RADARSOLO.COM – Persis Solo menghadapi tantangan berat saat berjumpa Malut United, Sabtu malam (2/5/2026) dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-31. Kekuatan calon lawan dinilai tidak bisa dipandang sebelah mata.
Salah satu sorotan utama datang dari kedalaman skuad Malut United. Tim tersebut dianggap memiliki komposisi pemain yang lengkap di setiap lini.
Pelatih kepala Persis Solo Milomir Seslija menilai Malut United sebagai tim dengan kualitas merata. Tidak hanya mengandalkan satu atau dua pemain, tetapi kekuatan kolektif yang solid.
Menurutnya, keberadaan Sayuri bersaudara dan pemain lokal Malut United lainnya menjadi fondasi utama kekuatan tim. Mereka dinilai memiliki kualitas dan potensi besar dalam permainan.
“Malut secara keseluruhan adalah tim yang bagus. Mereka punya pemain lokal yang penting. Kita tahu pemain lokal (Indonesia) adalah pemain yang paling berbakat dan pemain yang lebih baik,” ujar Milomir Seslija, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Link Live Streaming Arsenal Vs Fulham Liga Inggris Malam Ini, Kick Off Jam Berapa?
Selain itu, pengalaman panjang bermain di kompetisi domestik juga menjadi nilai tambah. Malut disebut telah terbiasa bersaing di level tertinggi.
“Malut sudah bermain di liga selama bertahun-tahun. Secara natural mereka bagus dan berpengalaman,” lanjutnya.
Baca Juga: Tak Terbendung! Hari Ketiga Riuh Fest 3x3 Solo Membludak, Antusiasme Lampaui Target Panitia
Di tengah kekuatan tersebut, keberadaan pemain berpengalaman menjadi pembeda.
Sosok eks pemain Persib Bandung seperti Ciro Alves dan David da Silva menjadi perhatian khusus.
Keduanya dikenal memiliki pengalaman juara dan kualitas individu di atas rata-rata. Hal ini membuat Malut memiliki dimensi serangan yang berbahaya.
“Di sekeliling mereka, ada pemain berpengalaman seperti Ciro dan Da Silva, serta pemain lainnya. Mereka pernah bermain untuk Persib, mereka pernah juara,” ungkapnya.
Perpaduan antara pemain lokal berbakat dan pemain berpengalaman dinilai menciptakan keseimbangan dalam tim. Kombinasi ini membuat Malut tampil kompetitif sepanjang musim.
“Ini adalah perpaduan antara pengalaman dan pemain Indonesia berbakat di mana mereka bisa belajar banyak,” tegasnya.
Baca Juga: Negara Rugi Rp 6 Miliar, Bareskrim Polri Desak Pertamina Cabut Izin Pangkalan Pemasok Pengoplos LPG
Dengan padatnya komposisi pemain yang dimiliki Malut United, pelatih berkebangsaan Bosnia tersebut mengatakan bahwa tim berjuluk Laskar Kie Raha selayaknya menjadi tim yang bersaing merebut gelar juara dan bukan di empat besar saja.
"Malut di hari terbaiknya, bisa mengalahkan tim mana pun. Mereka ada di posisi 3 atau 4 besar. Bagi saya, mereka bisa dengan mudah menjadi tim peringkat 2 besar," pungkas Milomir Seslija.
Meski demikian, performa Malut dalam lima laga terakhir terbilang belum stabil. Mereka mencatatkan tiga kekalahan, satu hasil imbang, dan satu kemenangan.
Hasil tersebut membuat Laskar Kie Raha mulai tertinggal dalam persaingan gelar juara. Padahal, di awal musim mereka sempat menunjukkan potensi besar sebagai kandidat kuat.
Situasi ini coba dimanfaatkan Persis Solo. Laskar Sambernyawa berupaya mencuri poin untuk menjaga asa bertahan di Super League musim depan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy