RADARSOLO.COM – Persis Solo menghadapi tantangan berat saat menjamu Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-32 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu malam (9/5/2026).
Lawan yang datang bukan tim biasa. Ia adalah tim berjuluk Green Force yang sedang berada dalam performa terbaik setelah menyapu bersih tiga pertandingan terakhir dengan kemenangan.
Pelatih kepala Persis Solo Milomir Seslija menyadari betul kualitas lawan yang akan dihadapi. Menurut dia, Persebaya saat ini merupakan salah satu tim dengan tren paling positif di kompetisi.
“Ya, saya tahu mereka sangat bagus. Dalam tiga pertandingan terakhir mereka selalu menang dan sedang berada dalam tren kemenangan. Ini menjadi tantangan yang bagus bagi kami untuk mematahkan rekor tersebut,” ujar Milomir dalam sesi konferensi pers, Jumat (8/5).
Bagi pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu, situasi ini justru menjadi momentum ideal bagi Laskar Sambernyawa untuk membuktikan bahwa mereka masih layak bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Persis memang berada dalam tekanan besar. Dengan hanya menyisakan tiga pertandingan, setiap laga memiliki arti layaknya final. Kemenangan atas Persebaya akan membuka peluang lebih besar untuk menjauh dari zona degradasi.
Pelatih yang akrab disapa Milo ini menegaskan timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh usai hasil minor dalam beberapa laga terakhir, termasuk kekalahan telak 5-2 dari Malut United.
Baca Juga: Jelang Lawan Persebaya, Pelatih Persis Solo Akui Masih Dibayangi Mimpi Buruk Soal Kejadian Ini
Menurut dia, skor besar tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Persis justru tampil baik pada 25 menit awal sebelum kehilangan konsentrasi dan gagal mengendalikan situasi.
Setelah menjalani jadwal padat lima pertandingan dalam 19 hari, Milo mengakui kondisi fisik sejumlah pemain mulai menurun. Karena itu, rotasi menjadi opsi yang sangat mungkin dilakukan.
“Akan ada beberapa rotasi, itu normal karena beberapa pemain kelelahan dan kami membutuhkan materi yang berbeda karena Persebaya adalah tim yang benar-benar berbeda dibanding Malut maupun Persija,” jelasnya.
Perubahan komposisi pemain juga dilakukan untuk menyesuaikan karakter permainan Bajul Ijo. Milo mengklaim staf pelatih telah memetakan titik lemah dan kekuatan lawan.
“Kami tahu di mana kelemahan mereka dan apa kelebihan mereka. Kami akan mencoba menghentikan mereka mencetak gol dan mencoba mengungguli mereka di sini,” tegasnya.
Selain faktor taktik, Persis juga mendapatkan suntikan moral besar dengan kembalinya suporter ke Stadion Manahan setelah dua laga kandang sebelumnya digelar tanpa penonton akibat sanksi disiplin.
Milo menyebut atmosfer yang diciptakan suporter akan menjadi energi tambahan bagi timnya. Dia bahkan menggambarkan dua pertandingan tanpa penonton terasa seperti satu tahun.
“Kami bermain di kandang bersama para suporter kami. Mereka bisa menciptakan suasana yang memberi motivasi besar bagi tim, menjadi pemain ke-12 kami,” tandasnya.(hj/nik)
Editor : Niko auglandy