RADARSOLO.COM - Kiper utama Persis Solo Muhammad Riyandi dapat panggilan untuk gabung dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia, untuk persiapan menatap ASEAN Championship 2026 (Piala AFF).
Riyandi memang menunjukkan kebangkitannya di paruh kedua Super League 2025/2026 (Liga 1). Sempat tersisih oleh kehadiran kiper baru asal Serbia, Vukasin Vranes, Riyandi akhirnya mampu bangkit dan tampil impresif dalam delapan laga terakhir sebagai pilihan utama.
Performa tersebut berbuah manis. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman yang hadir menyaksikan pertandingan Persis Solo vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, 27 April lalu, resmi memanggilnya untuk memperkuat skuad Garuda.
Baca Juga: Kiper Persis Solo, PSIM Jogja dan Borneo FC Dipanggil TC Timnas
Meski demikian, keputusan pemanggilan terbilang cukup mengejutkan. Pasalnya, masih ada sejumlah kiper lain yang tampil konsisten, salah satunya Teja Paku Alam yang mencatatkan jumlah kebobolan minim sepanjang musim.
Terlebih dia membawa Persib Bandung jadi pemuncak klasemen saat ini, dan berpotensi bawa Maung Bandung kembali juara Liga 1 musim ini.
Sementara itu, Riyandi justru menjadi salah satu kiper dengan jumlah kebobolan cukup tinggi, yakni mencapai 40 gol. Namun, keputusan tetap berada di tangan Herdman yang diyakini memiliki pertimbangan tersendiri.
Faktor usia diduga menjadi salah satu alasan. Riyandi yang masih relatif muda dinilai memiliki potensi jangka panjang untuk berkembang di level tim nasional.
Menanggapi kabar pemanggilan Riyandi tersebut, Kapten Persis Solo Andrei Alba menyambutnya dengan antusias. Dia menilai rekan setimnya itu memang pantas mendapat kesempatan.
“Kami sangat senang dengan pemanggilan dia, karena selain memiliki kualitas yang sangat baik, dia adalah sosok yang rendah hati, bekerja keras, dan layak mendapatkan kesempatan ini,” ujar Alba kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (30/4).
Menurut Andrei Alba, pemanggilan Riyandi bukan semata soal performa di lapangan. Dia menekankan pentingnya karakter dan etos kerja yang dimiliki sang kiper.
Riyandi yang baru berusia 26 tahun dinilai sebagai pemain profesional dengan dedikasi tinggi. Hal tersebut menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki pemain muda.
Selain itu, Riyandi yang masih sangat muda untuk seorang penjaga gawang, prosesnya untuk berkembang masih sangat terbuka. Dia meyakini, keputusan ini bisa menjadi aset penting bagi timnas Indonesia di masa depan.
“Tentu saja, dia masih muda dan memiliki banyak potensi. Jika dia terus seperti ini, dia punya peluang untuk menjadi kiper tim nasional berikutnya,” tambahnya.
Sepanjang musim ini, performa Riyandi memang terus menunjukkan peningkatan. Refleks, kemampuan membaca permainan, hingga distribusi bola menjadi aspek yang berkembang signifikan.
Kontribusinya juga terasa nyata bagi Persis Solo. Sejumlah penyelamatan krusial yang dia lakukan turut membantu tim mengamankan poin penting salah satunya di laga melawan Persik Kediri.
Pemanggilan ini diharapkan menjadi momentum bagi Riyandi untuk terus berkembang, sekaligus memotivasi pemain Persis Solo lainnya untuk menembus level yang lebih tinggi.
Bersaing Posisi dengan Nadeo dan Cahya
Keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memanggil 23 pemain untuk pemusatan latihan menuju ASEAN Championship 2026 (Piala AFF) menghadirkan sejumlah kejutan. Salah satunya di sektor penjaga gawang.
Baca Juga: Hasil Atletico Madrid vs Arsenal Imbang 1-1, Pertarungan Ketat Liga Champions Berlanjut ke Leg Kedua
Tak ada nama kiper yang berkarier di Eropa seperti Maarten Paes maupun Emil Audero. Keduanya diperkirakan tetap difokuskan membela klub masing-masing di kompetisi domestik yang tengah berjalan.
