Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pelatih Persis Solo Ungkap Ketatnya Liga Indonesia Bak Liga Inggris, Ternyata Ini Alasannya: Persija Jakarta Apakah Termasuk Tim Terbaik?

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 27 April 2026 | 14:16 WIB
Pemain baru Persis Solo Alfriyanto Nico  berbincang dengan Milomir Seslija di sesi latihan rin, belum lama ini.
Pemain baru Persis Solo Alfriyanto Nico berbincang dengan Milomir Seslija di sesi latihan rin, belum lama ini.

RADARSOLO.COM - Bertandang ke Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Persis Solo bakal menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2025/2026 (Liga 1) pada pekan ke-30, Senin (27/4/2026).

Menghadapi Macan Kemayoran, Persis Solo menatap laga dengan optimis bermodalkan kemenangan atas Bhayangkara FC. 

Di atas kertas Laskar Sambernyawa jelas tidak diunggulkan dalam laga ini mengingat perbedaan posisi klasemen keduanya bagai bumi dan langit. Namun pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, mengatakan bahwa kemenangan atas Bhayangkara setidaknya membuat mental pemainnya lebih siap menghadapi laga tersebut. 

Namun Milomir Seslija menegaskan kemenangan atas Bhayangkara FC tidak boleh membuat para pemain cepat puas. Menurut dia, hasil positif itu justru harus menjadi pijakan untuk terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

“Secara alami ketika pemain memenangkan pertandingan, mereka merasa lebih nyaman. Tapi bagi saya yang penting adalah mencoba dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya untuk menjadi lebih baik, untuk berkembang,” ujar pelatih asal Bosnia dalam konferensi pers, Minggu (26/4/2026). 

Baca Juga: Persis Solo Diterpa Jadwal Neraka, Milomir Seslija Akui Lebih Tertekan Kalau Menganggur

Menurutnya, menghadapi tim besar seperti Bhayangkara maupun Persija menjadi kesempatan penting bagi para pemain Persis untuk menunjukkan kualitas sekaligus meningkatkan level permainan mereka. Sebab, laga-laga besar selalu menghadirkan tekanan berbeda yang bisa membentuk mental bertanding pemain.

Milo sapaan akrabnya, menilai duel melawan Persija Jakarta menjadi salah satu pertandingan yang secara otomatis mampu membangkitkan motivasi pemain tanpa perlu dorongan berlebih dari tim pelatih. Atmosfer besar yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno disebutnya menjadi pengalaman tersendiri bagi skuad muda Persis.

“Motivasi bermain melawan Persija adalah yang terbaik. Pelatih tidak perlu memotivasi Anda. Anda bermain melawan pemain-pemain bagus, di depan kerumunan penonton, GBK luar biasa. Anda hanya perlu menikmati permainan dan memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa sepak bola adalah permainan kolektif. Karena itu, kemenangan maupun kekalahan tidak boleh dibebankan kepada satu atau dua pemain saja. Seluruh tim harus bertanggung jawab atas hasil yang didapat di lapangan.

“Kita menang sebagai tim dan kalah sebagai tim. Ini kesempatan besar bagi pemain saya untuk menunjukkan potensi mereka,” lanjut mantan pelatih Arema FC tersebut.

Meski Persija saat ini berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman di papan atas klasemen, Milo menilai Super League musim ini sangat sulit diprediksi. Menurutnya, tidak ada tim yang benar-benar aman karena setiap pertandingan bisa menghadirkan kejutan.

Dia bahkan menyebut atmosfer kompetisi di Indonesia mirip dengan Liga Inggris yang penuh ritme cepat dan persaingan ketat. Tim papan bawah pun bisa saja menumbangkan tim besar jika mampu memanfaatkan momentum dengan baik.

“Liga Indonesia adalah liga yang sangat cepat, banyak ritme. Liga Indonesia itu seperti Liga Inggris, Anda tidak pernah tahu siapa yang akan menang,” katanya.

Baca Juga: 9 Laga hanya Jadi Penonton, Kodai Tanaka Akhirnya Debut di Dewa United: Teka Teki Nasib Eks Topskor Persis Solo di Putaran Pertama Liga 1 Ini Akhirnya Terungkap

Sebagai contoh, Milo menyinggung kemenangan Semen Padang atas Persija yang menunjukkan bahwa siapa pun bisa mencuri poin di kandang lawan. Faktor kartu merah, gol bunuh diri, hingga performa buruk dalam satu hari bisa mengubah hasil pertandingan secara drastis.

Karena itu, Persis Solo diminta tetap percaya diri saat menghadapi Persija Jakarta. Kemenangan dramatis atas Bhayangkara FC setelah sempat tertinggal menjadi bukti bahwa Laskar Sambernyawa masih memiliki daya juang tinggi untuk terus menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#persija jakarta #persis solo #milomir seslija #persija jakara