Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

FX Rudy Yakin Keajaiban Buat Persis Solo Masih Bisa Terjadi di Tiga Laga Krusial Musim Ini

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 8 Mei 2026 | 16:41 WIB
Bek Persis Solo Eky Taufik saat melawan Madura United di Liga 1 2024/2025.
Bek Persis Solo Eky Taufik saat melawan Madura United di Liga 1 2024/2025.

RADARSOLO.COM - Persis Solo dalam kondisi was was karena ancaman terdegradasi dari Super League menghinggapi tim ini.  Tiga laga sisa di musim ini, mau tak mau harus bisa dimaksimalkan tim untuk meraih poin penuh. Baik itu nantinya melawan Persebaya Surabaya (9/5), Dewa United (16/5), maupun Persita Tangerang (23/5).

Mantan Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo ikut menyoroti situasi ini. Sebagai sosok yang dulu pernah menjabat ketua umum Persis Solo, Rudy berharap Laskar Sambernyawa tetap mampu bangkit meski kini berada dalam situasi tertekan hebat. 

Dia melihat situasi sulit yang dialami Persis Solo saat ini harus menjadi evaluasi besar bagi manajemen klub kedepannya. Jika Persis Solo benar-benar akan terdegradasi, akan butuh perjuangan yang cukup keras karena tak mudah untuk kembali mentas di kompetisi kasta tertinggi. 

“Ya, dengan adanya situasi dan kondisi dan prestasi Persis Solo, saya sangat berharap seandainya Persis Solo kalau nanti benar-benar terdegradasi harus berjuang keras," ujar Rudy kepada media, Rabu (6/5/2026). 

Baca Juga: Prediksi Starting XI Persis Solo vs Persebaya Surabaya: Adu Nasib di Tengah Tekanan Besar

Politikus senior Kota Solo tersebut menegaskan pembangunan tim tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan finansial. Menurutnya, Persis harus lebih cermat dalam memilih pemain yang benar-benar memiliki kualitas dan semangat untuk membela klub.

Rudy menilai proses perekrutan pemain menjadi salah satu faktor penting dalam membangun fondasi tim yang kuat. Ia meminta Persis mencari pemain yang memiliki potensi besar, bukan hanya berorientasi pada nilai kontrak semata.

“Carilah pemain-pemain yang betul-betul potensi, tidak hanya sekedar berapa dana yang harus diberikan,” tegasnya. 

Baca Juga: Reuni Penuh Tekanan, Dejan Tumbas Hadapi Persebaya di Laga Hidup Mati Persis Solo

Rudy kemudian mengenang perjuangan Persis Solo pada masa lalu ketika masih berkompetisi di kasta bawah sepak bola nasional.

Dia menyebut situasi sulit seperti sekarang pernah dialami dan mampu dilewati dengan kerja keras serta kebijakan yang tepat.

Menurut Rudy, saat itu Persis mampu bangkit karena lebih mengutamakan pemain-pemain lokal Kota Solo yang memiliki semangat juang tinggi. Strategi tersebut dinilai berhasil membawa Persis naik kasta secara bertahap.

“Pengalaman ini pernah kami lakukan ketika Persis Solo masih dalam perjuangan di Divisi 2 (kasta ketiga, 2005), Divisi 1 (kasta kedua di musim 2006), terus ingin masuk ke Liga Utama (Divisi Utama 2007) waktu itu. Divisi 1 ke Divisi Utama akhirnya waktu itu berhasil (finis sebagai runner up Divisi I 2006 dan promosi ke Divisi Utama 2007, Red),” ucapnya.

Dia menjelaskan, keberhasilan Persis pada masa lalu lahir dari semangat kolektivitas dan keberanian memberi ruang kepada pemain lokal untuk berkembang bersama klub kebanggaan masyarakat Solo tersebut.

“Nah, sehingga pada saat kita berjuang, tujuan utamanya adalah bagaimana yang dilakukan oleh para atlet-atlet sepak bola yang kita rekrut dan lebih mengutamakan pemain-pemain Kota Solo,” lanjut Rudy.

Baca Juga: Laga Persis Solo vs Persebaya: Polresta Solo Terjunkan 510 Personel dan Sekat Perbatasan dari Sragen hingga Palur

Rudy menilai pendekatan tersebut terbukti mampu mengangkat performa Persis Solo hingga berhasil promosi ke level yang lebih tinggi dalam kompetisi sepak bola Indonesia kala itu.

“Nyatanya bisa berhasil dari Divisi 1 masuk menjadi Divisi Utama. Nah, setelah itu kan diubah sekarang ini namanya menjadi Liga 1 dan Liga 2,” katanya.

Baca Juga: Dejan Tumbas Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persis Solo Setelah Dipermalukan Malut United

Selain menyoroti persoalan teknis tim, Rudy juga memberikan pesan khusus kepada para suporter Persis Solo. Ia meminta seluruh elemen pendukung tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan klub.

“Mari kita bersama-sama para suporter berilah perhatian yang serius, objektif, jangan hal-hal yang tidak diinginkan akan muncul kembali. Jagalah persatuan dan kesatuan demi Persis Solo yang kita cintai,” tandasnya.

Baca Juga: Laga Persis Solo vs Persebaya: Polresta Solo Terjunkan 510 Personel dan Sekat Perbatasan dari Sragen hingga Palur

Ya, seperti diketahui. Saat ini di klasemen sementara, Semen Padang dan PSBS Biak sudah dipastikan terdegradasi, walaupun Super League musim ini masih menyisakan tiga pekan lagi. Itu artinya setiap tim masih punya potensi untuk menambah 9 poin jika bisa menang di tiga laga sisa yang akan mereka jalani.

Nah, satu tiket degradasi tersisa dihindari oleh empat tim. Mulai dari Persis Solo (27 poin), Persijap Jepara (31 poin), Madura United (32 poin), dan PSM Makassar (34 poin). (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#PSBSBiak #Super League #Persebaya Surabaya #persis solo