Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ucapan Emosional Dejan Tumbas, Eks Striker Persebaya Kini Jadi Harapan Persis Solo Selamat dari Degradasi yang

Niko auglandy • Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:09 WIB
Pelatih Persis Solo Milomir Seslija bersama Gelandang Laskar Sambernyawa Dejan Tumbas saat sesi jumpa pers. (TIM MEDIA PERSIS SOLO)
Pelatih Persis Solo Milomir Seslija bersama Gelandang Laskar Sambernyawa Dejan Tumbas saat sesi jumpa pers. (TIM MEDIA PERSIS SOLO)

RADARSOLO.COM - Laga panas akan tersaji saat Persis Solo menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu malam (9/5/2026).

Pertandingan ini menjadi duel hidup mati bagi Laskar Sambernyawa yang tengah berjuang keluar dari ancaman degradasi. Persis Solo membutuhkan kemenangan demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.

Di tengah tekanan besar tersebut, sorotan tertuju kepada striker asing Persis Solo, Dejan Tumbas. Penyerang asal Serbia itu akan menghadapi mantan klubnya sendiri, Persebaya Surabaya, dalam situasi yang penuh emosional.

Baca Juga: Hasil dan Klasemen PFL 2 2026: Wakil Solo Kena Bantai, Proton FC Makin Tak Terbendung, Hampton FC Kudeta Posisi Runner-up

Dejan bukan sosok asing bagi publik Surabaya. Ia sempat memperkuat Bajol Ijo selama satu setengah musim sebelum akhirnya hengkang dan bergabung dengan Persis Solo pada putaran kedua musim ini. Kini, nasib mempertemukannya kembali dengan mantan tim yang pernah ia bela.

Namun reuni kali ini tak datang dalam suasana menyenangkan. Persis berada di ujung tanduk dan membutuhkan kemenangan untuk menjauh dari zona merah.

Manajemen serta suporter Laskar Sambernyawa pun berharap Dejan mampu menjadi pembeda di lini depan dan membombardir pertahanan Persebaya dalam laga krusial nanti.

Baca Juga: BCS dan Slemania Siap Berpesta di Maguwoharjo! PSS Sleman Ingin Tutup Musim dengan Trofi Juara Liga 2, Klub Milik Prabowo Siap Jadi Dibuat Tertunduk Lesu

Dejan sendiri menegaskan bahwa pertandingan melawan Persebaya sangat penting bagi Persis Solo. Ia menyebut tiga laga sisa musim ini layaknya tiga partai final yang wajib dimenangkan.

“Pertama-tama, bagi kami pertandingan besok sangat penting. Bagi kami, ini adalah tiga final terakhir. Kami sudah menganalisis kesalahan kami dari beberapa pertandingan terakhir. Kami yakin kami bisa menang besok,” ujar Dejan Tumbas.

Baca Juga: Tangis Persipura Pecah di Lukas Enembe, Mimpi Promosi Liga 1 Hancur dan Ricuh Warnai Laga

Menurutnya, seluruh pemain Persis kini hanya fokus memburu tiga poin demi menjaga peluang bertahan di Super League. Kehadiran kembali suporter di Stadion Manahan juga dianggap menjadi suntikan motivasi besar bagi tim.

“Kami fokus pada tiga poin dan kami akan memberikan segalanya untuk itu di depan para penggemar kami. Mereka akhirnya bisa datang, bagi kami itu sangat berarti,” lanjutnya.

Atmosfer Stadion Manahan memang diprediksi akan jauh lebih hidup dibanding dua laga kandang sebelumnya yang digelar tanpa penonton akibat sanksi disiplin. Dukungan suporter diyakini menjadi tambahan energi bagi skuad asuhan Milomir Seslija.

Meski akan menghadapi mantan klubnya sendiri, Dejan menegaskan dirinya tetap profesional. Ia mengaku selalu berusaha memberikan performa terbaik di manapun bermain, termasuk saat berseragam Persebaya maupun sekarang bersama Persis Solo.

“Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik. Saya juga memberikan yang terbaik saat berada di Persebaya, dan saya juga berusaha memberikan yang terbaik di Solo karena saya profesional,” tegasnya.

Baca Juga: Tangis Persipura Pecah di Lukas Enembe, Mimpi Promosi Liga 1 Hancur dan Ricuh Warnai Laga

Striker berpostur tinggi itu juga mengaku terus mencoba meningkatkan performanya dari pertandingan ke pertandingan. Ia siap memberikan segalanya demi membantu Persis meraih kemenangan penting atas Bajol Ijo.

Laga melawan Persebaya pun dipastikan bukan sekadar pertandingan biasa bagi Dejan Tumbas. Ini menjadi duel emosional antara profesionalisme, kenangan masa lalu, dan perjuangan menyelamatkan Persis Solo dari ancaman degradasi. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#Super League #Persebaya Surabaya #persis solo #liga