RADARSOLO.COM - Persaingan perebutan gelar BRI Super League semakin panas memasuki akhir musim. Hingga pekan ke-32, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda kini sama-sama mengoleksi 75 poin di papan atas klasemen sementara.
Persib Bandung masih bertahan di posisi pertama setelah mencatatkan 23 kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan sepanjang musim. Maung Bandung juga tampil solid dengan torehan 57 gol dan baru kebobolan 21 kali, menghasilkan selisih gol +36.
Namun tekanan besar kini datang dari Borneo FC Samarinda. Pesut Etam terus menempel ketat usai meraih kemenangan dramatis atas Bali United pada pekan ke-32. Tim asal Kalimantan itu bahkan unggul dalam produktivitas gol dengan catatan 67 gol dan selisih gol +37.
Meski memiliki poin sama, Persib Bandung masih berada di puncak klasemen. Situasi ini membuat dua laga tersisa musim ini dipastikan menjadi penentuan hidup-mati bagi kedua tim.
Persaingan pun diprediksi berlangsung sengit hingga pekan terakhir. Persib maupun Borneo FC sama-sama tak boleh kehilangan poin jika ingin memastikan diri keluar sebagai juara Super League 2025/2026.
Tekanan kini bukan hanya soal kualitas permainan di lapangan, tetapi juga mental menghadapi atmosfer persaingan yang semakin panas di penghujung musim.
PERSIJA JAKARTA PASTIKAN FINIS DI POSISI KETIGA
Persija Jakarta memang gagal meraih poin saat menghadapi Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda.
Dalam duel sarat gengsi pekan ke-32 BRI Super League itu, Macan Kemayoran harus menyerah dengan skor 1-2.
Meski kalah, posisi Persija di papan klasemen nyaris belum tergoyahkan. Tim ibu kota masih bertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 65 poin hasil dari 20 kemenangan, lima kali imbang, dan tujuh kekalahan sepanjang musim ini.
Peluang Persija untuk mengejar gelar juara praktis sangat berat. Pasalnya, dua tim teratas yakni Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung sudah melesat jauh dalam perebutan trofi musim ini.
Kedua tim kini sama-sama mengoleksi 75 poin dan hanya menyisakan dua pertandingan tersisa.
Dengan selisih yang cukup jauh, Persija kini lebih realistis mengamankan posisi tiga besar hingga akhir musim. Namun di bawah mereka, persaingan justru semakin panas.
Dewa United sementara menempati posisi keempat dengan koleksi 53 poin dari 16 kemenangan, lima hasil imbang, dan 11 kekalahan.
Tepat di bawahnya, Persebaya Surabaya dan Malut United sama-sama mengoleksi 52 poin. Persaingan makin ketat karena Bhayangkara FC di posisi ketujuh juga masih membayangi dengan 50 poin.
Selisih poin yang tipis membuat perebutan posisi empat besar dipastikan berlangsung sengit hingga pekan terakhir.
Satu hasil imbang atau kekalahan saja bisa langsung mengubah peta klasemen secara drastis.
Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Fans Indonesia Langsung Heboh
Di tengah perebutan gelar juara yang hampir mengerucut antara Persib dan Borneo FC, drama besar justru kini terjadi dalam perebutan zona elite papan atas Super League musim ini.
PAPAN TENGAH JUGA MENEGANGKAN
Persaingan papan tengah BRI Super League ternyata tak kalah panas dibanding perebutan gelar juara maupun zona degradasi.
Memasuki pekan ke-32, peta persaingan klasemen tengah justru semakin sengit karena selisih poin antar tim sangat tipis.
Kekalahan dramatis Bali United dari Borneo FC Samarinda dengan skor 2-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin malam (11/5/2026), membuat Serdadu Tridatu kini harus turun ke posisi kedelapan klasemen sementara.
Dari 32 pertandingan yang sudah dijalani, Bali United mengoleksi 45 poin hasil dari 12 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan 11 kekalahan.
Sementara itu, nasib kurang baik juga dialami Persita Tangerang. Pendekar Cisadane harus menelan kekalahan telak 0-3 saat menjamu Persijap Jepara.
Hasil tersebut membuat Persita kini tertahan di posisi kesembilan dengan koleksi 44 poin. Kekalahan itu juga membuat persaingan papan tengah semakin rapat dan sulit diprediksi.
Di bawah Persita, Arema FC dan PSIM Yogyakarta sama-sama mengoleksi 42 poin.
Kedua tim masih berpeluang naik peringkat apabila mampu meraih hasil positif di dua laga tersisa musim ini.
Sementara itu, Persik Kediri menempel ketat di posisi ke-12 dengan 41 poin.
Selisih poin yang sangat tipis membuat posisi delapan hingga 12 klasemen Super League musim ini masih sangat mungkin berubah drastis hingga pekan terakhir.
Satu kemenangan saja bisa langsung mengangkat posisi tim ke papan yang lebih tinggi.
Meski tak lagi bersaing dalam perebutan gelar juara, pertarungan menjaga gengsi dan posisi terbaik di klasemen akhir tetap menjadi motivasi besar bagi klub-klub papan tengah Super League musim ini.
