RADARSOLO.COM – Persita Tangerang harus menutup kiprahnya di Super League 2025/2026 dengan hasil mengecewakan. Bermain di Stadion Banten International Stadium, Sabtu sore (23/5), Pendekar Cisadane takluk 1-3 dari Persis Solo pada laga pekan ke-34 atau pertandingan terakhir musim ini.
Kekalahan tersebut membuat suasana ruang ganti Persita dipenuhi kekecewaan. Pelatih Carlos Pena bahkan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, timnya tidak menampilkan performa yang layak untuk meraih kemenangan. Ia menilai Persita terlalu mudah kebobolan dan melakukan sejumlah kesalahan mendasar yang berujung pada gol-gol Persis.
Baca Juga: Ruko Tiga Lantai di Solo Baru Ternyata Markas Penipuan Internasional, Tetangga Mengira Kantor Biasa
"Pertama-tama saya ingin meminta maaf kepada seluruh suporter kami. Saya rasa kami tidak tampil cukup baik hari ini. Kami kebobolan gol-gol yang terlalu mudah," ujar Carlos Pena.
Pena mengaku sulit mencari banyak alasan atas kekalahan tersebut. Ia menilai gol-gol yang bersarang ke gawang Persita terjadi akibat kelengahan yang seharusnya bisa dihindari.
"Gol pertama sangat mudah terjadi, begitu juga gol kedua. Itu tidak seharusnya terjadi," lanjutnya.
Lebih jauh, Carlos Pena mengungkapkan bahwa dua setengah bulan terakhir menjadi periode yang berat bagi timnya.
Dia berharap berakhirnya musim dapat menjadi momentum evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang muncul sepanjang kompetisi.
"Saya pikir satu-satunya hal baik hari ini adalah musim sudah berakhir. Dua setengah bulan terakhir tidak berjalan dengan baik bagi kami. Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk memperbaiki keadaan di masa depan," katanya.
Baca Juga: Persis Solo Degradasi, Wali Kota Respati Ardi Minta Semua Pihak Introspeksi
Senada dengan sang pelatih, perwakilan pemain Persita, Javlon Guseynov, juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang berharap timnya bisa menutup musim dengan hasil positif.
"Saya mewakili tim ingin meminta maaf kepada para suporter dan semua pihak yang berharap kami menang hari ini. Kami sangat kecewa dengan hasil ini," ujarnya.
Bek asal Uzbekistan tersebut mengakui bahwa dalam dua bulan terakhir Persita menghadapi situasi yang tidak mudah. Karena itu, ia berharap berakhirnya musim dapat menjadi titik awal pembenahan tim.
"Kami kecewa besar. Seperti yang dikatakan pelatih, mungkin yang terbaik sekarang adalah musim sudah selesai karena dua bulan terakhir sangat berat bagi kami," tambahnya.
Meski menelan kekalahan di laga penutup, Persita tetap mengakhiri musim di papan tengah klasemen. Sementara kemenangan tersebut sempat menjaga asa Persis Solo dalam perburuan lolos dari ancaman degradasi hingga pekan terakhir kompetisi. (nik)
Editor : Niko auglandy