Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

PSIM Jogja Bantu Persis Solo Bernapas di Liga 1, Milomir Seslija Ikut Terharu

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:02 WIB
Laga PSIM Jogja melawan Madura United di Stadion Sultan. agung, Bantul, Minggu malam (17/5/2026). (INSTAGRAM PSIM JOGJA)
Laga PSIM Jogja melawan Madura United di Stadion Sultan. agung, Bantul, Minggu malam (17/5/2026). (INSTAGRAM PSIM JOGJA)

RADARSOLO.COM - Perjuangan Persis Solo untuk bertahan di Super League 2025/2026 (Liga 1) memasuki babak paling menentukan dan menegangkan. Asa Laskar Sambernyawa yang sempat berada di ujung tanduk kini kembali menyala setelah Madura United FC gagal meraih kemenangan saat menghadapi PSIM Yogyakarta, Minggu (17/5/2026).

Hasil tersebut menjadi angin segar bagi tim kebanggaan Kota Bengawan. Persis Solo kini hanya terpaut satu poin dari Madura United di papan bawah klasemen sementara. Situasi ini membuat peluang untuk lolos dari jerat degradasi masih terbuka lebar hingga pekan terakhir kompetisi.

Baca Juga: Pelatih Persis Solo Enggan Terbebani Kutukan Lawan Persita Tangerang

Skenario yang harus diwujudkan pun cukup jelas. Persis wajib memenangi pertandingan terakhir musim ini untuk menambah tiga poin yang sangat krusial melawan Warsito Tangerang. Kemenangan menjadi harga mati jika mereka ingin tetap bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional musim depan.

Namun, kemenangan saja belum cukup menjamin keselamatan. Persis juga harus berharap Madura United gagal meraih kemenangan pada laga pamungkasnya melawan PSM Makassar. Jika kedua syarat itu terpenuhi, Laskar Sambernyawa berpeluang besar menyalip rivalnya dan keluar dari zona merah.

Baca Juga: Persis Solo, Arema FC, dan Persib Bandung Kena Apes, Ulah Suporter Jadi Penyebab

Pelatih kepala Persis Solo Milomir Seslija, mengaku lega melihat hasil pertandingan antara Madura United dan PSIM Yogyakarta. Menurutnya, hasil tersebut sangat positif karena memberikan kesempatan baru bagi anak asuhnya untuk menentukan nasib sendiri di pertandingan terakhir.

“Hasil yang sangat bagus. PSIM menunjukkan karakter yang luar biasa. Mereka bermain sangat profesional untuk diri mereka sendiri dan untuk para pendukungnya,” ujar Milo kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: Cetak Gol Penentu Kemenangan Persis Solo, Luka Dumancic: Itu Bukan Keberuntungan! 

Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu memberikan apresiasi tinggi kepada PSIM yang tetap tampil maksimal meski tidak memiliki kepentingan langsung terhadap persaingan degradasi.

Menurutnya, profesionalisme semacam itu menunjukkan integritas kompetisi yang patut dihargai.

Milo menilai seluruh tim seharusnya memiliki semangat yang sama hingga akhir musim. Baginya, setiap pertandingan harus dijalani dengan komitmen penuh demi menjaga sportivitas dan kualitas kompetisi.

Berkat hasil tersebut, persaingan di papan bawah Super League 2025/2026 semakin memanas. Tidak hanya perebutan gelar juara yang berlangsung sengit, pertarungan untuk menghindari degradasi juga menghadirkan drama hingga pekan terakhir.

Menurut Milo, kondisi ini menjadi bukti bahwa kompetisi sepak bola Indonesia semakin kompetitif. Jarak antartim yang tipis menunjukkan bahwa setiap pertandingan memiliki arti penting dan tidak ada lawan yang bisa dianggap remeh.

“Ini bagus untuk liga karena menunjukkan bahwa kompetisi ini sangat ketat dan menarik,” tandas pelatih yang pernah menangani sejumlah klub di Asia Tenggara tersebut.

Baca Juga: Zanadin Fariz Tegaskan Persis Solo Fight Total di Partai Hidup-Mati Kontra Persita Tangerang

Kini, seluruh harapan Persis Solo bertumpu pada laga terakhir musim ini. Jika mampu mengamankan kemenangan dan mendapat hasil sesuai dari pertandingan Madura United, Laskar Sambernyawa akan menuntaskan misi bertahan di Super League dengan cara yang dramatis dan penuh perjuangan. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Dewa United #Super League #psim jogja #persis solo #Persita Tangerang