RADARSOLO.COM - Hasil imbang tanpa gol antara Persis Solo dan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-32 di Stadion Manahan, Sabtu (9/5), tak hanya menyisakan kekecewaan karena gagal meraih tiga poin. Laga krusial itu juga diwarnai luapan emosi para pemain Laskar Sambernyawa di lapangan.
Sorotan tertuju kepada bek Persis Solo, Luka Dumancic, yang beberapa kali terlihat menunjukkan gestur frustrasi sepanjang pertandingan. Ekspresi tersebut sempat memunculkan spekulasi adanya ketegangan di antara para pemain.
Namun, pemain asal Kroasia itu menegaskan bahwa situasi tersebut merupakan hal yang wajar dalam pertandingan dengan tensi tinggi. Menurutnya, emosi yang muncul semata-mata didorong oleh keinginan besar tim untuk meraih kemenangan.
"Jika Anda merujuk pada saya yang terkadang terlihat marah, itu biasa terjadi. Terkadang Anda punya rencana aksi di kepala, dan jika tidak berjalan sesuai keinginan, Anda merasa frustasi," ujar Luka Dumancic usai pertandingan.
Dia menekankan bahwa luapan emosi di lapangan tidak berkaitan dengan konflik personal antarpemain. Menurutnya, frustasi merupakan bagian alami dari pertandingan yang penuh tekanan.
"Tapi itu tidak masalah, kesalahan bisa terjadi. Kami hanya perlu bereaksi positif terhadap hal itu," lanjutnya.
Luka memastikan seluruh pemain tetap saling mendukung satu sama lain. Baginya, kekompakan tim justru semakin dibutuhkan ketika situasi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana.
"Kami harus saling mendukung. Tidak ada perasaan dendam pribadi, itu hal biasa dalam tensi pertandingan," tegasnya.
Menurut bek berusia 27 tahun tersebut, yang terpenting bukanlah emosi sesaat, melainkan bagaimana tim merespons dan terus berjuang hingga peluit akhir.
"Yang penting adalah reaksi setelahnya dan terus berjuang untuk rekan setim," imbuhnya.
Dalam laga tersebut, Persis Solo memang tampil dominan, terutama di babak kedua. Sejumlah peluang emas berhasil diciptakan, tetapi tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol.
Luka menilai timnya sebenarnya sudah menunjukkan performa yang baik. Hanya saja, para pemain dinilai kurang sabar dalam beberapa situasi penting di depan gawang.
"Pelatih sudah menyampaikan hampir semuanya. Saya ingin menambahkan bahwa kami mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan. Saya rasa di beberapa situasi kami kurang sabar," ungkapnya.
Meski gagal meraih kemenangan, Luka menegaskan peluang Persis Solo untuk bertahan di Super League 2025/2026 masih terbuka lebar. Tim masih memiliki dua pertandingan tersisa untuk menentukan nasib mereka.
"Kami masih punya dua peluang lagi di dua pertandingan sisa. Kami harus tetap percaya dan berjuang lebih keras lagi," tandasnya.
Situasi terkini nasib Persis Solo untuk bertahan di Super League terselamatkan menyusul hasil kekalahan Madura United atas Bhayangkara FC. Namun hal ini juga tak bisa membuat Luka Dumancic dan rekan setimnya untuk bersantai.
Dua laga tersisa wajib dimenankan Persis Solo dengan syarat Madura United gagal memperoleh dua kemenangan di laga tersisa. Dengan hasil tersebut Persis Solo bisa mengamankan posisinya di Super League musim depan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy