RADARSOLO.COM - PSIS Semarang tampaknya tidak ingin berlama-lama larut dalam hasil musim lalu. Meski kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 baru saja berakhir, Mahesa Jenar langsung bergerak cepat menyiapkan kekuatan untuk musim depan dengan menunjuk Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih kepala anyar.
Kehadiran Widodo tentu bukan tanpa alasan. Pelatih yang akrab disapa WCP itu baru saja sukses mengantarkan Garudayaksa FC menjadi juara Pegadaian Championship 2025/26.
Sebelumnya, ia juga dikenal sebagai sosok yang berhasil membawa Persijap Jepara promosi ke kasta tertinggi pada musim 2024/25 serta mengantarkan Persita Tangerang promosi pada 2019.
Baca Juga: Tragis, Dua Atlet Dayung Pemalang Tenggelam saat Latihan di Sungai: Tim SAR Masih Lakukan Pencarian
Penunjukan Widodo menjadi sinyal tegas bahwa PSIS serius membidik tiket promosi kembali ke Super League musim depan.
Bagi Persis Solo, perkembangan ini tentu menjadi alarm yang tidak boleh diabaikan. Laskar Sambernyawa yang baru saja terdegradasi dari Super League 2025/26 dipastikan akan menghadapi kompetisi yang jauh dari kata mudah.
Jika komposisi peserta tidak banyak berubah, peluang tersajinya Derby Jawa Tengah antara Persis Solo dan PSIS Semarang pada musim depan terbuka sangat lebar.
Duel dua tim besar dengan sejarah panjang tersebut dipastikan akan menjadi salah satu pertandingan paling dinanti di Pegadaian Championship 2026/27.
Lebih dari sekadar perebutan tiga poin, laga Persis kontra PSIS selalu membawa gengsi, harga diri, dan rivalitas yang telah terbangun selama puluhan tahun. Karena itu, Persis tidak boleh hanya mengandalkan nama besar klub.
Musim ini menjadi bukti bahwa sejarah dan dukungan suporter yang besar tidak cukup untuk menjamin kesuksesan di lapangan.
Persis harus melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari struktur manajemen tim, perekrutan pemain, penentuan target, hingga sosok pelatih yang akan memimpin kebangkitan klub.
Kabar bahwa Pegadaian Championship 2026/27 akan dimulai pada September mendatang juga memberi keuntungan tersendiri. Jika jadwal tersebut benar, maka Persis memiliki waktu sekitar empat bulan untuk membangun kembali fondasi tim.
Waktu itu harus dimanfaatkan secara maksimal. Persis membutuhkan skuad yang kompetitif, kedalaman pemain yang memadai, serta mentalitas juara untuk menghadapi kerasnya persaingan Liga 2. Apalagi sejumlah klub besar diperkirakan juga akan menjadi pesaing dalam perebutan tiket promosi.
Di sisi lain, PSIS sudah menunjukkan langkah awal yang jelas dengan mendatangkan pelatih berpengalaman seperti Widodo Cahyono Putro. Situasi ini membuat Persis dituntut segera bergerak agar tidak tertinggal dalam persiapan.
Bagi publik Solo, target musim depan tentu hanya satu: kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Namun untuk mewujudkan misi tersebut, Persis harus terlebih dahulu memenangkan pertarungan di bursa persiapan, sebelum nantinya bertarung di atas lapangan.
Dan jika Derby Jateng benar-benar tersaji musim depan, Persis harus datang sebagai tim yang siap bersaing, bukan sekadar tim yang baru turun kasta.
Sebab, bagi Laskar Sambernyawa, musim 2026/27 bukan hanya soal bertahan di Liga 2, melainkan tentang memulai jalan pulang menuju level tertinggi sepak bola nasional. (nik)
Editor : Niko auglandy