RADARSOLO.COM - Hingar bingar perjalanan panjang PSS Sleman di Pegadaian Championship 2025/2026 (Liga 2) akhirnya resmi mencapai garis akhir. Meski gagal mengangkat trofi juara usai tumbang dramatis dari Garudayaksa FC di partai final, Laskar Sembada tetap pulang dengan kepala tegak.
Target utama mereka tercapai. Promosi ke Super Liga 2026/2027 sukses diamankan.
Di balik keberhasilan itu, satu nama tampil paling bersinar. Sosok tersebut adalah Gustavo Tocantins. Striker asal Brasil tersebut menjelma sebagai nyawa permainan sekaligus mesin gol utama PSS sepanjang musim.
Sejak awal kompetisi, Gustavo tampil konsisten membawa PSS bersaing di papan atas Grup Timur. Ketajamannya di lini depan membuat Laskar Sembada mampu menjaga stabilitas permainan, baik saat tampil di kandang maupun tandang.
Tak hanya menjadi top skor tim, Gustavo juga berperan besar dalam membangun serangan. Ia bahkan menjadi salah satu pemain paling komplet di kompetisi musim ini karena mampu mencatatkan kontribusi gol dan assist secara berimbang.
Puncak performanya terlihat pada laga final di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026) malam. Saat PSS tertinggal dua gol di babak pertama, Gustavo tampil sebagai pembeda lewat dua gol penting yang membuat laga kembali hidup.
Meski akhirnya PSS gagal menjadi juara, penampilan heroik Gustavo tetap mendapat apresiasi besar. Operator kompetisi I.League resmi menganugerahinya penghargaan pemain terbaik Pegadaian Championship 2025/2026.
“Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari tim dan memberikan yang terbaik untuk PSS Sleman,” ujar Gustavo usai pertandingan final.
Baca Juga: Hasil Akhir Madura United vs Bhayangkara FC: Sidibe dan Ryo Matsumura Beri Nafas untuk Persis Solo
Bagi Gustavo, promosi ke Super Liga menjadi misi utama sejak awal dirinya datang ke Sleman. Ia bahkan sudah menegaskan target tersebut sejak pramusim pada Agustus 2025 lalu.
“Kombinasi pemain berkualitas, mentalitas kuat, dan pelatih bagus membuat PSS bisa kembali ke kasta tertinggi. Kita akan merayakan itu bersama-sama,” ucapnya kala itu.
Janji tersebut kini benar-benar ia tepati.
Sepanjang musim, Gustavo tampil luar biasa dengan torehan 24 gol. Menariknya, gol-gol tersebut lahir dari berbagai situasi. Ia sama tajamnya dalam skema open play maupun bola mati.
Striker bernomor punggung 11 itu juga menunjukkan kualitas komplet sebagai predator kotak penalti. Ia mampu mencetak gol lewat kaki kanan, kaki kiri, hingga sundulan kepala.
Produktivitasnya semakin menggila ketika bermain di Stadion Maguwoharjo. Dari total 24 gol, sebanyak 15 gol berhasil ia lesakkan di hadapan publik sendiri.
Atmosfer Maguwoharjo memang seolah menjadi panggung favorit Gustavo. Dukungan penuh suporter membuat rasa percaya dirinya meningkat drastis di setiap pertandingan kandang.
“Artinya dia sangat enjoy dan percaya diri ketika bermain di Maguwoharjo. Dukungan suporter memberi energi tambahan untuknya. Daya juang dan insting golnya sangat luar biasa,” ujar pelatih Ansyari Lubis.
Kini, meski gagal menyandingkan promosi dengan gelar juara, perjalanan PSS tetap layak diapresiasi. Mereka berhasil bangkit hanya dalam satu musim untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dan di balik kisah kebangkitan itu, nama Gustavo Tocantins akan selalu dikenang sebagai sosok yang membawa Laskar Sembada pulang ke Liga 1.
Editor : Niko auglandy