RADARSOLO.COM - Skema bola mati menjadi momok menakutkan untuk Persis Solo dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke 31 saat menelan kekalahan dari Malut United dengan skor 5-2.
Bagaimana tidak menjadi momok? Empat gol yang dan hat-trick David Da Silva untuk Malut United, semua tercipta dari skema bola mati. Tiga gol tercipta dari skema sepak pojok dan satu lewat tendangan pinalti.
Kiper Persis Solo yang baru saja mendapatkan panggilan Timnas Indonesia, yakni M. Riyandi dipaksa memungut bola dari gawangnya sendiri sebanyak lima kali. Riyandi sendiri tak menduga dengan hasil ini sebab timnya sempat bermain apik di awal-awal laga.
Baca Juga: Klub Milik Prabowo Selangkah Lagi Cetak Sejarah! Garudayaksa Pede Tantang PSS Sleman
Bahkan, Persis lebih dulu unggul 1-0 pada awal laga. Momentum itu sempat memberi kepercayaan diri bagi Laskar Sambernyawa, sayangnya itu tidak berlangsung lama karena kesalahan mengantisipasi set piece.
"Ya selamat malam semua. Tadi kami menguasai pertandingan sebenarnya dan kita sempat unggul 1-0, tapi ada beberapa kesalahan, terutama di set piece yang seharusnya bisa kita antisipasi,” ujar Riyandi kepada media.
Dia menegaskan, kelemahan itu akan menjadi bahan evaluasi serius bagi tim ke depan.
Menurutnya, sebagian besar gol yang bersarang ke gawang Persis berasal dari skema bola mati yang gagal diantisipasi dengan baik.
"Tapi ya ini sepak bola, ini akan jadi bahan evaluasi kita ke depannya. Banyak beberapa yang gol-gol tercipta itu dari set piece dan itu akan, akan kami perbaiki dan evaluasi ke depannya. Terima kasih," pungkasnya.
Baca Juga: Garudayaksa FC Pastikan Diri Promosi ke Liga 1, Resmikan Gantikan Posisi Wakil Papua
Di sisi lain, empat gol tercipta dari skema bola mati menjadi kredit tersendiri untuk Pelatih Kepala Malut United Hendri Susilo. Pelatih lokal berpengalaman tersebut mengungkapkan bahwa gol-gol yang tercipta bukan kebetulan.
Dia menyebut skema sepak pojok yang berbuah gol merupakan hasil latihan yang dilakukan berulang-ulang dan bukan cuma keberuntungan dari situasi yang terjadi di lapangan.
"Itu memang skema yang kami lakukan berulang-ulang dalam latihan. Ya, malam ini clear ya, alhamdulillah berjalan dengan baik, itu Mas," ungkap Hendri.
Hendri juga mengungkapkan peran penting yang ditampilkan Tri Setiawan dalam menjalankan strategi tersebut. Kiper muda Malut United ini sudah dipersiapkan sejak sebelum pertandingan.
“Kami sudah siapkan Tri sejak dari Solo. Dia kami duetkan dengan Anggoro dan mampu mengeksekusi game plan dengan baik,” tambahnya.
Tri Setiawan sendiri memilih merendah. Dia menyebut kontribusinya tak lepas dari kepercayaan pelatih dan kerja sama tim di lapangan.
"Kalau saya cuma bilang terima kasih Coach saya dikasih kesempatan, saya bekerja keras sama tim, alhamdulillah ke depannya lebih baik lagi. Terima kasih," ucap Tri Setiawan.
Baca Juga: Tanpa Penonton! Duel Malut United vs Persis Solo Digelar di Jatidiri, Ini Alasannya
Hasil laga ini membuat Malut United semakin memantapka posisinya di empat besar Super League 2025/2026 meski sudah keluar dari perburuan gelar juara.
Sementara di sisi Persis Solo, kekalahan ini makin mempersulit posisi mereka untuk bertahan di Super League musim depan dengan menyisakkan tiga laga yang wajib disapu bersih dengan kemenangan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy