RADARSOLO.COM - Laga penentuan Persis Solo vs Persita Tangerang menuai kontroversi usai diputuskan laga akan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Keputusan ini diumumkan melalui akun Instagram Persita.
Klub berjuluk Pendekar Cisadane itu menyebut laga harus digelar tertutup setelah hasil rapat koordinasi dengan Kepolisian Daerah Banten yang dilaksanakan pada Selasa (19/5/2026).
“Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kepolisian Daerah Banten hari Selasa (19/5), pertandingan Persita vs Persis pada 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB di Banten International Stadium akan diselenggarakan tanpa penonton, sesuai rekomendasi dari pihak keamanan,” tulis pernyataan resmi Persita.
Persita pun meminta seluruh pendukungnya untuk menghormati keputusan tersebut. Klub berharap para suporter tetap memberikan dukungan dari rumah dan menjaga situasi tetap aman menjelang pertandingan yang sarat tensi tinggi itu.
“Kami mengharapkan seluruh Persita Fans untuk mematuhi keputusan ini demi keamanan dan kelancaran bersama. Mari tunjukkan loyalitas kita dengan cara berbeda, dari mana pun berada,” lanjut pernyataan tersebut.
Keputusan tersebut jelas memantik amarah dan kekecewaan suporter tuan rumah yang menganggap laga tersebut sudah dijual demi mengamankan Persis Solo dari zona degradasi.
Tak cuma suporter Persita yang merasa dirugikan, keputusan ini juga memberikan kesan negatif kepada Madura United yang sedang berjuang untuk lepas dari zona degradasi.
Melalui unggahan di Instagram, Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, memberikan komentar sindiran terkait situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa sepak bola seharusnya berjalan secara fair tanpa campur tangan kekuatan di luar lapangan.
“Biarkan sepak bola itu berjalan dengan caranya. Jika mengerahkan kekuatan di luar lapangan akan merusak citra sepak bola itu sendiri,” tulis Achsanul, Rabu (20/5/2026).
Dia juga menekankan bahwa Madura United memandang sepak bola sebagai simbol persatuan masyarakat Madura, baik yang tinggal di Pulau Madura maupun yang berada di perantauan.
“Lewat sepak bola, Madura seperti menemukan bahasa baru untuk berkata kepada Indonesia: kami ada, kami bersatu, kami punya kebanggaan, kami santun, kami tak seperti yang mereka pikirkan,” lanjutnya.
Achsanul juga menjelaskan bahwa kata “United” dalam nama klub bukan sekadar pelengkap, melainkan pesan untuk menyatukan empat kabupaten di Pulau Madura serta seluruh masyarakat Madura dari berbagai latar belakang.
Dia juga menambahkan bahwa sepak bola telah menjadi medium yang mampu menyatukan masyarakat yang berbeda pilihan politik, kabupaten, dan latar sosial dalam satu semangat yang sama.
“Itulah kenapa kami menghargai sepak bola seutuhnya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut wajar disampaikan mengingat posisi Madura United di klasemen masih belum aman. Pada laga terakhir, Laskar Sape Kerrab akan menghadapi PSM Makassar, sementara Persis Solo bertandang ke markas Persita Tangerang.
Madura United wajib meraih hasil kemenangan, jika hanya mengantongi hasil imbang dan kalah, Persis Solo berpeluang lolos dari zona degradasi dan Madura United harus menerima untuk turun ke Liga 2 musim depan.
Persis Solo sendiri menegaskan tetap akan fokus pada dirinya sendiri agar bisa menang di laga hidup mati nanti.
Head Coach Persis Solo, Milomir Seslija memastikan jika skuadnya akan terus berjuang untuk keluar dari zona degradasi. Dia pun meminta kepada para pendukung untuk terus memberikan motivasi dan doa untuk Persis agar bisa bertahan di Liga ini.
“Sekali lagi kami akan terus berjuang dan ingin bertahan di liga utama lagi musim depan. Dan ketika kita bersama, kita bisa melaluinya. Kita harus terus berjuang bersama,” tuturnya.
Di lain sisi, Rabu sore (20/5) skuad Persis Solo menjalani latihan di Lapangan Kota Barat. Ini jadi latihan terakhir tim sebelum bertolak ke Banten untuk menatap laga kontra Persita.
Dalam sesi latihan ini, ratusan suporter terlihat memadati tribun dan di sekitar lapangan. Banner berbagai tulisan motivasi dibentangkan. Suporter berharap skuad Persis bisa memenangkan laga ini. Apapun nanti endingnya, suporter tetap akan mengawal Persis dalam kondisi apapun, dan di kasta manapun. (nik)
Editor : Niko auglandy