tim dalam dua laga penentuan sisa musim ini.
Kas Hartadi bukan nama baru di sepak bola nasional. Pelatih senior tersebut dikenal berpengalaman menangani berbagai klub besar, seperti Sriwijaya FC, Persik Kediri, Dewa United FC, PSIM Yogyakarta, hingga PSMS Medan.
Baca Juga: Tak Main-main! Bhayangkara FC Siapkan Strategi Khusus Meredam Serangan Persis Solo
Asisten manajer PSIS, Moch Reza Handhika, menjelaskan keputusan tersebut diambil dengan penuh pertimbangan.
“Benar kami menunjuk Kas Hartadi sebagai pelatih kepala untuk sisa laga musim ini. Kami menunjuk beliau bukan hanya sebagai syarat wajib mendampingi tim, tetapi kami percaya sepenuhnya dengan kemampuan dan pengalaman Coach Kas Hartadi. Semoga beliau bisa memberikan hasil positif dengan kemenangan di sisa laga kami musim ini,” ujarnya dilansir dari rilis resmi I. league.
Kas Hartadi dijadwalkan mulai memimpin sesi latihan PSIS pada Rabu (22/4). Harapannya, sentuhan pelatih anyar mampu membawa Laskar Mahesa Jenar keluar dari ancaman degradasi. (nik)
Editor : Niko auglandy