RADARSOLO.COM - Disaat tim Persis Solo senior berjuang di jurang degradasi Super League 2025/2026, masyarakat Kota Bengawan ternyata mendapat sedikit kebanggaan. Tim Persis Solo U-16 harus puas finis sebagai runner up Elite Pro Academy (EPA) Super League U-16 2025/2026 yang digelar di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Sabtu sore (16/5/2026).
Walau gagal juara usai kalah dari Persik Kediri Youth U-16, setidaknya kesuksesan Laskar Sambernyawa muda lolos hingga ke partai puncak patut diapresiasi. Setidaknya masa depan pemain muda Kota Solo kedepannya cukup cerah. Banyak pemain potensial muncul, dan diharapkan beberapa tahun kedepan akan jadi tulang punggung Persis senior di kompetisi profesional.
Di lain sisi, final EPA Super League U-16 2025/2026 yang mempertemukan Persis Solo U16 dan Persik Kediri U-16 berjalan mendebarkan.
Baca Juga: Laga Hidup Mati Persis Solo, Pengamanan Besar-Besaran Dilakukan di Stadion Manahan
Sejak menit awal, pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Persik Kediri tampil lebih dominan dan beberapa kali menekan pertahanan Persis Solo.
Laskar Sambernyawa Muda dipaksa bermain disiplin sambil menunggu celah untuk melancarkan serangan balik.
Pada menit ke-22, kiper Persis Solo, Firlo, menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan gemilang saat berhadapan satu lawan satu dengan penyerang Persik Kediri. Aksi tersebut menjadi momen penting yang menjaga skor tetap imbang tanpa gol.
Baca Juga: Gen Z Rentan Stres dan Kecemasan, RS Dr OEN Kandang Sapi Solo Gelar Seminar Kesehatan Mental
Ancaman kembali datang pada menit ke-28. Persik memperoleh peluang emas di depan gawang, namun Ramadhani tampil sigap menyapu bola tepat waktu. Intervensi krusial itu membuat Persis Solo selamat dari kebobolan ketika tekanan lawan semakin meningkat.
Meski terus berada dalam tekanan, Persis Solo justru mampu mencuri keunggulan pada menit ke-39. Ahnaf melepaskan umpan silang akurat dari sisi lapangan yang disambut Rasya Habibie dengan sundulan tajam ke gawang Persik Kediri. Gol tersebut membawa Persis Solo U-16 unggul 1-0 hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua yang diwarnai hujan gerimis, dominasi Persik Kediri masih berlanjut. Persis Solo memilih bermain lebih dalam dan mengandalkan serangan balik cepat.
Strategi itu sempat berjalan efektif, tetapi pertahanan Laskar Sambernyawa Muda akhirnya runtuh pada menit ke-50 lewat aksi individu Haikal yang sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, Persik terus mendominasi jalannya pertandingan. Namun hingga menit ke-77, Macan Putih Muda belum mampu menambah gol.
Penampilan impresif Firlo di bawah mistar menjadi faktor utama yang membuat Persis Solo tetap bertahan dan menjaga asa meraih gelar juara. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui babak adu penalti.
Persis memulai dengan manis, tiga penendang awal mereka sukses berbuah gol, yang ditendang oleh Aditya Pasha, Alvaro, dan Aden. Sayang dalam drama adu tostosan ini, penendangan keempat Persis yang ditendang oleh I Putu Richi selaku kapten tim berhasil ditepis kiper lawan.
Sebaliknya lima penendang Persik selalu gol, yang ditendang oleh Ali, Dio, Joni, Silva dan Kanneth. Situasi ini membuat Persik Kediri dipastikan menang adu penalti 5-3.
Baca Juga: Hasil Akhir Persebaya Surabaya vs Semen Padang: Green Force Ngamuk dan Pesta Gol
Persis U-16 lolos ke final EPA musim ini, setelah jadi juara grup B di babak penyisihan. Dari 32 laga yang didapat, Persis U-16 meraih 21 kemenangan, 8 seri, dan 3 kali kalah.
Persis U-16 finis dengan raihan 71 poin, unggul jauh dari peringkat kedua grup B yakni Malut United U-16 yang mentok ditabungan 59 poin.
Sayang kesuksesan ini gagal diikuti dua seniornya di Persis Youth yang juga sama-sama terjun di EPA musim ini. Persis U-18 finis di posisi keenam di klasemen akhir grup B dengan tabungan 42 poin, hasil 11 menang, 9 seri, dan 12 kalah.
Sementara Persis U-20 finis di posisi ke-20 dengan 57 poin, hasil 18 kali menang, 3 seri, dan 11 kali kalah. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy