RADARSOLO.COM - Persijap Jepara berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 (Liga 1), Jumat (24/4/2026).
Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini, Laskar Kalinyamat tampil efektif dan menutup laga dengan kemenangan 2-0. Dua gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak oleh Borja Herrera Gonzales pada menit ke-20 dan Carlos Henrique França Freires di menit ke-67.
Sejak awal pertandingan, Persijap tampil agresif dan langsung menekan lini pertahanan PSBS. Gol pembuka dari Borja Herrera menjadi momentum penting yang membuat tuan rumah semakin percaya diri mengendalikan permainan.
Baca Juga: Hasil Akhir Persib Bandung vs Arema FC dan Klasemen Sementara Liga 1: Papan Atas dan Tengah Memanas
Memasuki babak kedua, Persijap tetap menjaga intensitas serangan. Hasilnya, Carlos Henrique França Freires sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-67 sekaligus memastikan tiga poin tetap di Jepara.
Sementara itu, PSBS Biak kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memanfaatkan peluang yang didapatkan sepanjang laga.
Puncak Klasemen memanas.
Persib Bandung menunjukkan dominasinya di ajang BRI Super League 2025/2026 dengan kokoh bertengger di puncak klasemen sebagai capolista.
Hingga pekan ke-29, Maung Bandung tampil konsisten dengan torehan 20 kemenangan, 6 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan.
Produktivitas lini serang mereka terbilang tajam dengan koleksi 50 gol, sementara lini pertahanan tampil sangat solid dengan hanya kebobolan 18 kali. Selisih gol +32 menjadi bukti keseimbangan permainan yang dimiliki Persib musim ini.
Dengan total 66 poin yang telah dikumpulkan, Persib menjadi tim yang paling stabil sepanjang musim. Konsistensi ini menjadi kunci utama mereka dalam menjaga jarak dari para pesaing di papan atas.
Namun, persaingan belum sepenuhnya usai. Ancaman dari tim-tim di bawah masih membayangi, membuat Persib harus tetap fokus dan menjaga performa di setiap laga tersisa. Jika mampu mempertahankan ritme ini, peluang untuk mengunci gelar juara musim ini terbuka sangat lebar.
Borneo FC Samarinda menjadi pesaing terdekat pemuncak klasemen dengan menempati peringkat kedua.
Dari 28 pertandingan, mereka mengoleksi 63 poin hasil dari 20 kemenangan, 3 imbang, dan 5 kekalahan, serta tampil produktif dengan 58 gol.
Di posisi ketiga, Persija Jakarta terus menjaga asa dalam perebutan gelar. Macan Kemayoran mengumpulkan 59 poin dari 29 laga, dengan catatan 18 kemenangan.
Sementara itu, Bhayangkara Presisi Lampung FC bercokol di peringkat keempat dengan 47 poin. Performa mereka cukup stabil, meski belum cukup konsisten untuk menembus tiga besar.
Baca Juga: Hattrick Safari Nur Antar Maestro Solo FC Menang Manis di Debut PFL 2
Malut United FC menyusul di posisi kelima dengan 46 poin. Tim ini menjadi salah satu kejutan musim ini berkat performa kompetitif yang mereka tampilkan.
Di posisi keenam, Persebaya Surabaya mengoleksi 45 poin dan masih berpeluang naik ke papan atas jika mampu menjaga konsistensi di sisa laga.
Bali United FC berada di peringkat ketujuh dengan 42 poin, diikuti Dewa United Banten FC di posisi kedelapan dengan 41 poin dari 28 pertandingan.
Baca Juga: Fasilitasi Distribusi Makan Bergizi Gratis, Kelurahan di Solo Ini Lakukan Pengiriman Door-to-Door
Menutup posisi sembilan besar, Persita Tangerang juga mengoleksi 41 poin dari 29 laga, menunjukkan persaingan papan tengah yang sangat ketat.
Di lain sisi, Arema FC saat ini menempati peringkat ke-10 klasemen BRI Super League 2025/2026.
Dari 29 pertandingan yang telah dijalani, Singo Edan mencatatkan 10 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 10 kekalahan. Mereka telah mencetak 40 gol dan kebobolan 37 kali, dengan total raihan 39 poin.
Secara statistik, Arema menunjukkan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan, namun inkonsistensi hasil membuat mereka belum mampu menembus papan atas.
Posisi di tengah klasemen ini mencerminkan bahwa Arema masih memiliki potensi, tetapi perlu meningkatkan stabilitas permainan jika ingin bersaing lebih tinggi.
Klasemen Papan Bawah Kian Menegangkan
Sementara itu, persaingan di papan tengah hingga zona bawah semakin memanas jelang akhir musim. PSIM Yogyakarta masih bertahan di peringkat ke-11 dengan koleksi 39 poin dari 29 laga (9 menang, 12 seri, 8 kalah), dengan produktivitas gol yang cukup seimbang, 38 memasukkan dan 38 kebobolan.
Di bawahnya, Persik Kediri menempati posisi ke-12 dengan 33 poin. Meski mampu meraih 9 kemenangan, mereka masih memiliki selisih gol negatif (-15) setelah kebobolan 50 gol.
Persijap Sedikit Lega
Berkat kemenangan di pekan ini, Persijap Jepara berhasil menambah poin penting sekaligus menjauh dari zona merah di klasemen BRI Super League 2025/2026.
Meski demikian, jarak dengan tim-tim di bawahnya masih sangat tipis sehingga Persijap belum sepenuhnya aman.
Saat ini, Laskar Kalinyamat menempati posisi ke-13 dengan catatan 29 pertandingan, meraih 8 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 14 kekalahan.
Dari sisi produktivitas, Persijap telah mencetak 28 gol dan kebobolan 42 kali, dengan total raihan 31 poin.
Di bawah Persijap ada PSM Makassar di peringkat ke-14 yang juga telah mengoleksi 31 poin, namun kalah selisih gol.
Sementara itu, Persis Solo masih tertahan di peringkat ke-15 dengan 27 poin. Laskar Sambernyawa belum sepenuhnya aman dan masih harus berjuang keras menjauhi zona degradasi.
Zona rawan semakin terasa bagi Madura United FC di posisi ke-16 dengan 26 poin, hanya terpaut tipis dari Persis.
Dibawahnya, Semen Padang FC (20 poin) dan PSBS Biak (18 poin) berada di dua posisi terbawah dan menjadi tim yang paling terancam degradasi musim ini.
Editor : Niko auglandy