RADARSOLO.COM – Kenyataan pahit harus ditelan oleh Persis Solo pada penutupan musim BRI Super League 2025/2026, Sabtu (23/5/2026) sore.
Meski sukses memetik kemenangan 3-1 atas Persita Tangerang di laga pamungkas pekan ke-34, klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini resmi dinyatakan terdegradasi ke Liga 2.
Hasil ini memicu kekecewaan mendalam dari sang pelatih kepala, Milomir Seslija, yang menegaskan bahwa tim asal Kota Bengawan ini sama sekali tidak layak turun kasta.
Vonis degradasi ini mengunci posisi Persis Solo di peringkat ke-16 klasemen akhir dengan koleksi 34 poin.
Mereka kalah bersaing dengan Madura United yang mengamankan posisi aman di peringkat ke-14 setelah mengumpulkan 35 poin berkat kemenangan atas PSM Makassar.
Laskar Sambernyawa pun harus turun kasta bersama dua tim lainnya, yakni Semen Padang dan PSBS Biak.
Milo: Solo Punya Segalanya, Tak Pantas Turun Kasta
Usai laga sengit di Banten International Stadium, pelatih kepala Persis Solo yang akrab disapa Coach Milo ini tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan anak asuhnya.
Persis sukses menang lewat gol-gol yang dilesakkan oleh Jefferson (44'), Maricic (74'), dan Dejan Tumbas (90+2').
Sementara tuan rumah hanya membalas lewat bola liar Pablo Ganet (90').
“Kami menghadapi Persita di mana mereka tim yang cukup baik, bermain secara terorganisir dan disiplin. Di babak pertama kami bermain bagus, dan di babak kedua kita melakukan banyak perubahan dan sempat kehilangan fokus sehingga kebobolan. Namun kita masih bisa menambah gol,” urai Milo, dilansir dari laman resmi klub.
Meski bangga atas kemenangan tersebut, pelatih asal Bosnia ini sangat menyayangkan hasil positif ini tidak mampu menyelamatkan nasib tim.
Ia pun menyoroti bahwa infrastruktur dan kultur sepak bola di Solo berada di atas standar tim degradasi.
“Saya hanya bisa bilang terima kasih atas kerja keras seluruh pemain karena mereka memberikan segalanya hari ini. Menurut saya, Persis seharusnya tidak pantas untuk turun divisi karena Solo punya segalanya, mulai dari fasilitas yang baik hingga suporter yang fantastik,” tegas Milo.
Rasa sesak juga diungkapkan oleh perwakilan pemain, Alfriyanto Nico.
Ia menyebut seluruh pemain telah kompak dan termotivasi memberikan yang terbaik untuk membawa pulang tiga poin, namun nasib berkata lain.
"Pertandingan sore ini tidak mudah, semua sudah berjuang bersama dan menjalankan taktik pelatih. Namun, inilah sepak bola," tandas Nico.
Kilas Balik Perjalanan Persis Solo: Dongeng Indah yang Berakhir Getir
Turunnya Persis Solo ke kasta kedua menjadi antiklimaks dari proyek besar yang dibangun dalam setengah dekade terakhir.
Berikut adalah catatan perjalanan naik-turunnya Laskar Sambernyawa:
1. Puncak Kejayaan dan Promosi (2021)
Persis Solo mengakhiri dahaga panjang selama 14 tahun untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2021.
Di bawah kepemilikan manajemen baru yang ambisius, Laskar Sambernyawa keluar sebagai juara Liga 2 2021 setelah menumbangkan RANS Cilegon FC di partai final.
Momen ini disambut pesta pora luar biasa oleh masyarakat Solo.
2. Masa Konsolidasi dan Adaptasi di Liga 1 (2022–2024)
Kembali ke kasta teratas, Persis Solo menjelma menjadi kekuatan yang disegani dan tim jago kandang.
Didukung fasilitas kelas satu di Stadion Manahan serta militansi basis suporter besar seperti Pasoepati dan Surakartans, Persis konsisten bersaing di papan tengah dan kerap menyulitkan tim-tim raksasa tradisional Indonesia.
3. Musim Terjal dan Pintu Keluar Kompetisi (2025/2026)
Memasuki musim 2025/2026, stabilitas tim mulai goyah.
Ketatnya persaingan, kendala konsistensi, hingga pergantian kursi kepelatihan membuat performa tim merosot drastis hingga terjebak di papan bawah.
Kedatangan Milomir Seslija di pertengahan musim sempat memberikan angin segar.
Namun, defisit poin yang terlalu jauh di awal musim membuat perjuangan di pekan-pekan terakhir menjadi sangat berat.
Hingga akhirnya, kemenangan 3-1 di Banten pada Mei 2026 ini menjadi penutup babak yang menyakitkan bagi sejarah sepak bola Solo.
Manajemen kini dihadapkan pada tugas besar untuk melakukan evaluasi total dan merombak skuad agar mampu langsung tancap gas merebut tiket promosi kembali ke kasta tertinggi pada musim depan.
Editor : Syahaamah Fikria