RADARSOLO.COM - Persaingan papan bawah Super League 2025/2026 ternyata tak kalah menegangkan dibanding perebutan gelar juara. Aroma drama degradasi kini makin terasa tajam jelang kompetisi memasuki dua pekan terakhir.
Momen emosional bahkan terjadi di kubu PSM Makassar. Meski baru saja dihajar telak 0-3 oleh Arema FC pada pekan ke-32, pemain dan tim kepelatihan PSM justru tetap bersorak kegirangan di ruang ganti.
Penyebabnya bukan karena hasil mereka sendiri, melainkan kabar dari Stadion Manahan. Pada saat bersamaan, Persis Solo hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Persebaya Surabaya.
Hasil itu membuat PSM dipastikan aman bertahan di Liga 1 musim depan. Apa pun hasil dua laga tersisa, posisi Juku Eja tak lagi bisa disalip Persis Solo yang masih tertahan di zona merah.
Situasi serupa juga dirasakan Persijap Jepara. Kemenangan mengejutkan 3-0 di kandang Persita Tangerang di Banten International Stadium membuat Laskar Kalinyamat resmi bernapas lega.
Persijap kini dipastikan aman dari ancaman degradasi dan tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Sebaliknya, nasib Persis Solo kini benar-benar di ujung tanduk. Laskar Sambernyawa masih harus berharap pada hasil pertandingan Madura United FC melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Nasib Persis Solo Ternyata Kini Bergantung pada Madura United, Ternyata Ini Alasannya
Jika Madura United mampu meraih kemenangan, maka Persis Solo dipastikan terdegradasi. Klub kebanggaan Kota Bengawan itu akan menyusul Semen Padang FC dan PSBS Biak yang lebih dulu dipastikan turun kasta.
Saat ini posisi klasemen papan bawah dihuni Persijap Jepara dan PSM Makassar dengan 34 poin. Di bawahnya ada Madura United dengan 32 poin, lalu Persis Solo 28 poin, Semen Padang 20 poin, dan PSBS Biak 18 poin.
Situasi ini membuat laga Madura United kontra Bhayangkara FC berubah menjadi pertandingan hidup-mati bagi Persis Solo. Satu hasil saja bisa menentukan apakah Laskar Sambernyawa masih punya harapan, atau resmi jatuh ke jurang degradasi. (nik)
Editor : Niko auglandy