RADARSOLO.COM – Upaya Laskar Sambernyawa keluar dari zona degradasi Super League 2025/2026 membuahkan hasil positif di pekan ke-29, Selasa (22/4/2026). Andrei Alba dkk sukses menumbangkan Bhayangkara FC di Stadion Manahan.
Dalam laga ini, Persis memang bertanding cukup berat. Selain laga harus digelar tanpa penonton imbas sanksi yang didapat dari Komdis PSSI, kekalahan di game sebelumnya kontra Arema FC (0-2) juga masih terasa sakitnya.
Bhayangkara sejatinya membuka laga dengan cukup baik. Bahkan saat laga baru berjalan 3 menit, gawang Persis yang dijaga M. Riyandi harus sudah kebobolan. Bek Persis Dusan Mijic terpaksa melakukan pelanggaran tepat di luar kotak penalti dan diganjar kartu kuning.
Moussa Sidibe yang menjadi eksekutor Bhayangkara FC memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. Tendangan bebasnya sukses menggetarkan gawang. Dia memutuskan tak melakukan selebrasi, untuk menghormati Persis yang sempat dibelanya dua musim yang lalu (2023-2025).
kebobolan ini membuat Persis langsung ambil langkah cepat untuk membalasnya. Zanadin yang menerima umpan terobosan mengalirkan bola kepada Althaf Indie. Namun, sepakan pemain bernomor punggung 36 itu masih lemah dan mudah diamankan kiper Bhayangkara FC, Aqil Savik.
Meski menciptakan sejumlah peluang, hingga menit ke-26 Persis belum mampu mencetak gol. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-30. Aksi cut inside Dimitri Lima diakhiri sepakan terukur yang membuat Persis menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut juga menjadi gol debutnya bersama Laskar Sambernyawa.
Menjelang akhir babak pertama, Persis berbalik unggul. Sundulan Luka Dumancic menjadi gol, melalui skema tendangan sudut yang dieksekusi Miroslav Maricic dengan cukup baik. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Baca Juga: Peringkat 16 vs 4! Mampukah Persis Solo Kejutkan Bhayangkara FC? Bek Laskar Sambernyawa Siap Allout
Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan pergantian pemain. Bhayangkara FC memasukkan Spasojevic menggantikan Henry, sementara Persis menurunkan Van Djin untuk menggantikan Dusan Mijic.
Tempo pertandingan cenderung menurun di awal babak kedua. Kedua tim belum menciptakan peluang berbahaya, sementara Persis terlihat lebih tenang dalam membangun serangan.
Memasuki menit ke-70, Bhayangkara FC mulai meningkatkan tekanan dan mengurung pertahanan Persis. Namun, upaya yang dibangun belum mampu menghasilkan gol penyeimbang.
Drama terjadi saat wasit melakukan pengecekan VAR terkait indikasi penalti untuk Bhayangkara FC setelah Moussa Sidibe terjatuh di kotak terlarang. Namun, setelah peninjauan, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.
Pada masa tambahan waktu enam menit, Bhayangkara terus menekan. Bahkan, kiper Aqil Savik sempat maju membantu serangan dalam situasi tendangan sudut, tetapi tetap belum membuahkan hasil.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Persis Solo berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Bhayangkara FC dan meraih tiga poin penting dalam upaya keluar dari zona degradasi.
Dengan raihan tiga poin di pekan ke-29 ini, Persis Solo memanaskan persaingan di papan bawah. Laskar Sambernyawa saat ini ada di peringkat ke-15 -satu stip di atas zona merah dengan tabungan 27 poin. Hasil enam kemenangan, sembilan seri, dan 14 kali kalah.
Situasi ini membuat enam tim di papan bawah semakin dag dig dug.
Saat ini tiga tim di zona merah diduduki oleh Madura United (26 poin), Semen Padang (20 poin), dan PSBS Biak (18 poin).
Sementara selain Persis, Persijap Jepara, dan PSM Makassar di posisi ke-13 dan 14 dengan tabungan 28 poin juga masih harap-harap cemas, mengingat jurang degradasi masih mengancam mereka.
Posisi Persis berpotensi kembali melorot. Ini lantaran beberapa tim papan bawah belum bertanding di pekan ke-29.
Kamis (23/4), PSM akan menjamu Persik. Lalu sehari kemudian (24/4), Persijap akan menantang PSBS Biak. Sementara pada Sabtu (25/4) Madura United akan melawan Dewa United dan Semen Padang akan bertandang ke markas Borneo FC. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy