Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Klasemen Akhir Liga 1 2025/2026: Persib Bandung Juara, Tiga Tim Termasuk Persis Solo Dipastikan Terdegradasi ‎

Niko auglandy • Minggu, 24 Mei 2026 | 15:16 WIB
 
Pertandingan Persis Solo melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium, Sabtu (23/5/2026). (TIM MEDIA PERSIS SOLO)
Pertandingan Persis Solo melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium, Sabtu (23/5/2026). (TIM MEDIA PERSIS SOLO)

RADARSOLO.COM – Borneo FC Samarinda menutup musim Super League 2025/2026 dengan kemenangan spektakuler. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Segiri, Sabtu (23/5/2026), Pesut Etam menggulung Malut United dengan skor telak 7-1.

‎Namun kemenangan besar tersebut tetap belum cukup mengantarkan Borneo FC meraih gelar juara musim ini.

‎Pada saat yang sama, Persib Bandung hanya bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Hasil itu membuat Persib dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 79 poin di akhir kompetisi.

Baca Juga: "Kami Tidak Akan Membiarkan Air Mata Kalian Sia-Sia": Pesan Menyentuh Direktur Persis Solo Usai Tim Terdegradasi ke Liga 2

‎Meski memiliki jumlah poin identik, Persib berhak menempati posisi puncak klasemen karena unggul head to head atas Borneo FC. Dengan demikian, Maung Bandung resmi dinobatkan sebagai juara Super League 2025/2026.

‎Bagi Borneo FC, hasil ini tentu menyisakan kekecewaan besar. Pasalnya, mereka berhasil meraih kemenangan lebih banyak dibanding Persib sepanjang musim.

Baca Juga: Jefferson, Maricic, dan Tumbas Menangis Usai Persis Solo Terdegradasi, Milo: Persis Tak Pantas Turun Kasta, Tapi Inilah Sepak Bola

‎Pesut Etam membukukan 25 kemenangan, empat hasil imbang, dan lima kekalahan dari 34 pertandingan. Sementara Persib mencatat 24 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan. 

‎Borneo juga tampil lebih produktif dengan torehan 74 gol sepanjang musim, jauh di atas Persib yang mencetak 59 gol. Namun regulasi head to head menjadi penentu akhir perebutan gelar juara.

‎Meski gagal mengangkat trofi, perjalanan Borneo FC musim ini tetap layak mendapat apresiasi. Mereka menjadi satu-satunya tim yang mampu terus menekan Persib hingga pekan terakhir kompetisi.

Baca Juga: Pensiunan PNS Sukses Sulap Rumah Mangkrak di Tengah Sawah Klaten Jadi Owah Cafe hingga Terbantu KUR BRI

‎Kemenangan telak atas Malut United menjadi bukti bahwa Pesut Etam telah memberikan segalanya hingga pertandingan terakhir. Sayangnya, nasib juara tidak sepenuhnya berada di tangan mereka.

‎Persib akhirnya berdiri di puncak klasemen dan mengangkat trofi juara. Sementara Borneo FC harus puas finis sebagai runner-up, meski menutup musim dengan kemenangan terbesar pada pekan terakhir kompetisi.

Baca Juga: Menelaah Makna Mendalam Pementasan Wanita Dalam Pelita di TBJT: Menghidupkan Kembali Suara Marsinah

‎Persib juga mencatat sejarah baru sepak bola Indonesia. Gelar musim ini membuat Maung Bandung sukses meraih hattrick juara setelah sebelumnya juga menjadi kampiun pada musim 2023/2024 dan 2024/2025.

PERSIJA AMANKAN POSISI TIGA, PERSEBAYA SALIP  PESTA GOL

‎Pekan terakhir Super League 2025/2026 tak hanya menentukan juara dan tim yang terdegradasi. Persaingan di papan tengah hingga zona atas klasemen juga mengalami perubahan setelah sejumlah tim meraih kemenangan besar pada laga penutup musim, Sabtu (23/5/2026).

‎Sorotan tertuju kepada Persija Jakarta yang sukses mengalahkan Semen Padang dengan skor 3-0. Kemenangan tersebut memastikan Macan Kemayoran menutup musim di posisi ketiga klasemen akhir.

Baca Juga: Catat Perputaran Uang Rp1,13 Triliun, Agen BRILink di Klaten Sumbang FBI Rp1,9 Miliar

‎Persija mengoleksi 71 poin dari 34 pertandingan hasil 22 kemenangan, lima kali imbang, dan tujuh kekalahan. Tim ibu kota juga tampil impresif dengan torehan 65 gol dan hanya kebobolan 29 kali sepanjang musim.

‎Sementara itu, Persebaya Surabaya menutup kompetisi dengan cara yang sangat meyakinkan. Bajul Ijo menghancurkan Persik Kediri lima gol tanpa balas dalam Derby Jawa Timur.

Baca Juga: Ngaku Operator Credit Card, Residivis Gondol Laptop Teman Kost di Manahan

‎Tambahan tiga poin membuat Persebaya finis di posisi keempat dengan 58 poin. Tim asal Kota Pahlawan itu mencatatkan 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan delapan kekalahan dari 34 pertandingan.

‎Kemenangan telak tersebut sekaligus memastikan Persebaya unggul cukup jauh dari kelompok tim yang menguntit di bawahnya.

