Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Absen Lama Bela Bhayangkara FC di Liga 1, Ferarri Disindir Titipan di Timnas Indonesia: Lini Belakang Berubah Total, Herdman Kesampingkan Elkan Baggott dan Jay di TC Piala AFF

Niko auglandy • Kamis, 30 April 2026 | 09:57 WIB
Ferarri mendapat kartu merah saat laga timnas Indonesia melawan Filipina di Piala AFF di Stadion Manahan Solo (21/12/2024).
Ferarri mendapat kartu merah saat laga timnas Indonesia melawan Filipina di Piala AFF di Stadion Manahan Solo (21/12/2024).

RADARSOLO.COM - Pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta pada 26–30 Mei 2026 menghadirkan kejutan besar, khususnya di sektor lini belakang. Pelatih kepala John Herdman memilih komposisi pemain yang berbeda dari biasanya.

Sebanyak delapan pemain dipanggil untuk mengisi sektor pertahanan. Mereka adalah Alfahrezzi Buffon (Borneo FC), Brian Fatari (Dewa United FC), Fajar Fathurrahman (Persija Jakarta), Muhammad Ferarri (Bhayangkara FC), Shayne Pattynama (Persija Jakarta), dan Wahyu Prasetyo (Dewa United FC).

Baca Juga: Resmi! Ini Top 50 Campers DBL Camp 2026, 3 Wakil Solo Raya Masih Bertahan:  Impian Tempat Diri ke Luar Negeri Semakin Berpotensi Terealisasi

Pemanggilan Muhammad Ferarri ke skuad Timnas Indonesia untuk pemusatan latihan jelang ASEAN Championship 2026 memantik tanda tanya besar.

Secara kualitas, Ferarri memang bukan nama sembarangan. Bek muda ini sudah mengoleksi tujuh caps bersama timnas senior, bahkan menyumbang dua gol—catatan yang cukup impresif untuk seorang pemain bertahan.

Namun, situasi terkininya justru jauh dari kata ideal.

Baca Juga: Kiper Persis Solo, PSIM Jogja dan Borneo FC Dipanggil TC Timnas

Bersama Bhayangkara FC di Super League (Liga 1) musim ini, Ferarri terakhir kali tampil pada 24 Januari 2026 saat menghadapi Persita Tangerang. Setelah itu, dia menghilang dari lapangan hijau akibat cedera panjang.

Dalam rentang tiga bulan terakhir, Bhayangkara FC telah menjalani 11 pertandingan. Dan dalam seluruh laga tersebut, nama Ferarri tak sekali pun masuk dalam daftar pemain yang tampil.

Sebuah fakta yang tak bisa diabaikan.

Tak ayal situasi ini membuat netizen mengkritik kebijakan pemanggilan tersebut yang memasukkan nama Ferarri. Banyak sindiran yang menyebutkan keberadaan Ferarri seperti pemain titipan di skuad Timnas. Hingga berita ini ditulis PSSI maupun Timnas belum beri pernyataan resminya. 

Kondisi ini membuat publik bertanya-tanya. Bagaimana mungkin pemain yang lama absen justru kembali mendapat panggilan tim nasional?

Di tengah persaingan ketat menuju skuad utama, keputusan pelatih John Herdman jelas menyimpan pertimbangan tersendiri.

Bisa jadi, pengalaman dan rekam jejak Ferarri di level internasional masih dianggap relevan. Atau, justru ada kebutuhan taktik tertentu yang hanya bisa diisi oleh sang bek.

Baca Juga: Profil dan Statistik Muhammad Riyandi, Kiper Persis Solo yang Dipanggil Timnas Jelang Terjun di ASEAN Championship 2026

Yang pasti, pemanggilan ini menghadirkan satu pesan tegas: di Timnas Indonesia, nama besar dan statistik bukan satu-satunya ukuran.

Ada faktor lain yang bekerja di balik layar—dan publik kini menunggu, apakah Ferarri mampu menjawab kepercayaan itu di lapangan.

Di lain sisi, yang paling mencolok dalam pemanggilan pemain kali ini justru absennya deretan nama besar yang selama ini identik dengan lini belakang Garuda.

Tak ada Elkan Baggott, Jay Idzes, hingga Sandy Walsh. Bahkan pemain-pemain diaspora lain seperti Justin Hubner, Kevin Diks, dan Nathan Tjoe-A-On juga tak masuk dalam daftar.

Nama-nama yang sebelumnya tampil di FIFA Series 2026, Maret lalu seperti Rizky Ridho hingga Dony Tri Pamungkas pun ikut menghilang dari skuad kali ini.

Baca Juga: Dipanggilan Timnas Indonesia, Ini Alasan Pelatih Persis Solo Lebih Percaya Muhammad Riyandi Jadi Starter, Ketimbang Kiper Baru dari Serbia

Situasi ini seolah menegaskan arah baru yang tengah dibangun John Herdman. Dia tak lagi bergantung pada nama besar atau pemain yang berkarier di luar negeri. Sebaliknya, pelatih asal Kanada itu memberi ruang lebih luas bagi pemain-pemain yang tampil reguler di kompetisi domestik.

Pilihan ini tentu mengundang tanda tanya. Di satu sisi, absennya para bek top bisa dimaknai sebagai strategi rotasi atau menjaga kebugaran pemain diaspora yang tengah berkompetisi di klub masing-masing.

Namun di sisi lain, ini juga bisa menjadi sinyal bahwa persaingan di lini belakang Timnas Indonesia kini benar-benar terbuka.

Bagi para pemain yang dipanggil, ini adalah kesempatan emas. Mereka bukan hanya mengisi kekosongan, tetapi juga diuji untuk membuktikan bahwa lini belakang Garuda tak selalu harus bergantung pada nama-nama besar.

Dengan komposisi yang lebih “lokal”, pemusatan latihan kali ini bisa menjadi titik awal regenerasi—atau justru perjudian besar—menuju ASEAN Championship 2026 (Piala AFF). (nik

 

 

Editor : Niko auglandy
#bhayangkara fc #ferarri #timnas #piala aff