RADARSOLO.COM - Persis Solo dipastikan terdegradasi dari Super League musim 2025/2026. Kemenangan 3-1 atas Persita Tangerang pada laga terakhir musim ini ternyata tidak cukup menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari jurang degradasi.
Harapan Persis sempat membuncah saat mampu menuntaskan tugasnya dengan meraih tiga poin. Namun, nasib tim kebanggaan Kota Bengawan itu ditentukan hasil pertandingan lain.
Di saat bersamaan, Madura United sukses mengalahkan PSM Makassar. Hasil tersebut membuat Madura United lolos dari ancaman degradasi.
Persis sebenarnya mengoleksi poin yang sama dengan PSM. Namun, tim asuhan Milomir Seslija kalah dalam perhitungan head to head dari PSM sehingga harus puas tetap berada di zona merah klasemen akhir. Alhasil, Persis harus legawa turun kasta bersama Semen Padang dan PSBS Biak.
Kepastian degradasi itu langsung memicu gelombang kekecewaan dari suporter. Media sosial klub dibanjiri kritik, cibiran, hingga tuntutan evaluasi besar-besaran kepada jajaran manajemen.
Banyak pendukung berharap Persis segera melakukan pembenahan menyeluruh agar mampu bangkit dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim berikutnya.
Menanggapi situasi tersebut, manajemen akhirnya buka suara. Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan menyampaikan, permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pendukung yang selama ini setia memberikan dukungan kepada tim.
"Hari ini adalah hari yang berat bagi kita semua. Sebagai direktur, saya berdiri di sini dengan penyesalan mendalam dan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh suporter yang telah memberikan segalanya untuk tim ini. Saya menyadari bahwa kekecewaan kalian adalah cerminan dari kegagalan kami dalam memenuhi ekspektasi dan menjaga kebanggaan kota ini," ujarnya.
Ginda mengaku memahami rasa sakit yang dirasakan para suporter. Namun, dia meminta kekecewaan tersebut dijadikan motivasi untuk membawa Persis bangkit kembali.
"Saya tidak meminta kalian untuk melupakan rasa sakit ini. Simpanlah, dan jadikan itu bahan bakar bagi kita semua untuk kembali ke tempat yang seharusnya. Sampai saat ini saya tidak pernah meragukan loyalitas serta kontribusi kalian kepada Sambernyawa. Pada saat badai datang seperti ini, saya yakin ini menjadi momen bagi kita semua untuk kembali merekatkan barisan menjadi lebih kuat," lanjutnya.
Dia juga menegaskan akan mempertanggungjawabkan hasil buruk musim ini kepada para pemilik klub.
Menurutnya, manajemen tidak akan membiarkan pengorbanan dan air mata suporter berakhir sia-sia.
"Kami akan segera berbenah, memperbaiki pondasi yang retak, dan bekerja dua kali lebih keras. Setelah kompetisi usai, kami tidak akan mengambil jeda panjang dan langsung mempersiapkan restrukturisasi di semua lini, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran staf kepelatihan, ofisial, dan staf agar bisa segera merancang kerangka tim mulai Juni mendatang," tegasnya.
Meski harus menerima kenyataan pahit terdegradasi, Ginda optimistis Persis mampu bangkit dan kembali ke level tertinggi sepak bola nasional.
"Kita jatuh bersama hari ini. Namun dengan dukungan kalian, saya yakin kita akan bangkit dan kembali dengan mentalitas yang jauh lebih kuat. Sakjose," pungkasnya. (nik)
Editor : Niko auglandy