RADARSOLO.COM - Sektor gelandang Timnas Indonesia dalam pemusatan latihan yang akan digelar di Jakarta 26–30 Mei 2026 menuju ASEAN Championship 2026 (Piala AFF) menghadirkan kombinasi menarik antara pemain muda, lokal, hingga yang merumput di Eropa.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampak ingin membangun keseimbangan baru di jantung permainan Garuda.
Beberapa nama dipanggil untuk mengisi lini tengah, antara lain adalah Yance Sayuri (Malut United FC), Marselino Ferdinan (AS Trencin), Arkhan Fikri (Arema FC), Marc Klok (Persib Bandung), Ricky Kambuaya (Dewa United), Rizky Eka Pratama (PSM Makassar) Rivaldo Pakpahan (Borneo FC Samarinda), Thom Haye (Persib Bandung), serta Witan Sulaeman (Persija Jakarta).
Komposisi ini menunjukkan perpaduan pengalaman dan energi muda. Nama seperti Klok dan Kambuaya memberi stabilitas, sementara Marselino, Witan, hingga Arkhan Fikri membawa kreativitas dan mobilitas tinggi.
Sosok yang berpotensi mencuri perhatian adalah Rizky Eka Pratama. Bersama PSM Makassar, ia mencatatkan 22 penampilan dengan torehan 1 gol dan 1 assist. Angka yang terbilang sederhana untuk ukuran striker tim nasional.
Namun seperti di lini belakang, kejutan justru datang dari daftar pemain yang tidak dipanggil. Beberapa nama yang sebelumnya cukup dekat dengan skuad utama harus tersisih. Di antaranya Eliano Reijnders (Persib Bandung), Ivar Jenner (Dewa United), hingga Jordi Amat (Persija Jakarta) yang kerap diplot fleksibel ke lini tengah.
Baca Juga: Kiper Persis Solo, PSIM Jogja dan Borneo FC Dipanggil TC Timnas
Tak hanya itu, dua pemain abroad yakni Calvin Verdonk dan Joey Pelupessy juga tak masuk dalam daftar. Absennya nama-nama ini memunculkan spekulasi bahwa Herdman tengah menyusun skema berbeda—atau memang sengaja memberi ruang lebih bagi pemain yang aktif dan siap secara fisik di kompetisi domestik.
Pilihan ini bisa dibaca sebagai sinyal perubahan gaya bermain. Dengan materi yang ada, Timnas Indonesia berpotensi tampil lebih dinamis, mengandalkan kecepatan transisi dan kreativitas lini kedua, alih-alih bergantung pada pengalaman pemain diaspora.
Kini, lini tengah menjadi arena pembuktian. Siapa yang mampu mengunci posisi utama, dialah yang akan menjadi motor permainan Garuda di ASEAN Championship 2026.
Keputusan ini seolah menegaskan arah baru yang ingin dibangun Herdman. Timnas Indonesia tak lagi semata mengandalkan nama besar, tetapi lebih pada kebutuhan taktik dan kesiapan pemain di lapangan.
ASEAN Championship 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang playoff antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Kini, pertanyaannya bukan lagi siapa yang dipanggil. Tapi, apakah pilihan “tak biasa” ini justru bisa menjadi kunci kejutan Indonesia di panggung Asia Tenggara?. (nik)
Editor : Niko auglandy