RADARSOLO.COM – Persis Solo menutup musim dengan sebuah kemenangan manis. Sayangnya, tiga poin yang diraih di pekan terakhir tidak cukup untuk menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari jurang degradasi.
Persis dipastikan turun kasta ke Championship atau Liga 2 musim depan meski berhasil menundukkan Persita Tangerang dengan skor 3-1 pada laga pekan ke-34 Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Sabtu (23/5).
Pada saat yang sama, pesaing terdekat mereka dalam perebutan tiket bertahan, Madura United, sukses mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bangkalan. Hasil tersebut membuat Madura United berhasil keluar dari ancaman degradasi dan mengamankan tempat di kasta tertinggi musim depan.
Persis sebenarnya mampu menyelesaikan musim dengan raihan poin yang sama dengan PSM Makassar. Namun, Laskar Sambernyawa kalah dalam perhitungan head to head sehingga harus finis di bawah Juku Eja.
Kondisi itu membuat Persis harus menerima kenyataan pahit menjadi salah satu tim yang terdegradasi. Klub kebanggaan Kota Bengawan tersebut akan menemani PSBS Biak dan Semen Padang yang lebih dahulu dipastikan turun kasta.
Di Tangerang, Persis tampil penuh determinasi sejak awal laga. Tim asuhan Milomir Seslija berhasil memecah kebuntuan menjelang turun minum melalui tendangan keras Jefferson pada menit ke-44.
Baca Juga: Persis Solo Degradasi, Wali Kota Respati Ardi Minta Semua Pihak Introspeksi
Memasuki babak kedua, Persis semakin percaya diri. Keunggulan bertambah setelah Maricic mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-74.
Persita sempat memperkecil ketertinggalan melalui Pablo Ganet pada menit ke-90. Namun hanya berselang dua menit, Dejan Tumbas memastikan kemenangan Persis lewat gol ketiga yang mengubah skor menjadi 3-1 hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Persis, Milomir Seslija, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain yang mampu menampilkan performa maksimal dalam laga penutup musim.
"Kami menghadapi Persita yang merupakan tim bagus, bermain terorganisir dan disiplin. Di babak pertama kami bermain cukup baik. Di babak kedua kami melakukan banyak perubahan dan sempat kehilangan fokus sehingga kebobolan. Namun kami masih bisa menambah gol," ujar Milo.
Pelatih asal Bosnia tersebut menilai timnya layak memenangkan pertandingan. Namun, ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaan karena kemenangan tersebut tetap gagal menyelamatkan Persis dari degradasi.
"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain karena mereka telah memberikan segalanya. Mereka sudah memberikan yang terbaik hari ini," katanya.
Milo bahkan menegaskan bahwa Persis sejatinya tidak pantas bermain di kasta kedua.
"Menurut saya Persis tidak pantas turun divisi. Solo memiliki segalanya, fasilitas yang baik dan suporter yang luar biasa," ucapnya.
Meski demikian, ia optimistis Persis mampu bangkit lebih kuat pada masa mendatang.
"Saya percaya Persis akan kembali secepatnya. Pelajaran musim ini akan membuat klub tumbuh lebih baik, berkembang lebih baik, dan menjadi lebih kuat," tegasnya.
Sementara itu, bek Persis Alfriyanto Nico mengaku sedih meski timnya berhasil menutup musim dengan kemenangan.
Menurut Nico, seluruh pemain sudah berjuang maksimal dan menjalankan instruksi pelatih dengan baik sepanjang pertandingan.
"Pertandingan sore ini tidak mudah. Tetapi teman-teman sangat termotivasi untuk meraih tiga poin. Kami kompak, sudah memberikan yang terbaik, dan menjalankan taktik dari pelatih. Namun inilah sepak bola," ujarnya.
Kemenangan di Tangerang menjadi penutup yang manis sekaligus menyakitkan bagi Persis Solo. Sebab, di tengah euforia meraih tiga poin, Laskar Sambernyawa tetap harus menerima kenyataan pahit meninggalkan kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah beberapa musim terakhir menjadi salah satu kekuatan yang disegani. (nik)
Editor : Niko auglandy