Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Terdegradasi, Eks Kapten Timnas Tak Kuasa Menahan Kecewa dan Sedih

Niko auglandy • Senin, 25 Mei 2026 | 17:14 WIB
Pemain Persis Solo Bruno Gomes tertunduk lesu usai gagal menjebol gawang lawan di Super League. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Pemain Persis Solo Bruno Gomes tertunduk lesu usai gagal menjebol gawang lawan di Super League. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Mantan bek Persis Solo periode 2006-2008, Wahyu Wijiastanto, turut mengungkapkan kesedihannya setelah Laskar Sambernyawa dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

Melalui unggahan di media sosial, Wahyu mengaku sedih melihat Persis Solo harus turun kasta. Mantan pemain yang pernah menjadi bagian dari perjuangan Persis itu juga menyampaikan rasa bangganya karena pernah membela klub kebanggaan warga Solo tersebut, serta Semen Padang FC.

"Bangga pernah berjuang bersama Persis Solo dan Semen Padang FC. Sedih tahun ini harus degradasi ke Liga 2. Semoga bisa berbenah dan tahun depan kembali promosi ke Liga 1," tulis Wahyu.

Baca Juga: Persis Solo Terdegradasi, Pasoepati Sindir Owner: Bom Waktu Tidak Pernah Berisik

Ungkapan Wahyu menjadi cerminan kekecewaan banyak pihak yang memiliki ikatan emosional dengan Persis Solo. Setelah bertahun-tahun berjuang membangun prestasi dan eksistensi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Laskar Sambernyawa kini harus menerima kenyataan pahit turun ke Liga 2.

Meski demikian, Wahyu berharap Persis dapat segera melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh agar mampu bangkit serta kembali ke Liga 1 pada musim berikutnya.

Ya, seperti diberitakan sebelumnya, Persis Solo harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Laskar Sambernyawa menutup kompetisi Super League 2026/2027 di peringkat ke-16 klasemen akhir, sehingga gagal mempertahankan tempatnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Dari Luar Negeri, Eks Bek Asing Persis Solo Kirim Pesan Menyentuh Usai Laskar Sambernyawa Terdegradasi

Dari 34 pertandingan yang dijalani sepanjang musim, Persis mencatatkan delapan kemenangan, 10 hasil imbang, dan 16 kekalahan. Raihan tersebut membuat tim asal Kota Bengawan itu mengoleksi 39 poin hingga akhir kompetisi.

Meski sempat berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi, Persis tetap tertahan di papan bawah klasemen hingga pekan terakhir. Mereka finis di atas Semen Padang yang mengumpulkan 20 poin dan PSBS Biak dengan 18 poin. Namun, ketiga tim tersebut sama-sama harus menerima nasib turun kasta ke Liga 2.

Ironisnya, Persis sebenarnya memiliki jumlah poin yang sama dengan PSM Makassar yang finis di peringkat ke-15. Namun, Laskar Sambernyawa kalah dalam perhitungan head to head serta produktivitas gol dibandingkan Juku Eja.

Kondisi tersebut membuat PSM Makassar berhak bertahan di Super League musim depan, sementara Persis Solo harus rela terdegradasi. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi klub yang dalam beberapa musim terakhir berusaha membangun kekuatan untuk bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.

Kini, Persis menghadapi pekerjaan rumah besar untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan membangun kembali kekuatan tim. Harapannya, Laskar Sambernyawa mampu bangkit dan segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (nik) 

 

 

Editor : Niko auglandy
#Wahyu Wijiastanto #persis solo #liga 1