
RADARSOLO.COM – Kegagalan Persis Solo bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menyisakan luka mendalam bagi seluruh elemen klub.
Setelah dipastikan terdegradasi dari Super League 2025/2026, rasa kecewa tidak hanya dirasakan manajemen, pemain, dan suporter, tetapi juga para pemain asing yang selama semusim berjuang bersama Laskar Sambernyawa.
Salah satu yang menunjukkan kesedihannya adalah striker asal Brasil, Bruno Gomes. Melalui akun Instagram resminya, Bruno mengunggah pesan emosional yang ditujukan kepada seluruh keluarga besar Persis Solo.
Baca Juga: Klub Ini Bocorkan Jadwal Kickoff Liga 2 2026/2027: Persis Solo dan Semen Padang Tak Boleh Lama-Lama Bersedih, Harus Langsung Tancap Gas Dari Sekarang
Penyerang bernomor punggung 9 itu mengawali pesannya dengan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan suporter selama dirinya membela Persis.
Dia mengaku bersyukur atas setiap momen yang telah dilewati bersama dan menegaskan bahwa Persis akan selalu memiliki tempat spesial di hatinya.
Bruno juga menyampaikan permintaan maaf karena gagal membawa tim mencapai target bertahan di kompetisi kasta tertinggi. Meski demikian, ia menegaskan telah memberikan seluruh kemampuan terbaiknya di setiap pertandingan.
"Saya berjuang, saya berusaha, saya mencetak gol, saya membuat kesalahan, tetapi saya selalu melakukan yang terbaik," tulis Bruno.
Baca Juga: Klasemen Akhir Liga 1 2025/2026: Persib Bandung Juara, Tiga Tim Termasuk Persis Solo Dipastikan Terdegradasi
Pemain berusia 29 tahun itu turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak di klub, mulai dari manajemen, staf pelatih, rekan setim, hingga para pendukung yang setia mendampingi Persis dalam situasi sulit.
Dalam unggahannya, Bruno juga menyebut Persis sebagai klub besar yang tidak layak bermain di kompetisi level kedua. Ia optimistis Laskar Sambernyawa mampu bangkit dan segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Saya berharap yang terbaik untuk masa depan kalian semua, karena klub ini tidak pantas berada di divisi kedua, dan saya yakin kalian akan segera kembali," lanjutnya.
Baca Juga: "Kami Tidak Akan Membiarkan Air Mata Kalian Sia-Sia": Pesan Menyentuh Direktur Persis Solo Usai Tim Terdegradasi ke Liga 2
Menariknya, pesan yang ditulis Bruno terasa seperti sebuah salam perpisahan. Kalimat penutup yang ia tulis semakin memperkuat spekulasi bahwa kebersamaannya dengan Persis mungkin telah berakhir seiring berakhirnya musim ini.
"Semoga Tuhan memberkati kalian semua. Sampai jumpa lagi, Persis Solo. Aku sayang kalian semua. SAKJOSEEEE," tulis Bruno.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai masa depan Bruno Gomes bersama Persis Solo.
Namun pesan tersebut langsung mendapat respons dari para suporter yang membanjiri kolom komentar dengan ucapan terima kasih atas dedikasi sang striker selama membela Laskar Sambernyawa.
Meski gagal menyelamatkan Persis dari degradasi, Bruno tetap menjadi salah satu pemain yang meninggalkan kesan mendalam bagi Pasoepati dan Surakartans. Kini, baik Persis maupun para pendukungnya harus menatap musim baru di Championship 2026/2027 dengan harapan bisa segera kembali ke kasta tertinggi.
Datang di Tengah Musim
Bruno Gomes bergabung dengan Persis Solo pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Ia direkrut untuk menambah daya gedor lini depan setelah sebelumnya memperkuat Semen Padang FC.
Pemain yang pernah tercatat sebagai bagian dari skuad Genoa pada musim 2015/2016 itu pertama kali merasakan atmosfer sepak bola Indonesia saat membela Semen Padang pada musim 2024/2025.
Musim debutnya bersama Kabau Sirah berjalan cukup impresif. Dari 17 pertandingan, Bruno berhasil mengemas delapan gol dan enam assist.
Catatan tersebut membuat manajemen Semen Padang memperpanjang kontraknya untuk musim berikutnya.
Namun performanya menurun pada musim 2025/2026. Dalam 11 penampilan bersama Semen Padang, Bruno hanya mampu mencetak dua gol. Situasi itu membuatnya akhirnya dilepas pada bursa transfer tengah musim dan berlabuh ke Persis Solo.
Cukup Produktif Bersama Persis
Meski datang saat kompetisi sudah berjalan, Bruno mampu memberikan kontribusi yang cukup baik bagi Persis. Bersama Laskar Sambernyawa, ia tampil dalam 12 pertandingan dengan torehan empat gol dan satu assist.
Sayangnya, kontribusi tersebut belum cukup untuk menyelamatkan Persis dari degradasi. Tim kebanggaan Kota Solo itu harus mengakhiri musim di zona merah dan turun ke Championship musim depan.
Kini, keputusan berada di tangan manajemen Persis. Pengalaman, kualitas, dan rekam jejak Bruno di sepak bola Indonesia tentu menjadi pertimbangan penting.
Di sisi lain, status Persis yang turun kasta bisa memengaruhi arah kebijakan klub dalam menyusun skuad baru.
Apakah Bruno Gomes akan tetap menjadi ujung tombak Persis dalam misi kembali ke kasta tertinggi, atau justru melanjutkan kariernya di klub lain?
Jawabannya kemungkinan baru akan terungkap dalam beberapa pekan mendatang saat aktivitas bursa transfer bergulir. (nik)