RADARSOLO.COM - Malut United menunjukkan kelasnya sebagai tim penghuni papan atas kala bersua Persis Solo dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-31, Sabtu (2/5/2026) di Stadion Jatidiri, Semarang.
Sebab tim berjuluk Laskar Kie Raha ini berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 5-2.
Kemenangan yang diraih Malut United dengan bermain 10 orang sajantentu cukup mengejutkan.
Ya, seperti kita ketahui saat itu Malut United dipaksa bermain dengan skuad yang tidak utuh di awal babak pertama karena Gustavo Franca melakukan tekel berbahaya kepad Roman Paparyha.
Awalnya pelanggaran tersebut cuma berbuah kartu kuning, namun setelah adanya pengecekan VAR, sang pemain malah diganjar kartu merah.
Situasi tersebut sejatinya kerap menjadi titik lemah bagi banyak tim. Namun, Malut United justru mampu membalik tekanan menjadi keunggulan. Alih-alih bertahan total, tim asuhan Hendri Susilo tetap bermain disiplin dan efektif.
Baca Juga: Klub Milik Prabowo Selangkah Lagi Cetak Sejarah! Garudayaksa Pede Tantang PSS Sleman
Bahkan, mereka mampu mencetak lima gol ke gawang Persis Solo. Sebuah produktivitas yang terbilang impresif dalam kondisi timpang jumlah pemain.
Hendri Susilo sebagai pelatih kepala Malut United mengakui hasil tersebut berada di luar perkiraan timnya. Namun, ia melihatnya sebagai buah dari kerja keras pemain di lapangan yang layak diapresiasi.
"Ya ini yang saya bilang ya, saya sangat menghormati perjuangan pemain-pemain Malut yang begitu luar biasa ya Mas ya. Akhirnya ini di luar perkiraan kita bisa menang sebanyak ini dengan 10 pemain," ujar Hendri kepada media dalam konferensi pers.
Menurutnya, kunci kemenangan terletak pada kedisiplinan dan keberanian pemain dalam menjalankan instruksi. Selain itu, efektivitas dalam memanfaatkan peluang juga menjadi faktor pembeda.
Malut United mampu mengonversi momen krusial menjadi gol dalam hal ini dari skema bola mati.
Di sisi lain, Persis Solo yang harusnya diunggulkan justru mengalami penurunan performa setelah kebobola dua gol. Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija menyebutkan mental pemainnya saat itu tidak menunjukkan reaksi yang tepat.
"Reaksi kami tidak cukup baik. Sangat disayangkan ketika kami bermain bagus selama 45 menit, tetapi setelah kebobolan, mental tim menurun," ungkap Milomir Seslija.
Baca Juga: Garudayaksa FC Pastikan Diri Promosi ke Liga 1, Resmikan Gantikan Posisi Wakil Papua
Mengetahui pemain-pemainnya mengalami penurunan moral, Milo berupaya melakukan penyelamatan dengan melakukan beberapa pergantian pemain.
Sayang, langkah yang ia lakukan percuma dan tidak mengangkat performa anak asuhnya. Menurut pelatih berusia 61 tahun tersebut, kekalahan menghadapi Malut United menjadi hasil yang sangat aneh.
"Kami mencoba melakukan beberapa perubahan, namun tetap saja sangat disayangkan kami kalah dengan cara seperti ini. Ini sangat aneh," ungkapnya.
Baca Juga: PSBS Biak Terdegradasi, Garudayaksa dan PSS Sleman Pastikan Promosi ke Liga 1
Perbedaan mentalitas itulah yang kemudian terlihat jelas di lapangan. Malut United tetap solid, sementara Persis kehilangan arah permainan.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan karakter Malut United sebagai tim yang tidak mudah menyerah, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy