RADARSOLO.COM - Memasuki pekan ke-30 BRI Super League 2025–2026 (Liga 1), persaingan di papan atas semakin memanas. Dengan hanya menyisakan lima pertandingan, setiap poin menjadi sangat krusial dalam perebutan gelar juara.
Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen. Maung Bandung telah memainkan 29 pertandingan dengan catatan impresif: 20 kemenangan, 6 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan. Mereka juga tampil produktif dengan 50 gol dan baru kebobolan 18 kali, mengoleksi total 66 poin.
Namun, tekanan kuat datang dari Borneo FC Samarinda yang menempel ketat di posisi kedua. Tim asal Kalimantan itu juga telah mengumpulkan poib yang sama, yakni 66 poin dari 29 laga yang sudah dijalaninya. Hasil dari 21 kemenangan, 3 imbang, dan 5 kekalahan. Persaingan di puncak pun dipastikan berlangsung hingga pekan-pekan akhir.
Di posisi ketiga, Persija Jakarta masih menjaga peluang dalam perburuan gelar. Macan Kemayoran mengoleksi 59 poin dari 29 pertandingan, dengan rincian 18 kemenangan, 5 seri, dan 6 kekalahan.
Sementara itu, Bhayangkara Presisi Lampung FC berada di peringkat keempat dengan 47 poin (14 menang, 5 seri, 10 kalah). Tepat di bawahnya, Malut United FC menempati posisi kelima dengan 46 poin dari 29 laga, mencetak 54 gol dan kebobolan 41 kali.
Dengan selisih poin yang tipis di papan atas, lima laga tersisa diprediksi akan menjadi penentu. Konsistensi dan mental juara akan menjadi kunci bagi setiap tim untuk mengakhiri musim di posisi terbaik.
Baca Juga: Hujan Gol! Sylva Kalteng FC Pastikan Back to Back Juara Liga 4
Sementara itu, persaingan di papan tengah BRI Super League 2025–26 juga tak kalah menarik.
Memasuki pekan ke-30, posisi tim-tim di zona ini masih sangat dinamis—belum sepenuhnya aman, tapi juga masih berpeluang merangsek ke papan atas.
Persebaya Surabaya saat ini menempati peringkat keenam dengan 45 poin dari 29 pertandingan. Green Force mencatat 12 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 8 kekalahan, dengan produktivitas 41 gol serta 35 kali kebobolan.
Di bawahnya, Dewa United Banten FC membuntuti di posisi ketujuh dengan 44 poin. Mereka meraih 13 kemenangan, 5 seri, dan 11 kekalahan, mencetak 37 gol dan kebobolan 35 kali.
Posisi kedelapan dihuni Bali United FC yang mengoleksi 42 poin. Serdadu Tridatu mencatat 11 kemenangan, 9 imbang, dan 9 kekalahan, dengan torehan 48 gol dan 42 kali kebobolan.
Sementara itu, Persita Tangerang berada di peringkat kesembilan dengan 41 poin dari 12 kemenangan, 5 seri, dan 12 kekalahan.
Di posisi ke-10, Arema FC mengoleksi 39 poin hasil dari 10 kemenangan, 9 imbang, dan 10 kekalahan.
Baca Juga: Statistik Unggulkan Macan Kemayoran, Mampukah Persis Solo Ulang Kejutan di Ibu Kota?
Menutup papan tengah, PSIM Yogyakarta berada di peringkat ke-11 dengan 39 poin. Mereka mencatat 9 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 8 kekalahan, dengan keseimbangan gol 38 memasukkan dan 38 kebobolan.
Di lain sisi, Memasuki pekan ke-30 BRI Super League 2025–26, persaingan di papan bawah semakin menegangkan.
Dengan hanya menyisakan lima pertandingan, sejumlah klub mulai diliputi rasa waswas karena posisi mereka belum sepenuhnya aman.
Tiga tim terbawah saat ini masih terjebak di zona degradasi. Namun, ancaman tidak hanya menghantui mereka. Beberapa tim di atasnya juga belum bisa bernapas lega karena selisih poin yang tipis membuat segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Di peringkat ke-12, Persik Kediri mengoleksi 33 poin dari 29 pertandingan. Tim asal Jawa Timur itu mencatat 9 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 14 kekalahan, dengan 35 gol memasukkan serta 50 kali kebobolan.
Posisi ke-13 ditempati Persijap Jepara dengan 31 poin. Dari 29 laga, mereka meraih 8 kemenangan, 7 seri, dan 14 kekalahan, mencetak 28 gol dan kebobolan 42 kali.
Dengan poin yang sama, PSM Makassar berada di peringkat ke-14. Juku Eja mencatat 7 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 12 kekalahan, dengan torehan 36 gol dan kebobolan 39 kali.
Situasi semakin rawan di posisi ke-15 yang dihuni Persis Solo. Laskar Sambernyawa mengoleksi 27 poin dari 6 kemenangan, 9 seri, dan 14 kekalahan, dengan 33 gol dan 49 kali kebobolan.
Sementara itu, tiga tim di zona merah masih berjuang keras untuk keluar dari jeratan degradasi. Madura United FC berada di posisi ke-16 dengan 26 poin (6 menang, 8 seri, 15 kalah; 30 gol, 49 kebobolan).
Di bawahnya, Semen Padang FC menempati peringkat ke-17 dengan 20 poin, hasil dari 5 kemenangan, 5 seri, dan 19 kekalahan. Mereka mencetak 22 gol dan sudah kebobolan 50 kali.
Posisi juru kunci dihuni PSBS Biak dengan 18 poin dari 29 laga. Catatan mereka adalah 4 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 19 kekalahan, dengan 29 gol memasukkan serta 67 kali kebobolan.
Dengan selisih poin yang tidak terlalu jauh, papan bawah dipastikan akan menyajikan drama hingga akhir musim. Satu kemenangan bisa mengangkat posisi secara signifikan, sementara satu kekalahan dapat menyeret tim semakin dekat ke jurang degradasi.
Lima laga tersisa akan menjadi penentu nasib. Siapa yang bertahan, dan siapa yang harus turun kasta, masih menjadi tanda tanya besar. (nik)
Editor : Niko auglandy