Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Drama Degradasi Super League Memanas, Persis Solo dan Madura United Saling Bertarung Nasib

Niko auglandy • Rabu, 20 Mei 2026 | 19:48 WIB
Laga PSIM Jogja melawan Madura United di Stadion Sultan. agung, Bantul, Minggu malam (17/5/2026). (INSTAGRAM PSIM JOGJA)
Laga PSIM Jogja melawan Madura United di Stadion Sultan. agung, Bantul, Minggu malam (17/5/2026). (INSTAGRAM PSIM JOGJA)

RADARSOLO.COM - Madura United FC harus pulang tanpa poin usai takluk 2-1 dari PSIM Yogyakarta pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Minggu (17/5/2026). Kekalahan tersebut membuat perjuangan Laskar Sape Kerrab keluar dari ancaman degradasi semakin menegangkan hingga pekan terakhir musim ini.

Saat ini, Madura United hanya unggul tipis satu poin dari Persis Solo yang masih berada di zona degradasi. Madura United mengoleksi 32 poin, sedangkan Persis Solo menempel ketat dengan 31 poin.

Situasi tersebut membuat persaingan papan bawah semakin panas. Hingga pekan ke-33, baru dua tim yang dipastikan terdegradasi, yakni Semen Padang FC dan PSBS Biak. Satu slot degradasi tersisa kini kompak dihindari Madura United dan Persis Solo.

Baca Juga: Persita Tangerang vs Persis Solo Tanpa Penonton, Suporter Murka: “Misi Selamatkan Solo?”

Penentuan nasib kedua tim akan terjadi pada laga terakhir Super League 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 23 Mei 2026. Persis Solo akan bertandang ke markas Persita Tangerang, sementara Madura United menjamu PSM Makassar.

Di atas kertas, peluang Madura United untuk bertahan memang sedikit lebih terbuka. Selain unggul satu poin dari Persis, mereka juga akan memainkan laga terakhir di kandang sendiri. Namun sepak bola selalu menghadirkan drama yang sulit diprediksi.

Baca Juga: Catat! Ini Jadwal dan Alur Lengkap SPMB Online Karanganyar 2026: Simak Tahapan Pentingnya! Ada Empat Jalur Dibuka

Tekanan kini semakin besar bagi tim asal Pulau Garam tersebut. Sebab satu pertandingan tersisa akan menentukan apakah mereka mampu bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia atau justru harus turun kasta musim depan.

Meski gagal membawa pulang poin dari Bantul, tim pelatih tetap memberikan apresiasi atas perjuangan para pemain yang tampil habis-habisan hingga peluit akhir dibunyikan.

Caretaker pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, mengatakan timnya sudah menunjukkan semangat juang luar biasa sepanjang pertandingan.

“Pertandingan yang luar biasa. Kami memberikan selamat kepada PSIM karena berhasil mengamankan tiga poin. Tapi saya juga harus memberikan apresiasi terhadap pemain kami yang tidak berhenti berjuang hingga menit terakhir,” ujarnya usai pertandingan.

Coach RB mengakui PSIM tampil dominan sejak babak pertama sehingga membuat Madura United kesulitan mengembangkan permainan. Pada babak kedua, Laskar Sape Kerrab mencoba tampil lebih agresif dan sempat memperkecil ketertinggalan, namun usaha itu belum cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan.

Meski demikian, ia tetap bersyukur karena tidak ada pemain yang mengalami cedera maupun terkena akumulasi kartu jelang laga penentuan pekan depan.

“Terlepas dari itu, kami bersyukur karena pemain kami tidak ada yang cedera dan tidak ada yang terkena akumulasi kartu. Karena yang jelas, di pertandingan terakhir kami membutuhkan semua pemain yang ada di Madura United,” tegasnya.

Baca Juga: Masa Depan Belum Jelas, Milo Pilih Fokus Selamatkan Persis Solo di Liga 1

Sementara itu, pemain Madura United, Ilhamsyah, menilai pertandingan berjalan menarik karena kedua tim sama-sama tampil menyerang. Ia menyebut kekalahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum laga terakhir musim ini.

“PSIM lebih beruntung dari Madura. Ini juga menjadi bahan evaluasi bagi kami. Karena kami masih memiliki satu laga final. Saya rasa pelatih sudah melihat apa yang harus disiapkan di pertandingan selanjutnya,” katanya. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #madura united #psm #Persita Tangerang