RADARSOLO.COM - Persis Solo menghadapi tekanan luar biasa jelang laga krusial kontra Persebaya Surabaya pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu malam (9/5/2026).
Laskar Sambernyawa membutuhkan kemenangan demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kekalahan bisa membuat ancaman degradasi semakin nyata menghantui wakil Kota Bengawan tersebut.
Situasi Persis saat ini memang tidak mudah. Dalam rentang 19 hari, mereka telah menjalani lima pertandingan berat dengan hasil yang naik turun.
Dari lima laga tersebut, Persis meraih dua kemenangan kandang atas Semen Padang dan Bhayangkara FC, sekali imbang, namun juga menelan dua kekalahan telak di laga tandang.
Yang paling menyakitkan tentu saat dihajar Malut United 2-6 dan dipermalukan Persija Jakarta 0-4. Dua hasil buruk itu membuat posisi Persis semakin terjepit di papan bawah klasemen.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui timnya memang sedang menghadapi lawan-lawan berat dalam periode krusial kompetisi.
“Dan kami jelas bermain melawan tim yang sangat kuat. Saat ini mereka berada dalam posisi yang lebih baik daripada kami. Tetapi pada akhirnya, kami kalah dua kali, seri satu kali, dan menang dua kali di kandang dalam lima pertandingan ini,” ujar Milo.
Baca Juga: Tangis Persipura Pecah di Lukas Enembe, Mimpi Promosi Liga 1 Hancur dan Ricuh Warnai Laga
Meski begitu, pelatih asal Bosnia tersebut merasa hasil lima laga terakhir sebenarnya tidak sepenuhnya buruk jika melihat jalannya pertandingan di lapangan.
“Itu bukan hasil yang buruk, tetapi hasil ketika Anda melihat skor 5-0 terkadang bukanlah hasil yang adil. Terutama melawan Malut, saya pikir dalam 25 menit pertama kami mungkin memainkan salah satu pertandingan terbaik kami,” lanjutnya.
Kekalahan dari Malut United memang masih membekas di benak Milo. Terlebih saat itu Persis sempat tampil baik di awal laga sebelum akhirnya kehilangan kendali permainan.
Dia bahkan menilai kondisi pertandingan berubah drastis setelah kartu merah yang terjadi di laga tersebut.
“Terlepas dari hujan dan lumpur, kami mencetak gol yang bagus, kami memiliki umpan yang bagus dan kami bermain sangat baik. Tetapi dalam sepak bola, terkadang kartu merah bisa menjadi keuntungan, bisa menjadi kerugian. Kami mengira pertandingan ini sudah berakhir, tetapi sayangnya tidak,” jelasnya.
Kekalahan telak itu menjadi pukulan berat bagi Persis, apalagi lawan mereka bermain dengan 10 pemain namun justru mampu tampil dominan. Situasi tersebut membuat Milo harus bekerja keras membenahi mental dan organisasi permainan timnya.
Saat ini Persis benar-benar berada di ujung tanduk. Mereka harus menyapu bersih tiga laga tersisa melawan Persebaya Surabaya, Dewa United, dan Persita Tangerang jika ingin membuka peluang bertahan di Super League musim depan.
Namun itu pun belum cukup. Persis masih harus berharap tim-tim di atas mereka tergelincir di sisa kompetisi. Saat ini Laskar Sambernyawa tertinggal empat poin dari Persijap Jepara dan lima poin dari Malut United di papan klasemen.
Meski berada dalam tekanan besar, Milo menegaskan timnya tidak menyerah. Evaluasi terus dilakukan agar Persis bisa bangkit di momen penentuan musim ini.
“Sekarang kami menganalisisnya, itu adalah reaksi. Kami memperbaiki kesalahan-kesalahan ini. Dari pertandingan ini kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik dan lebih kuat,” tegasnya.
Duel melawan Persebaya pun akan menjadi pertaruhan besar bagi Persis Solo.
Stadion Manahan dipastikan kembali dipenuhi harapan ribuan suporter yang ingin melihat tim kebanggaannya tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (nik)
Editor : Niko auglandy