Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Store hingga Mes Kena Vandalisme Usai Persis Solo Terdegradasi, Ini Respons Manajemen

Antonius Christian • Senin, 25 Mei 2026 | 13:13 WIB
Persis Store yang ada di kawasan Manahan terkena vandalisme, yang diduga dibuat oleh oknum suporter yang kecewa atas terdegrdasinya Persia Solo. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Persis Store yang ada di kawasan Manahan terkena vandalisme, yang diduga dibuat oleh oknum suporter yang kecewa atas terdegrdasinya Persia Solo. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM — Manajemen Persis Solo angkat bicara terkait aksi vandalisme yang menyasar sejumlah fasilitas klub usai dipastikan terdegradasi dari Liga 1 ke Liga 2 musim depan. Aksi berupa coretan pilox dan penempelan kertas protes itu ditemukan di Persis Store, mess pemain, hingga kantor Persis.

Direktur Persis Solo Ginda Ferachtriawan  memahami ini adalah bentuk kekecewaan suporter atas hasil buruk yang diterima Laskar Sambernyawa musim ini.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk protes dan kritik dari suporter yang kecewa tim kebanggaannya gagal bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Saya bisa memaklumi kekecewaan teman-teman dan dari awal saya juga sudah menyampaikan permintaan maaf atas hasil yang sama sekali di luar perkiraan kami. Saya rasa vandalisme itu adalah bentuk kekecewaan, bentuk protes, dan bentuk kritikan,” ujarnya.

Baca Juga: Tiga Pemain Kunci Persis Solo Berpotensi Hengkang? Sang Agen Beri Bocoran  

Meski demikian, Ginda memastikan manajemen tidak akan berhenti membangun Persis.

Saat ini pihaknya telah menyusun laporan dan langkah-langkah evaluasi untuk disampaikan kepada pemilik klub sebagai bagian persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 musim depan.

“Yang jelas, kita tidak akan berhenti terhadap Persis. Kami sudah bikin proses laporan kepada owner mengenai langkah-langkah apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi kompetisi yang akan datang dan segera kembali lagi,” katanya.

Baca Juga: Klub Ini Bocorkan Jadwal Kickoff Liga 2 2026/2027: Persis Solo dan Semen Padang Tak Boleh Lama-Lama Bersedih, Harus Langsung Tancap Gas Dari Sekarang

Dia menjelaskan, aksi vandalisme terjadi di tiga titik berbeda, yakni Persis Store, mess pemain, dan kantor Persis.

Namun, manajemen memilih menyikapinya secara legawa dan tidak menganggapnya sebagai kerugian tambahan di tengah situasi sulit yang dihadapi klub.

“Terkait vandalisme, informasi yang saya dapatkan ada di Persis Store, di mess, dan di kantor Persis, jadi kebanyakan penempelan kertas dan dipiloks di tiga titik tersebut,” ungkapnya.

Menurut Ginda, Persis bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari identitas Kota Solo. Karena itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan demi membawa tim kembali promosi ke Liga 1 secepat mungkin.

“Persis ini bukan hanya sebuah klub, tapi identitas kota, jadi kami maunya segera kembali. Evaluasi pasti akan kami lakukan, bahkan saya sendiri siap mempertanggungjawabkan apa yang telah saya lakukan selama masuk ke direksi. Apa pun keputusan dari owner, saya akan mengikuti. Apa yang terbaik buat Persis,” tegasnya.

Baca Juga: Klasemen Akhir Liga 1 2025/2026: Persib Bandung Juara, Tiga Tim Termasuk Persis Solo Dipastikan Terdegradasi ‎

Ginda juga menekankan bahwa dirinya memahami betul kultur suporter Persis karena pernah berada di posisi yang sama.

Sebelum masuk jajaran direksi, dia mengaku pernah menjadi suporter, panitia pelaksana pertandingan, hingga menjadi bagian dari perjalanan Persis saat promosi ke Liga 1 beberapa tahun lalu.

“Pernyataan ini bukan pembelaan, tapi dulu saya juga suporter, sudah jadi panpel cukup lama, bahkan saya juga bagian dari Persis ketika naik ke Liga 1. Sekarang saya juga jadi orang yang bertanggung jawab terhadap turunnya ke Liga 2, saya juga tidak terima,” katanya.

Baca Juga: Persis Solo Degradasi, Wali Kota Respati Ardi Minta Semua Pihak Introspeksi

Dia menambahkan, manajemen sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan tim dari degradasi. Mulai dari pergantian pelatih hingga perubahan komposisi pemain dilakukan demi memperbaiki performa tim sepanjang musim.

“Kami bekerja maksimal juga sebenarnya, kita ganti pelatihnya, kita ubah komposisi pemainnya. Dari perolehan poin sebenarnya mengalami peningkatan, tapi kalau dilihat hasil akhir faktanya memang seperti itu hasilnya,” ucapnya.

Baca Juga: Klasemen Akhir Liga 1 BRI Super League 2025/2026: Persib Bandung Juara, Persis Solo Merana Turun Kasta

Meski memahami luapan emosi suporter, Ginda berharap aksi-aksi yang berpotensi merugikan klub tidak kembali dilakukan pada musim depan.

Dia meminta dukungan dan kritik tetap disampaikan dalam koridor positif agar Persis bisa bangkit lebih cepat.

“Ke depannya kita juga akan bicara bahwa vandalisme atau tindakan-tindakan yang sebenarnya dalam wacana mendukung tapi akhirnya bisa tidak maksimal atau justru negatif, tolong jangan dilakukan,” imbuhnya.

Manajemen memastikan degradasi ke Liga 2 tidak akan mengubah kandang Persis. Klub tetap akan menggunakan Stadion Manahan sebagai markas utama pada musim depan.

Untuk saat ini, manajemen masih fokus menyelesaikan berbagai kewajiban klub pascakompetisi.

Selain melakukan evaluasi internal, Persis juga mulai menyusun rencana menghadapi Liga 2, termasuk memantau regulasi kompetisi dan menyusun kerangka tim baru.

“Kami masih punya banyak pekerjaan sebenarnya. Kami masih harus bertemu liga juga, terus mempersiapkan liga ke depan seperti apa, aturan mainnya seperti apa, contohnya berapa pemain asing yang nanti diizinkan, itu kan harus kita hitung semua,” jelasnya.

Baca Juga: "Kami Tidak Akan Membiarkan Air Mata Kalian Sia-Sia": Pesan Menyentuh Direktur Persis Solo Usai Tim Terdegradasi ke Liga 2

Ginda menegaskan target utama Persis musim depan adalah kembali promosi ke Liga 1.

Dia optimistis Persis tetap menjadi salah satu klub dengan basis suporter terbesar di Liga 2 dan hal itu menjadi modal penting untuk bangkit.

“Kalau kita melihat tim yang ada di Liga 2, dengan suporter sebanyak ini, salah satu tim yang memiliki dukungan luar biasa dari suporter itu ya kita. Jadi, apa yang terjadi kemarin harus kita kembalikan, jangan kita melihat ke belakang lagi,” pungkasnya. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga