RADARSOLO.COM - Sebelum menjalani laga hidup mati melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium, Serang, Sabtu(23/5/2026) mendatang, Persis Solo menjalani latihan terakhirnya di Kota Bengawan, Rabu Sore (20/5).
Sesi latihan di Lapangan Kotabarat ini, ternyata penuh nyanyian dukungan. Ribuan suporter memadati tribun, memasang banner dengan tulisan motivasi, dan mengelu-elukan nama pemain untuk fokus mempersiapkan diri.
Seluruh elemen suporter Persis Solo berbondong-bondong "nguntapke" dengan misi menghadirkan semangat untuk para punggawa sebelum berangkat ke Banten besok Kamis.
Laga melawan Persita memang akan menentukan nasib Laskar Sambernyawa di Super League musim depan. Jurang degradasi masih mengancam bond kebanggaan warga Solo Raya ini.
Situasi Persis memang belum sepenuhnya aman. Tim asuhan Milomir Seslija masih harus bersaing ketat dengan Madura United dalam perebutan posisi aman dari zona degradasi.
Selain wajib menang di Serang, Persis juga berharap Madura United di waktu yang sama nantinya kalah dari PSM Makassar.
Akan berjuang tanpa kehadiran suporter secara langsung di laga nanti, dukungan suporter sebelum bertanding dianggap sangat penting. Mereka datang bukan hanya untuk menyaksikan latihan, tetapi juga menyampaikan pesan agar para pemain bertarung habis-habisan hingga peluit akhir.
Salah seorang elemen suporter Persis Solo, Yuli menegaskan, apa pun hasil akhir yang diraih Persis Solo, dukungan kepada klub tidak akan pernah surut.
“Harapan kami, apa pun yang terjadi, Persis harus tetap berjuang semaksimal mungkin. Terlepas dari hasil akhirnya, apakah tetap bertahan di Liga 1 atau harus turun ke Liga 2, kami akan tetap ada untuk mereka,” ujar Yuli kepada Jawa Pos Radar Solo.
Yuli mengatakan suporter tidak ingin membebani tim dengan ekspektasi yang terlalu tinggi. Meski demikian, mereka tetap menyimpan keyakinan bahwa Persis mampu menutup musim dengan kemenangan.
“Kami tidak ingin berekspektasi terlalu tinggi, tetapi kami tetap menjaga asa dan optimisme bahwa Persis bisa meraih tiga poin,” katanya.
Optimisme tersebut muncul meskipun Persis memiliki catatan kurang baik saat menghadapi Persita Tangerang. Selain itu, di waktu yang sama, pesaing terdekat mereka, Madura United, juga akan memainkan laga kandang yang berpotensi memengaruhi klasemen akhir.
Berbeda dengan momen degradasi pada 2010, Yuli memastikan suporter tidak akan nekat berangkat ke Tangerang. Keputusan itu diambil setelah panitia pelaksana dan aparat keamanan memastikan pertandingan digelar tanpa kehadiran penonton.
“Kami tidak berencana berangkat ke sana karena pertandingan berlangsung tanpa penonton. Kami tidak ingin memaksakan diri,” jelasnya.
Sebagai gantinya, para suporter akan tetap memberikan dukungan dari Solo dengan menggelar acara nonton bareng. Mereka berharap energi positif yang dikirimkan dari Kota Bengawan dapat dirasakan para pemain di lapangan.
“Kami akan menjaga api semangat di Solo dengan mengadakan nonton bareng di sini. Kami berharap dukungan dan energi yang kami kirimkan dari Solo bisa sampai kepada tim di sana,” tuturnya.
Dengan dukungan penuh dari suporter, Persis Solo kini bersiap menghadapi satu pertandingan yang akan menentukan arah perjalanan klub musim depan. Di tengah tekanan besar, Laskar Sambernyawa membawa satu pesan kuat dari pendukungnya yakni berjuang sampai akhir, apa pun hasilnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy