Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Terancam Sanksi Karena Flare, Manajemen Berharap Denda Komdis Tak Memberatkan

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Kamis, 21 Mei 2026 | 17:12 WIB
Suporter Persis Solo menyalakan flare usai tim kebanggaannya melawan Dewa United di Stadion Manahan (16/5/2026). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Suporter Persis Solo menyalakan flare usai tim kebanggaannya melawan Dewa United di Stadion Manahan (16/5/2026). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Hasil sidang Komite Disiplin PSSI yang digelar 4 Mei 2026 lalu, ternyata Persis Solo harus menerima sanksi denda sebesar Rp 25 juta, karena adanya suporter mereka yang hadir dalam pertandingan melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, 27 April 2026. 

Seperti diketahui, musim ini ada regulasi larangan suporter tamu hadir dalam sebuah pertandingan mendukung klub kebanggaannya. Dan pada laga di Jakarta tersebut, ribuan Persis Fans terlihat hadir mendukung Persis secara langsung.

Kini sanksi lainnya juga mengancam Persis, dan sepertinya akan membuat kantor keuangan manajemen semakin kempis.

Penyalaan flare atau cerawat dan kembang api yang dilakukan suporter Persis Solo di Stadion Manahan Solo usai pertandingan melawan Dewa United (17/5) lalu, dipastikan masuk dalam perhatian Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Baca Juga: Jelang Laga Penentuan, Manajemen Persis Solo Pastikan Semangat Pemain Masih Membara

Kemenangan 1-0 atas Dewa disambut meriah ribuan suporter yang memadati Stadion Manahan. Seusai peluit panjang dibunyikan, tribun stadion dipenuhi nyala cerawat dan kembang api sebagai bentuk selebrasi atas keberhasilan Persis menjaga asa keluar dari ancaman degradasi.

Fenomena serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di Solo. Sejumlah laga kandang terakhir tim-tim Super League musim ini juga diwarnai aksi penyalaan cerawat sebagai bentuk euforia suporter.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan Terakhir Liga 1: Drama Juara dan Degradasi Super League Ditentukan Pekan Ini, Persib Bandung, Borneo FC, Persis Solo, dan Madura United Usung Misi Besar

Namun, penggunaan cerawat dan kembang api di dalam stadion tetap melanggar regulasi kompetisi. Karena itu, aksi tersebut berpotensi membuat Persis Solo menerima sanksi denda dari Komdis PSSI.

Selain melanggar aturan, penyalaan cerawat juga sempat memakan korban. Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar delapan penonton mengalami sesak napas akibat asap cerawat yang memenuhi area stadion.

Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan mengaku, hingga kini pihak klub masih menunggu hasil sidang Komdis PSSI terkait insiden tersebut.

Menurut dia, Komdis biasanya menggelar sidang rutin setiap Rabu dan Kamis untuk membahas berbagai pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan.

“Seingat kami, Komdis itu sidangnya setiap hari Rabu dan Kamis. Kita tunggu saja hasil sidangnya. Mudah-mudahan kalau kena sanksi tidak terlalu banyak,” ujar Ginda kepada media, Rabu (20/5/2026). 

Baca Juga: Drama Degradasi Super League Memanas, Persis Solo dan Madura United Saling Bertarung Nasib

Ginda memahami aksi penyalaan cerawat dilakukan sebagai bentuk pelampiasan euforia suporter setelah menjalani laga kandang terakhir musim ini. Menurut dia, tradisi tersebut memang kerap terjadi di berbagai stadion ketika kompetisi memasuki akhir musim.

“Memang sudah jadi kebiasaan di setiap pertandingan terakhir liga ada sedikit euforia karena sudah selesai main di kandang,” katanya.

Baca Juga: Suporter Persis Solo Kirim Pesan: Bertarunglah Sampai Titik Darah Penghabisan

Meski demikian, Ginda berharap ke depan ada komunikasi yang lebih baik antara suporter dan klub jika ingin melakukan aksi tertentu di stadion.

Hal itu dinilai penting agar semangat dukungan suporter tetap tersalurkan tanpa harus membuat klub menerima sanksi denda dalam jumlah besar.

“Kami berharap ke depannya kalau ada aksi-aksi bisa dikomunikasikan sehingga klub tidak kena denda yang berlebihan,” ungkapnya.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 Mulai Memanas: Zanadin Fariz dan Riyandi Diburu Klub Besar Jelang, Agen Tegaskan Fokus Selamatkan Persis Solo

Di sisi lain, Ginda tetap mengapresiasi dukungan besar yang diberikan suporter kepada Persis Solo dalam situasi sulit musim ini. Menurut dia, kehadiran dan semangat suporter diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi para pemain.

“Saya suka semangatnya, teman-teman mau hadir. Mudah-mudahan pemain juga menganggap ini sebagai lecutan dan penambah semangat,” tuturnya.

Ginda menegaskan manajemen saat ini berusaha memastikan seluruh kebutuhan dan hak pemain terpenuhi agar skuad Persis Solo dapat tampil lepas dan maksimal dalam perjuangan terakhir menyelamatkan diri dari degradasi.

“Pemain harus bermain lepas. Kami dari manajemen hanya memastikan semua hak mereka terpenuhi sehingga bisa bermain maksimal,” pungkasnya. (hj/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#komdis #Dewa United #persis solo #Flare