RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota Surakarta mulai mematangkan cetak biru (roadmap) jangka panjang untuk mendorong kemajuan sepak bola nasional dari level akar rumput. Langkah strategis itu dijalankan melalui kerja sama dengan PSSI serta federasi sepak bola dunia, FIFA.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengungkapkan, Kota Solo dipilih sebagai titik awal program pencarian bakat atau talent pool berskala internasional. Program tersebut difokuskan untuk menjaring bibit-bibit pesepak bola usia dini sebagai fondasi tim nasional masa depan.
“Kami senang sekali karena tadi ada koordinasi bersama Exco PSSI. Kami akan membuat program pencarian bakat untuk anak usia 7 hingga 11 tahun sebagai bagian roadmap Timnas menuju Piala Dunia. Salah satunya nanti diwujudkan lewat Festival Sepak Bola Anak yang akan dimulai dari Kota Solo,” ujar Respati, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Prediksi Persita Tangerang vs Persis Solo, Laga Hidup Mati di Liga 1: Berjuang hingga Titik Akhir
Menurutnya, perwakilan FIFA juga telah melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas olahraga di Solo. Kelengkapan stadion dan lapangan sepak bola di wilayah Solo Raya dinilai menjadi salah satu alasan utama Kota Bengawan dipilih sebagai pusat pengembangan program tersebut.
“FIFA melihat fasilitas lapangan yang dimiliki Solo sangat lengkap. Ini akan menjadi luar biasa ketika festival sepak bola anak digelar di sini. Saya yakin banyak orang tua dari seluruh Indonesia akan datang mengantar anak-anaknya. Dampaknya juga akan menggerakkan ekonomi dan UMKM di Kota Solo,” terangnya.
Respati menilai Solo memiliki modal besar untuk menjadi barometer tata kelola sepak bola usia muda di Indonesia. Karena itu, dia berharap program tersebut mampu menghidupkan kembali atmosfer pembinaan sepak bola usia dini, termasuk Sekolah Sepak Bola (SSB) yang selama ini menjadi fondasi lahirnya pemain-pemain berbakat.
Tak hanya menyasar anak usia 7–11 tahun, program talent pool itu juga akan menjangkau kelompok usia 8–12 tahun. Momentum tersebut dinilai sebagai peluang emas bagi SSB di Solo untuk kembali berkembang dan melahirkan pemain potensial.
“Ini peluang bagus bagi SSB-SSB di Solo untuk hidup kembali. Pembinaan usia dini harus benar-benar diperkuat jika ingin memiliki tim nasional yang kuat di masa depan,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir perwakilan manajemen dan pengurus Garuda United. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pembinaan usia muda dengan ekosistem klub profesional yang terhubung dengan program tim nasional Indonesia.
“Mereka akan membuat festival sepak bola anak di Solo untuk mencari bakat-bakat muda yang nantinya bisa bergabung dengan Garuda United. Ini menjadi langkah awal pembentukan Timnas senior di masa depan. Mimpinya tentu Indonesia bisa tampil di Piala Dunia,” pungkas Respati. (dam/nik)
Editor : Niko auglandy