PSM DAN PERSIJAP BERTAHAN
Persaingan papan bawah BRI Super League musim ini benar-benar menghadirkan drama besar. Hasil pertandingan pekan ke-32 bahkan mengubah banyak prediksi soal tim yang akan bertahan maupun terdegradasi.
Dua tim yang sudah dipastikan turun kasta sejak pekan sebelumnya, yakni Semen Padang dan PSBS Biak, kembali harus menerima hasil pahit di kandang sendiri.
PSBS Biak dihajar telak Dewa United dengan skor mencolok 0-5. Sementara Semen Padang juga tak berdaya saat dipermalukan Persik Kediri 0-3.
Di sisi lain, kemenangan penting Persijap Jepara atas Persita Tangerang dengan skor 3-0 memastikan Laskar Kalinyamat bertahan di Liga 1 musim depan. Tambahan tiga poin membuat posisi Persijap tak lagi bisa dikejar zona degradasi.
Nasib aman juga dipastikan diraih PSM Makassar. Meski kalah telak 0-3 dari Arema FC, hasil imbang 0-0 antara Persis Solo melawan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan menjadi kabar baik bagi Juku Eja.
PSM dipastikan tetap aman karena unggul head to head atas Persis Solo. Situasi serupa juga dimiliki Persijap Jepara. Artinya, meski Persis mampu menyapu bersih dua laga terakhir, posisi mereka tetap bergantung pada hasil tim lain.
Kini, satu slot degradasi tersisa ternyata hanya diperebutkan dua tim, yakni Persis Solo dan Madura United.
Kekalahan Madura United 1-3 dari Bhayangkara FC membuat asa Persis untuk bertahan masih terbuka. Selisih poin kedua tim kini masih empat angka.
Baca Juga: Eagle Fist Solo Tembus 10 Besar! Borong 60 Medali di Kejuaraan Wushu Piala Wali Kota Surabaya 2026
Persis Solo wajib memenangkan dua laga tersisa melawan Persita Tangerang dan Dewa United apabila ingin menjaga peluang bertahan.
Namun itu saja belum cukup. Laskar Sambernyawa juga harus berharap Madura United gagal meraih poin saat menghadapi PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar.
Drama perebutan tiket bertahan di Super League musim ini dipastikan akan berlangsung hingga pekan terakhir.
Satu kesalahan kecil saja bisa menjadi penentu nasib klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
MADURA UNITED DAN PERSIS HINDARI KURANG DEGRADASI
Persaingan papan bawah BRI Super League benar-benar menghadirkan ketegangan luar biasa. Memasuki dua pekan terakhir kompetisi, posisi tim peringkat 13 hingga 18 masih menjadi sorotan karena menentukan nasib bertahan atau terdegradasi.
Saat ini, Persijap Jepara berada di posisi ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 34 poin. Laskar Kalinyamat mencatatkan sembilan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 16 kekalahan dari 32 pertandingan yang sudah dijalani.
Tepat di bawahnya ada PSM Makassar di posisi ke-14. Juku Eja juga mengoleksi 34 poin hasil dari delapan kemenangan, 10 hasil seri, dan 14 kekalahan sepanjang musim ini.
Sementara itu, posisi ke-15 ditempati Madura United dengan 32 poin. Klub asal Pulau Garam tersebut meraih delapan kemenangan, delapan hasil imbang, dan 16 kekalahan.
Situasi paling tertekan kini dirasakan Persis Solo yang masih tertahan di posisi ke-16 atau batas akhir zona degradasi. Laskar Sambernyawa baru mengumpulkan 28 poin dari enam kemenangan, 10 hasil imbang, dan 16 kekalahan.
Baca Juga: Inilah Jejak Bos Djarum Kudus: Dari Dunia Bulutangkis hingga Kembangkan Ekonomi HIjau
Sedangkan dua posisi terbawah sudah dipastikan menjadi milik Semen Padang dan PSBS Biak.
Semen Padang berada di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin hasil lima kemenangan, lima hasil imbang, dan 22 kekalahan.
Adapun PSBS Biak menjadi juru kunci klasemen di posisi ke-18 dengan 18 poin dari empat kemenangan, enam hasil seri, dan 22 kekalahan.
Dengan kompetisi yang hanya menyisakan dua pertandingan lagi, Semen Padang dan PSBS Biak sudah dipastikan terdegradasi ke kasta bawah musim depan.
Kini, satu tiket degradasi tersisa tinggal diperebutkan antara Persis Solo dan Madura United. Kedua tim masih harus berjibaku hingga pekan terakhir demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sementara itu, Persijap Jepara dan PSM Makassar dipastikan aman dari ancaman degradasi.
Kedua tim unggul head to head atas Persis Solo, sehingga tetap aman meskipun nantinya kalah di dua laga sisa dan Persis mampu menyapu bersih kemenangan hingga akhir musim.
Drama papan bawah Super League musim ini pun dipastikan masih akan berlangsung panas hingga peluit akhir kompetisi nanti. (nik)
Editor : Niko auglandy