‎Persaingan posisi lima hingga tujuh berlangsung sangat ketat. Tiga tim mengakhiri musim dengan jumlah poin identik, yakni 53 poin.

Baca Juga: Cara Lihat Pengumuman SNBT 2026, 2 Hari Lagi Cek Lolos ke PTN atau Tidak?

‎Posisi kelima ditempati oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC yang unggul dalam perhitungan klasemen. Di bawahnya terdapat Malut United FC di peringkat keenam dan Dewa United Banten FC di posisi ketujuh.

‎Meski gagal finis di empat besar, ketiga tim tersebut tetap menunjukkan performa kompetitif sepanjang musim dan sempat beberapa kali meramaikan persaingan papan atas.

Baca Juga: Daftar Juara Liga Sepak Bola Indonesia Sejak Era Kemerdekaan hingga Kampiun Super League 2025/2026, Persib Samai Rekor Hattrick 55 Tahun Silam

‎Di posisi kedelapan, Bali United FC menutup musim dengan 51 poin. Sementara Arema FC berada di peringkat kesembilan dengan 48 poin.

‎Kekalahan dari Persis Solo membuat Persita Tangerang harus puas finis di posisi ke-10 dengan 45 poin. Jumlah poin mereka sama dengan PSIM Yogyakarta yang menempati peringkat ke-11.

‎Sementara itu, kekalahan telak dari Persebaya membuat Persik Kediri mengakhiri musim di posisi ke-12 dengan 39 poin. Sedangkan Persijap Jepara berada satu tingkat di bawahnya dengan 36 poin.

PERSIS, PSBS DAN SEMEN PADANG TERDEGRADASI

‎Kemenangan 3-1 atas Persita Tangerang pada pekan terakhir Super League 2025/2026 ternyata belum cukup menyelamatkan Persis Solo dari ancaman degradasi.

‎Laskar Sambernyawa memang sukses menutup musim dengan raihan tiga poin di Banten International Stadium, Sabtu (23/5/2026). Namun hasil tersebut tidak mampu mengubah nasib mereka yang harus turun ke Championship atau Liga 2 musim depan.

Baca Juga: Ajang Putra Putri Solo 2026 Jaring Generasi Muda Berbakat, Gelar Roadshow di NEO Solo Grand Mall: Cek Syarat Pendaftaran

‎Penyebab utama kegagalan Persis bertahan di kasta tertinggi adalah kemenangan yang diraih Madura United FC atas PSM Makassar dengan skor 2-0 pada waktu yang bersamaan.

‎Tambahan tiga poin membuat Madura United melesat keluar dari zona merah dan mengamankan posisi ke-14 klasemen akhir dengan koleksi 35 poin.

Baca Juga: Viral Link Video Kebaya Cokelat Muda Durasi 45 Detik Gegerkan Pemburu Tautan, Benarkah Ada atau Cuma Modus Berbahaya?

‎Sementara itu, Persis Solo dan PSM Makassar sama-sama mengakhiri musim dengan 34 poin. Namun regulasi kompetisi menempatkan PSM di atas Persis karena unggul dalam rekor pertemuan atau head to head.

‎Situasi tersebut membuat PSM bertahan di Super League musim depan, sedangkan Persis harus menerima kenyataan pahit turun kasta.

‎Degradasi ini menjadi pukulan telak bagi klub kebanggaan Kota Bengawan. Apalagi Persis memiliki fasilitas yang memadai, basis suporter besar, serta dukungan publik yang luar biasa sepanjang musim.

Baca Juga: Tersapu Air Bah saat BAB, Warga Semarang Meninggal di Banjir Kanal Barat

‎Meski demikian, buruknya konsistensi performa sepanjang kompetisi membuat Persis gagal keluar dari tekanan di papan bawah. Dari 34 pertandingan, Laskar Sambernyawa hanya mampu meraih delapan kemenangan, 10 hasil imbang, dan menelan 16 kekalahan.

‎Persis akhirnya finis di posisi ke-16, tepat satu strip di bawah zona aman.

Baca Juga: Hasil Akhir Persita vs Persis Solo BRI Super League 2025/2026, Hujan Gol di Menit Akhir Tak Selamatkan Laskar Sambernyawa: Turun Kasta!

‎Klub yang pernah menjadi salah satu kekuatan tradisional sepak bola Indonesia itu kini harus menyusun ulang kekuatan untuk menghadapi kerasnya persaingan di Liga 2 musim depan.

‎Persis juga menjadi tim ketiga yang terdegradasi setelah sebelumnya nasib serupa dialami oleh Semen Padang FC dan PSBS Biak.

‎Kemenangan atas Persita menjadi penutup yang manis sekaligus menyakitkan bagi Persis Solo. Sebab, saat peluit panjang berbunyi di Tangerang, harapan untuk bertahan masih hidup. Namun kabar kemenangan Madura United di Bangkalan langsung mengubur mimpi tersebut.

Baca Juga: Mobil Listrik BYD Atto 3 Resmi Meluncur, Jarak Tempuh Tembus 630 Km Sekali Cas

‎Laskar Sambernyawa pun harus legawa mengakhiri musim dengan air mata dan bersiap memulai perjuangan baru di Liga 2 musim depan. (nik) ‎

Editor : Niko auglandy
#psim jogja #persis solo #Persib #borneo fc