Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Update Klasemen Super League: Kekalahan Persis Solo dan PSM Buat Jurang Degradasi Liga 1 Memanas, Persija Jakarta Tempel Ketat Persib Bandung dan Borneo FC Berebut Takhta Juara

Niko auglandy • Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB
Gelandang Persis Solo Dejan Tumbas saat melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Senin malam (27/4/2026). (TIM MEDIA PERSIS SOLO)
Gelandang Persis Solo Dejan Tumbas saat melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Senin malam (27/4/2026). (TIM MEDIA PERSIS SOLO)

RADARSOLO.COM - Penampilan dominan ditunjukkan Persija Jakarta saat menjamu Persis Solo dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 (Liga 1). Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (27/4/2026), Macan Kemayoran tampil trengginas dan menang telak 4-0.

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Persija langsung tancap gas di paruh kedua. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-52 melalui aksi Allano Brendon de Souza Lima yang sukses membuka keunggulan tuan rumah.

Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Persija. Hanya berselang sebelas menit, giliran Jean Mota Oliveira de Sousa yang menggandakan keunggulan pada menit ke-63.

Baca Juga: Eks Bek Persis Solo Curhat ke Media Belanda: Kecewa Semua Pemain Asing Dicoret, Kaget Anaknya Jadi Primadona Masyarakat Indonesia

Persis yang mencoba bangkit justru kembali kebobolan di menit ke-81 lewat sepakan Paulo Ricardo Ferreira. Dominasi Persija semakin sempurna setelah Gustavo Almeida dos Santos menutup pesta gol di menit ke-90.

Kemenangan ini disaksikan langsung oleh 12.827 penonton yang memadati stadion, atau sekitar 17 persen dari kapasitas.

Dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi Persija untuk tampil agresif sepanjang laga.

Baca Juga: Posisi Persis Solo di Klasemen BRI Super League 2025/2026: Kritis di Tepi Jurang Degradasi Usai Dihantam Persija 4-0

Di sisi lain, hasil ini menjadi pukulan telak bagi Persis Solo yang masih berjuang keluar dari papan bawah klasemen.

Lini pertahanan mereka terlihat kesulitan meredam serangan bertubi-tubi dari tuan rumah, terutama di babak kedua.

Klasemen Papan Atas Jadi Lebih Memanas

Kemenangan telak Persija Jakarta atas Persis Solo dengan skor 4-0 pada pekan ke-30 BRI Super League 2025–2026, Senin (27/4/2026), membuat persaingan papan atas kian memanas.

‎Tambahan tiga poin mengantar Persija kini menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 62 poin dari 30 pertandingan.

Macan Kemayoran mencatatkan 19 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 6 kekalahan, dengan torehan 56 gol serta 26 kali kebobolan. Performa tersebut menjaga peluang mereka tetap terbuka dalam perebutan gelar, meski masih harus mengejar dua tim di atasnya.

Baca Juga: Daftar 13 Perjalanan KA yang Dibatalkan KAI Akibat Insiden Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur, Begini Cara Refund

‎Di puncak klasemen, Persib Bandung masih memimpin dengan 66 poin dari 29 laga. Maung Bandung tampil konsisten dengan catatan 20 kemenangan, 6 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan. Mereka juga menunjukkan lini pertahanan solid dengan hanya 18 kali kebobolan, serta produktivitas 50 gol.

‎Posisi kedua ditempati Borneo FC Samarinda yang juga mengoleksi 66 poin dari 29 pertandingan. Borneo bahkan unggul dalam produktivitas gol dengan 61 gol, meski selisih gol mereka masih kalah dibanding Persib. Catatan 21 kemenangan, 3 imbang, dan 5 kekalahan menegaskan ketatnya persaingan di papan atas musim ini.

‎Dengan kondisi tersebut, peluang Persib dan Borneo FC untuk menjauh dari kejaran Persija masih terbuka lebar, terlebih keduanya belum memainkan laga pekan ke-30.

