Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Masa Depan Belum Jelas, Milo Pilih Fokus Selamatkan Persis Solo di Liga 1

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 19 Mei 2026 | 18:05 WIB
Pelatih Persis Solo Milomir memberi instruksi kepemainnya saat melawan Dewa United di Stadion Manahan, Sabtu (16/5/2026). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Pelatih Persis Solo Milomir memberi instruksi kepemainnya saat melawan Dewa United di Stadion Manahan, Sabtu (16/5/2026). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Persis Solo masih menjaga asa bertahan di Super League 2025/2026. Di tengah tekanan besar yang mengiringi persaingan papan bawah, Pelatih Persis Solo Milomir Seslija memilih memusatkan seluruh fokusnya pada misi menyelamatkan Laskar Sambernyawa daripada memikirkan masa depannya sendiri.

Persis dan Madura United FC kini masih terlibat duel sengit untuk menghindari degradasi hingga pekan terakhir musim ini. Situasi tersebut membuat setiap pertandingan terasa seperti final bagi kedua tim.

Saat pertama datang ke Solo, Milo -sapaan akrab Milomir Seslija- sebenarnya menghadapi situasi yang nyaris mustahil. Selisih poin Persis dengan zona aman cukup jauh, sementara performa tim juga belum stabil. Namun perlahan, pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu mampu mengubah keadaan dan menjaga peluang Persis tetap hidup hingga laga terakhir.

Baca Juga: Pelatih Persis Solo Enggan Terbebani Kutukan Lawan Persita Tangerang

Meski usianya telah menginjak 61 tahun, Milo menegaskan dirinya belum memiliki keinginan pensiun dari dunia kepelatihan. Ia merasa kondisi fisiknya masih sangat baik untuk terus bekerja di level kompetitif.

“Usia tidak berarti apa-apa. Saya masih muda dan berpengalaman. Selama saya sehat, tidak ada masalah,” ujar Milo kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (19/5/2026).

Baca Juga: Persis Solo, Arema FC, dan Persib Bandung Kena Apes, Ulah Suporter Jadi Penyebab

Menurutnya, pengalaman menjadi modal penting dalam dunia kepelatihan. Ia bahkan mencontohkan banyak pelatih dunia yang masih aktif bekerja di usia lebih dari 70 tahun.

“Banyak pelatih yang masih bekerja pada usia di atas 70 tahun. Di usia 61 tahun, saya masih sangat aktif dan mampu menunjukkan kepada para pemain semua yang kami kerjakan,” lanjutnya.

Baca Juga: Cetak Gol Penentu Kemenangan Persis Solo, Luka Dumancic: Itu Bukan Keberuntungan! 

Milo juga menilai usianya bukan hambatan karena tugas pelatih berbeda dengan pemain yang harus terus berlari di lapangan.

“Di liga ini, ada banyak pemain berusia 37 hingga 40 tahun yang masih bermain. Tetapi saya bukan orang yang harus berlari di lapangan,” katanya sambil bercanda.

Meski mulai muncul spekulasi mengenai kelanjutan kariernya di Indonesia, Milo menegaskan dirinya belum memikirkan apakah akan tetap bertahan musim depan. Seluruh pikirannya saat ini hanya tertuju pada satu target: memastikan Persis tetap bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Ia mengingat kembali kondisi tim ketika pertama kali datang ke Solo. Menurutnya, banyak pihak kala itu meragukan peluang Persis untuk selamat dari degradasi.

“Tujuan utama saya ketika datang ke sini adalah berjuang untuk bertahan di liga. Hanya sedikit orang yang percaya hal itu mungkin terjadi karena selisih poin saat itu sangat besar,” ungkapnya.

Baca Juga: Zanadin Fariz Tegaskan Persis Solo Fight Total di Partai Hidup-Mati Kontra Persita Tangerang

Milo menyebut saat itu kondisi fisik dan mental tim juga belum ideal. Persis dinilai hanya mampu tampil maksimal sekitar 60 menit sebelum mengalami penurunan performa.

“Tim ini belum siap; mereka hanya mampu bermain sekitar 60 menit sebelum performanya menurun. Bagi sebagian orang, ini adalah misi yang mustahil, tetapi bagi saya, hal itu tetap mungkin,” tegasnya.

Baca Juga: Milomir Seslija Bongkar Kunci Kemenangan Persis Solo atas Dewa United

Kini perjuangan Persis tinggal menyisakan satu pertandingan terakhir. Namun nasib Laskar Sambernyawa belum sepenuhnya berada di tangan sendiri.

Pada laga penutup musim, Persis akan bertandang ke markas Persita di Indomilk Arena, Sabtu (23/5/2026). Di waktu bersamaan, Madura United akan menghadapi PSM Makassar.

Skenario terbaik bagi Persis adalah menang atas Persita. Jika itu terjadi, Persis dipastikan selamat asalkan Madura United gagal menang. Bahkan jika Persis hanya bermain imbang, peluang bertahan tetap terbuka selama Madura United kalah dari PSM Makassar.

Baca Juga: Milomir Seslija Bongkar Kunci Kemenangan Persis Solo atas Dewa United

Milo memastikan seluruh tim akan berjuang habis-habisan demi mempertahankan marwah sepak bola Solo di level tertinggi.

“Kota ini dan para pendukung Solo yang luar biasa, yang kami ucapkan terima kasih atas dukungannya, sangat layak memiliki tim yang bermain di Super League,” pungkasnya. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Dewa United #persis solo #milomir seslija #Persita Tangerang