Maarten Paes yang masih membela Ajax Amsterdam di Liga Belanda dan Emil Audero yang tengah berjuang dengan Cremonese agar tak terdegradasi dari Liga Italia
Sebagai gantinya, tiga kiper lokal dipercaya mengisi slot utama. Mereka adalah Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta), Muhammad Riyandi (Persis Solo), dan Nadeo Argawinata (Borneo FC Samarinda). Ketiganya sama-sama berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sorotan pun mengarah pada sosok Muhammad Riyandi. Kiper berusia 26 tahun itu bukan nama baru di skuad Garuda. Ia telah malang melintang sejak kelompok usia, mulai dari Timnas U-19 hingga U-23, sebelum menjalani debut di tim senior pada 2021.
Baca Juga: Hasil PSG vs Bayern di Liga Champions: PSG Nyaris Disalip, Laga Berakhir Super Dramatis
Namun, performanya musim ini bersama Persis Solo terbilang naik turun. Dari 22 penampilan, Riyandi sudah kebobolan 40 gol dan hanya mencatatkan tiga clean sheet. Secara tim, Persis juga masih berkutat di papan bawah klasemen Super League 2025/2026, tepatnya di posisi ke-16 dengan 27 poin dari 30 laga.
Meski demikian, posisi Riyandi di bawah mistar tetap tak tergantikan. Ia bahkan kembali merebut tempat utama setelah sempat tergeser oleh kiper asing Vukasin Vranes yang didatangkan pada paruh musim. Dalam delapan laga terakhir, Riyandi kembali dipercaya sebagai starter.
Menariknya, keputusan memanggil tiga kiper ini juga diiringi absennya sejumlah nama senior. Teja Paku Alam yang tampil impresif bersama Persib Bandung dengan 16 clean sheet dari 26 laga tak masuk daftar. Begitu pula Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta) yang minim menit bermain musim ini.
Di sisi lain, kondisi cedera membuat Ernando Ari (Persebaya Surabaya) tak dilirik. Padahal sebelumnya ia tampil cukup konsisten. Sementara performa apik Andhika Ramadhani juga belum cukup untuk menarik perhatian tim pelatih.
Dengan komposisi ini, persaingan di bawah mistar Timnas Indonesia dipastikan terbuka lebar. Bagi Riyandi dan dua kiper lainnya, ini bukan sekadar pemusatan latihan, tetapi juga ajang pembuktian—siapa yang paling layak menjadi benteng terakhir Garuda di panggung Asia Tenggara.
Keputusan nama-nama yang dipanggil ini seolah menegaskan arah baru yang ingin dibangun Herdman. Timnas Indonesia tak lagi semata mengandalkan nama besar, tetapi lebih pada kebutuhan taktik dan kesiapan pemain di lapangan.
ASEAN Championship 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang playoff antara Brunei Darussalam atau Timor Leste. (hj/nik)
Daftar 23 Pemain untuk Pemusatan Latihan di Jakarta pada tanggal 26-30 Mei 2026:
- Cahya Supriadi - PSIM Yogyakarta
- Muhammad Riyandi - Persis Solo
- Nadeo Argawinata - Borneo FC Samarinda
- Alfahrezzi Buffon - Borneo FC
- Brian Fatari - Dewa United FC
- Fajar Fathurrahman - Persija Jakarta
- Hokky Caraka - Persita Tangerang
- Muhammad Ferarri - Bhayangkara FC
- Saddil Ramdani - Persib Bandung
- Shayne Pattynama - Persija Jakarta
- Wahyu Prasetyo - Dewa United
- Yance Sayuri - Malut United FC
- Marselino Ferdinan - AS Trencin (Slovakia)
- Arkhan Fikri - Arema FC
- Egy Maulana Vikri - Dewa United
- Marc Klok - Persib Bandung
- Ricky Kambuaya - Dewa United
- Rivaldo Pakpahan - Borneo FC Samarinda
- Thom Haye - Persib Bandung
- Witan Sulaeman - Persija Jakarta
- Eksel Runtukahu - Persija Jakarta
- Jens Raven - Bali United
- Rizky Eka Pratama - PSM Makassar.