Baca Juga: Update Pukul 7.00: Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Jadi 7 Orang, Puluhan Luka

‎Pada Rabu (29/4/2026), Borneo FC akan menghadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya. Sementara itu, sehari berselang, Persib Bandung dijadwalkan bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda.

‎Hasil dari dua pertandingan tersebut berpotensi memperlebar jarak di papan atas, sekaligus semakin menekan Persija dalam perburuan gelar juara musim ini.

Papan Tengah Terpaut Jauh

‎Menariknya, setelah tiga besar klasemen BRI Super League 2025–2026 yang dihuni Persib Bandung, Borneo FC Samarinda, dan Persija Jakarta, terjadi jurang pemisah yang cukup lebar dengan tim-tim di bawahnya. Persija di posisi ketiga sudah mengoleksi 62 poin, sementara peringkat keempat terpaut cukup jauh.

‎Di posisi keempat, Bhayangkara Presisi Lampung FC mengumpulkan 47 poin dari 29 pertandingan, hasil dari 14 kemenangan, 5 imbang, dan 10 kekalahan, dengan catatan 39 gol dan 34 kali kebobolan.

Baca Juga: Kesaksian Penumpang Selamat Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL: Gerbong Khusus Wanita Hancur Dihantam dari Belakang

Tepat di bawahnya, Malut United FC menempel dengan 46 poin dari 29 laga, berkat 13 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 9 kekalahan, serta produktivitas cukup tinggi dengan 54 gol dan 41 kebobolan.

‎Persaingan papan tengah semakin rapat dengan kehadiran Persebaya Surabaya di peringkat keenam. Bajul Ijo mengoleksi 45 poin dari 29 pertandingan, dengan rincian 12 kemenangan, 9 imbang, dan 8 kekalahan. Jumlah poin yang sama juga dimiliki Bali United FC, meski mereka sudah memainkan 30 pertandingan, dengan catatan 50 gol dan 42 kebobolan.

‎Sementara itu, Dewa United Banten FC berada di peringkat kedelapan dengan 44 poin dari 29 laga. Di bawahnya, Persita Tangerang mengoleksi 41 poin, diikuti Arema FC dan PSIM Yogyakarta yang sama-sama mengumpulkan 39 poin.

Baca Juga: Dudung Abdurachman Apakah Kader Partai? Jejak Jenderal yang Viral Beredel Baliho FPI, Kini Jadi Kepala Staf Kepresidenan Prabowo

‎Perbedaan mencolok ini menunjukkan bahwa persaingan menuju gelar juara praktis hanya melibatkan tiga tim teratas. Sementara itu, klub-klub di papan tengah lebih realistis bersaing untuk mengamankan posisi terbaik di klasemen akhir, tanpa tekanan langsung dalam perebutan titel.

Papan Bawah Kian Menegangkan

Persaingan papan bawah BRI Super League 2025–2026 memasuki fase paling menegangkan. Dengan lima laga tersisa di akhir musim, tekanan kini dirasakan sejumlah tim yang masih belum aman dari ancaman degradasi. Setidaknya ada tujuh klub yang posisinya belum benar-benar nyaman dan masih berpotensi terjerumus ke zona merah.

‎Di peringkat ke-12, Persik Kediri masih diliputi rasa waswas. Dari 29 pertandingan yang telah dijalani, Persik baru mengoleksi 33 poin hasil dari 9 kemenangan, 6 kali imbang, dan 14 kekalahan. Produktivitas mereka juga belum menggembirakan dengan hanya mencetak 35 gol, sementara lini pertahanan sudah kebobolan 50 kali. Selisih gol negatif menjadi alarm tersendiri bagi tim asal Kediri tersebut.

‎Tepat di bawahnya, persaingan semakin ketat. Persijap Jepara yang menempati posisi ke-13 mengoleksi 31 poin dari 29 laga, dengan catatan 8 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 14 kekalahan. Mereka baru mencetak 28 gol dan sudah kebobolan 42 kali, menunjukkan masalah di lini depan maupun belakang.

Baca Juga: Daftar Nama Hasil Reshuffle Kabinet Prabowo Hari Ini 27 April 2026, Siapa saja Pejabat yang Digeser?

‎Nasib serupa juga dialami PSM Makassar di posisi ke-14. Tim Juku Eja telah memainkan 30 pertandingan dengan raihan 31 poin, hasil dari 7 kemenangan, 10 imbang, dan 13 kekalahan. Mereka mencetak 36 gol dan kebobolan 41 kali. Meski punya pengalaman sebagai tim besar, PSM belum sepenuhnya keluar dari tekanan.

‎Sementara itu, situasi lebih mengkhawatirkan dialami Persis Solo yang berada di peringkat ke-15. Dari 30 laga, Laskar Sambernyawa baru mengumpulkan 27 poin hasil dari 6 kemenangan, 9 imbang, dan 15 kekalahan. Mereka mencetak 33 gol namun sudah kebobolan 53 kali—angka yang menunjukkan rapuhnya lini pertahanan.

Baca Juga: Dexlite & Pertamina Dex Makin Mahal, Ini 5 Pilihan Mobil Diesel Bekas yang Masih Aman Minum Bio Solar

‎Dengan selisih poin yang tipis antar tim, setiap pertandingan di sisa musim akan menjadi penentuan. Satu kemenangan bisa mengangkat posisi secara signifikan, namun satu kekalahan juga bisa menyeret tim semakin dekat ke jurang degradasi. Drama papan bawah pun dipastikan akan berlangsung hingga pekan terakhir.

Kekalahan PSM dan Persis Jadi Berkah Madura United

‎Kekalahan PSM Makassar dari Bali United FC dengan skor 0-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, serta hasil buruk Persis Solo yang dibantai 0-4 oleh Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (27/4/2026), membuat persaingan papan bawah BRI Super League 2025–2026 semakin memanas.

‎Hasil tersebut memperketat situasi di zona degradasi. Menariknya, tiga tim terbawah belum memainkan laga pekan ke-30 dan masih memiliki peluang besar untuk keluar dari zona merah jika mampu meraih poin penuh.

‎Pada Selasa (28/4/2026), PSBS Biak akan menghadapi Malut United FC di Stadion Maguwoharjo. Laga ini menjadi kesempatan emas bagi PSBS untuk memangkas jarak poin dari pesaing di atasnya.

‎Sementara itu, duel krusial juga tersaji pada Rabu (29/4/2026) ketika Semen Padang FC menjamu Madura United FC di Stadion H. Agus Salim. Pertandingan ini bisa disebut sebagai “laga hidup-mati”, mengingat kedua tim sama-sama berada di zona degradasi.

Baca Juga: Hujan Gol! Sylva Kalteng FC Pastikan Back to Back Juara Liga 4

‎Untuk sementara, posisi zona merah dihuni tiga tim terbawah. Madura United FC berada di peringkat ke-16 dengan 26 poin dari 29 laga, hasil dari 6 kemenangan, 8 imbang, dan 15 kekalahan (30 gol, 49 kebobolan). Di bawahnya, Semen Padang FC mengoleksi 20 poin dari 29 pertandingan dengan catatan 5 kemenangan, 5 imbang, dan 19 kekalahan (22 gol, 50 kebobolan).

‎Posisi juru kunci ditempati PSBS Biak yang baru mengumpulkan 18 poin dari 29 laga. Mereka mencatatkan 4 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 19 kekalahan, dengan pertahanan paling rapuh setelah kebobolan 67 gol.

‎Dengan lima pertandingan tersisa, peluang masih terbuka bagi ketiga tim untuk menyelamatkan diri. Namun, selisih poin yang tipis dan jadwal yang semakin ketat membuat setiap laga kini terasa seperti final. Drama perebutan tiket bertahan di kasta tertinggi dipastikan akan berlangsung sengit hingga pekan terakhir. (nik


Editor : Niko auglandy
#persija jakarta #persis solo #PSIM Joga