Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pelatih Persis Solo Enggan Terbebani Kutukan Lawan Persita Tangerang

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 19 Mei 2026 | 14:09 WIB
KEOK LAGI: Gelandang Persis Solo Althaf Indie dikawal dua pemain Persita Tangerang di Stadion Manahan, Minggu sore  (4/1/2026).
KEOK LAGI: Gelandang Persis Solo Althaf Indie dikawal dua pemain Persita Tangerang di Stadion Manahan, Minggu sore (4/1/2026).

RADARSOLO.COM - Misi penyelamatan Persis Solo untuk bertahan di Super League 2025/2026 (Liga 1) telah memasuki babak akhir. Tantangan terakhir yang harus dihadapi Laskar Sambernyawa adalah duel tandang melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (23/5/2026).

Secara historis, klub berjuluk Pendekar Cisadane bukan lawan yang mudah bagi Persis Solo.

Berdasarkan data SofaScore, tim asal Kota Bengawan memiliki catatan yang kurang meyakinkan setiap kali berhadapan dengan Persita.

Dalam 10 pertemuan terakhir, Persis hanya mampu meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang. Sementara itu, tujuh pertandingan lainnya berakhir dengan kemenangan Persita Tangerang.

Dominasi tersebut menunjukkan betapa kuatnya Persita saat menghadapi Persis. Bahkan pada pertemuan terakhir musim ini, Pendekar Cisadane sukses mencuri kemenangan 3-1 di Stadion Manahan, Solo.

Baca Juga: Persis Solo, Arema FC, dan Persib Bandung Kena Apes, Ulah Suporter Jadi Penyebab

Jika menilik produktivitas gol, kekuatan kedua tim sebenarnya cukup berimbang. Persita telah mencetak 37 gol, sedangkan Persis mengoleksi 36 gol sepanjang musim ini.

Namun, perbedaan paling mencolok terlihat di lini pertahanan. Persita hanya kebobolan 34 gol dalam 33 pertandingan, sedangkan Persis sudah kemasukan 58 gol.

Baca Juga: Cetak Gol Penentu Kemenangan Persis Solo, Luka Dumancic: Itu Bukan Keberuntungan! 

Catatan itu menjadi salah satu faktor utama yang membuat Laskar Sambernyawa harus berjuang hingga pekan terakhir untuk menghindari degradasi.

Meski demikian, pelatih kepala Persis, Milomir Seslija, menegaskan bahwa statistik masa lalu tidak akan memengaruhi mental anak asuhnya. Menurut pelatih yang akrab disapa Milo itu, rekor buruk justru harus menjadi motivasi untuk mematahkan tradisi negatif.

“Tidak masalah, itu hanya rekor di masa lalu. Sekarang saatnya mematahkan rekor tersebut, dan kami akan memulainya dengan kemenangan,” ujar Milo kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (18/5/2026).

Optimisme Milo bukan tanpa alasan. Ia menilai performa Persis sepanjang putaran kedua menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama setelah sejumlah pemain baru bergabung dan mulai beradaptasi dengan sistem permainan tim.

Menurutnya, jika klasemen hanya dihitung berdasarkan 16 pertandingan terakhir, Persis seharusnya berada di papan tengah, tepatnya di kisaran peringkat sembilan atau sepuluh.

“Dalam 16 pertandingan terakhir, jika dihitung pada putaran kedua, posisi kami setara dengan peringkat sembilan atau sepuluh,” ungkapnya.

Baca Juga: Milomir Seslija Bongkar Kunci Kemenangan Persis Solo atas Dewa United

Berdasarkan catatan tersebut, Milo meyakini Persis layak tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ia menilai timnya telah menunjukkan kualitas yang cukup baik meski harus melakukan banyak perubahan komposisi pemain di tengah musim.

“Kami layak bertahan di liga karena meskipun banyak pemain baru bergabung, kami memainkan beberapa pertandingan yang sangat bagus,” tandasnya.

Baca Juga: Hasil Lengkap Pekan Ke-33 Liga 1: Persib Bandung, Borneo FC, Persis Solo, Madura United, dan PSIM Jogja Beda Nasib

Pada laga terakhir nanti, Persis tidak hanya wajib meraih kemenangan atas Persita, tetapi juga harus berharap Madura United FC gagal menang di pertandingan mereka. Jika kedua syarat tersebut terpenuhi, Laskar Sambernyawa akan tetap bertahan di Super League musim depan.

Dengan segala tekanan dan harapan yang menyertai, pertandingan di Tangerang akan menjadi penentuan nasib Persis Solo. Apakah Laskar Sambernyawa mampu mematahkan rekor buruk sekaligus mengamankan tempat di kasta tertinggi, atau justru harus menerima kenyataan pahit turun ke Liga 2, layak untuk dinantikan. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga 1 #Persita Tangerang