RADARSOLO.COM - Derby panas Jawa Timur antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (28/4/2026), berubah menjadi mimpi buruk bagi Singo Edan.
Selama 45 menit pertama, laga berjalan relatif seimbang. Kedua tim saling menekan, namun tak ada gol tercipta. Skor 0-0 menutup babak pertama dan membuat pertandingan tampak akan berjalan ketat hingga akhir.
Namun, segalanya berubah drastis selepas jeda. Persebaya tampil menggila di babak kedua. Baru empat menit laga berjalan, Francisco Israel Rivera Davalos membuka keran gol pada menit ke-49. Gol itu menjadi awal petaka bagi Arema.
Alih-alih bangkit, lini belakang Arema justru kian rapuh. Gawang yang dikawal Lucas Frigeri terus digempur tanpa ampun.
Pada menit ke-76, Jefferson Junio Antonio Da Silva menggandakan keunggulan. Enam menit berselang, Rivera kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat gol keduanya di menit ke-82.
Penderitaan Arema belum berhenti. Menit ke-86, Mikael Alfredo Tata menutup pesta gol Persebaya sekaligus memastikan kemenangan telak 4-0.
Empat gol tanpa balas dalam waktu kurang dari 40 menit menjadi bukti dominasi Persebaya di babak kedua. Derby yang awalnya berjalan ketat, berubah menjadi ajang “pembantaian” yang sulit dilupakan bagi Arema.
Klasemen Kian Memanas
Persaingan BRI Super League 2025/2026 semakin panas memasuki pekan ke-30. Di papan atas, perebutan gelar juara berubah menjadi duel sengit yang nyaris tanpa jarak.
Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda kini berdiri sejajar di puncak klasemen dengan 66 poin. Persib unggul tipis secara produktivitas gol, namun Borneo FC menunjukkan konsistensi luar biasa dengan 21 kemenangan dari 29 laga.
Di belakangnya, Persija Jakarta masih mengintai dengan 62 poin. Sementara Persebaya Surabaya mulai menancapkan ancaman serius usai kemenangan telak di Derby Jatim, mengoleksi 48 poin dan mengamankan posisi empat besar.
Dari 30 laga yang sudah dimainkan, Persebaya Surabaya sukses meraih catatan 13 menang, 9 seri, dan 8 kalah.
Tak kalah sengit, perebutan papan tengah juga dipenuhi dinamika. Bhayangkara Presisi Lampung FC (47 poin) dan Malut United FC (46 poin) terus menjaga asa menembus zona atas. Sementara Bali United FC (45poin) dan Dewa United Banten FC (44poin) membuntuti ketat dengan selisih poin tipis.
Dibawahnya, menempel Persita Tangerang (41poin) dan PSIM Jogja (39 poin) di posisi ke-9 dan ke-10 saat ini.
Arema FC ada di posisi ke-11 dengan tabungan 39 poin, hasil 10 menang, 9 seri, dan 11 kali menelan kekalahan.
Namun, drama sesungguhnya justru terjadi di papan bawah.
Persis Solo masih tertahan di posisi ke-15 dengan 27 poin dari 30 laga. Laskar Sambernyawa belum benar-benar keluar dari tekanan, dengan selisih poin yang sangat tipis dari zona degradasi.
Di bawahnya, Madura United FC (26 poin) terus membayangi, diikuti Semen Padang FC (20 poin) dan PSBS Biak (18 poin) yang mulai tertinggal.
Situasi ini membuat setiap pertandingan tersisa layaknya final. Satu kesalahan kecil bisa menjadi penentu nasib—bertahan atau terjerumus ke jurang degradasi.
Liga belum selesai. Tapi tekanan sudah terasa di setiap sudut klasemen. (nik)
Editor : Niko auglandy