RADARSOLO.COM – Nama Kodai Tanaka sempat datang ke Indonesia dengan reputasi yang sangat mengerikan. Striker asal Jepang tersebut direkrut Persis Solo pada awal Super League 2025/2026 setelah tampil luar biasa di Liga Singapura.
Sebelum bergabung dengan Persis Solo, Kodai Tanaka menjadi mesin gol menakutkan bersama Balestier Khalsa di Liga Singapura. Dalam 26 pertandingan, dia sukses mencetak 30 gol dan 15 assist.
Catatan itu bahkan belum menjadi performa terbaiknya. Saat masih membela Albirex Niigata Singapore, Kodai tampil lebih menggila dengan torehan 39 gol dan 11 assist hanya dari 32 pertandingan.
Statistik luar biasa itulah yang membuat sang pemain akhirnya dibawa ke Liga Indonesia dan direkrut Persis Solo sebagai tumpuan baru lini depan Laskar Sambernyawa.
Namun kenyataan di Indonesia ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
Masa transisi bermain di Super League membuat performa Kodai Tanaka tidak semoncer saat tampil di Singapura. Dari 19 pertandingan yang dijalani bersama Persis Solo pada putaran pertama musim 2025/2026, ia hanya mampu mencetak tujuh gol dan satu assist.
Meski demikian, catatan tersebut sebenarnya masih membuat Kodai berstatus sebagai top skor Persis Solo musim ini.
Sayangnya, performa itu rupanya belum cukup membuat pelatih Milomir Seslija benar-benar puas.
Pada bursa transfer pertengahan musim, Persis Solo melakukan perombakan besar terhadap pemain asing mereka. Beberapa pemain dipinjamkan, sementara sebagian lainnya dilepas.
Kodai Tanaka akhirnya diputuskan dipinjamkan ke Dewa United. Namun nasibnya di klub baru justru semakin sulit.
Kodai bukan hanya kalah bersaing dengan para striker yang lebih dulu menjadi andalan Dewa United, tetapi juga sempat mengalami cedera setelah mulai bergabung dalam sesi latihan bersama tim.
Cedera tersebut membuatnya harus menepi cukup lama, tepatnya sejak pekan ke-20 hingga pekan ke-28.
Baca Juga: Sakit Gagal ke Final Masih Membekas, Kendal Tornado FC Youth Siap Lampiaskan ke Adhyaksa FC
Kodai baru menjalani debut bersama Dewa United saat menghadapi Madura United pada 25 April 2026. Sayangnya, ia hanya dimainkan selama 14 menit sebagai pemain pengganti.
Pada pekan berikutnya saat Dewa United menghadapi Persijap Jepara, Kodai bahkan hanya menjadi penghias bangku cadangan tanpa mendapatkan menit bermain.
Situasinya tak banyak berubah dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya. Saat menghadapi Semen Padang FC pada 3 Mei 2026, Kodai cuma diberi kesempatan bermain lima menit menjelang laga berakhir.
Yang lebih menyedihkan, ketika Dewa United melawan PSBS Biak pada 8 Mei 2026 lalu, nama Kodai Tanaka bahkan tidak masuk dalam daftar susunan pemain.
Kini, Dewa United dijadwalkan menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan pada Sabtu malam (16/5/2026). Pertandingan tersebut sebenarnya berpotensi menjadi momen reuni Kodai dengan mantan klubnya.
Namun peluang sang striker tampil dalam laga tersebut diperkirakan sangat kecil.
Selain karena minimnya menit bermain bersama Dewa United, Persis Solo juga dikenal memiliki kebijakan khusus terhadap pemain yang dipinjamkan.
Biasanya, pemain pinjaman tidak diperbolehkan tampil saat klub peminjam menghadapi Persis Solo.
Situasi serupa sebelumnya pernah dialami Gianluca Pandeynuwu yang dipinjamkan ke Arema FC. Gianluca tidak bisa dimainkan saat Arema menghadapi Persis Solo.
Hal yang sama juga sempat dirasakan Sho Yamamoto ketika membela Bhayangkara FC melawan Persis Solo di Stadion Manahan.
Dengan kondisi tersebut, reuni Kodai Tanaka bersama Persis Solo tampaknya berpotensi hanya menjadi penonton dari pinggir lapangan. (nik)
Editor : Niko auglandy