Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

"Mencetak Gol adalah Seni", Milomir Seslija Bongkar Penyebab Persis Solo Turun Kasta

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB
Pertandingan Persis Solo melawan Dewa United di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/5/2026). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Pertandingan Persis Solo melawan Dewa United di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/5/2026). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Head Coach Persis Solo Milomir Seslija akhirnya buka suara terkait kegagalan tim asuhannya, Laskar Sambernyawa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Persis Solo dipastikan terdegradasi ke Liga 2 usai kalah head-to-head dari PSM Makassar di papan klasemen akhir Super League 2025/2026. 

Hasil tersebut membuat perjuangan Persis keluar dari zona merah harus berakhir tragis. Meski mampu menutup musim dengan kemenangan 3-1 atas Persita Tangerang pada Sabtu (23/5/2026), hasil itu tetap tidak cukup menyelamatkan klub asal Kota Bengawan tersebut dari degradasi.

Dalam konferensi pers usai pertandingan melawan Persita, Milomir Seslija mengaku sedih melihat Persis Solo harus turun kasta. Menurutnya, Persis merupakan klub besar yang tidak layak bermain di Liga 2.

Baca Juga: Persis Solo Terdegradasi, Pasoepati Sindir Owner: Bom Waktu Tidak Pernah Berisik

Pelatih asal Bosnia itu juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang tetap berjuang hingga akhir kompetisi di tengah situasi sulit yang dialami tim musim ini.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada mereka, mereka memberikan yang terbaik di saat-saat sulit. Inilah sepak bola,” ujar Milomir Seslija dalam konferensi pers pascalaga.

Baca Juga: Dari Luar Negeri, Eks Bek Asing Persis Solo Kirim Pesan Menyentuh Usai Laskar Sambernyawa Terdegradasi

Dia menilai Solo memiliki identitas kuat sebagai kota sepak bola dengan dukungan suporter yang luar biasa. Karena itu, degradasi Persis menjadi hal yang sangat disayangkan.

“Saya rasa Solo dan penggemar Solo tidak pantas berada di divisi kedua. Tapi sepak bola adalah hidup,” lanjutnya.

Meski demikian, Milo optimistis Persis Solo tidak akan lama berada di Liga 2. Dia percaya kekuatan suporter dan atmosfer Stadion Manahan bisa menjadi modal besar untuk segera bangkit kembali ke Liga 1.

“Tidak peduli siapa pelatihnya, Solo akan sangat cepat kembali ke divisi pertama. Mereka pantas, mereka memiliki penggemar dan stadion yang fantastis,” tegasnya.

Pelatih berusia 60 tahun tersebut juga menyebut sangat menyedihkan melihat klub sebesar Persis harus turun kasta pada akhir musim ini.

“Sangat menyedihkan klub seperti ini berada di divisi kedua,” tandasnya.

Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah pada Senin (25/5/2026), Milo mencoba menjelaskan faktor utama yang membuat Persis gagal bertahan di Liga 1 musim ini.

Menurutnya, masalah terbesar Persis bukan soal permainan, melainkan penyelesaian akhir yang gagal dimaksimalkan menjadi gol sepanjang musim kompetisi berjalan.

“Situasi ini membutuhkan analisis yang mendalam. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi kami membutuhkan gol. Kami tidak bisa menyalahkan siapa pun karena mencetak gol adalah sebuah seni,” jelasnya.

Baca Juga: Store hingga Mes Kena Vandalisme Usai Persis Solo Terdegradasi, Ini Respons Manajemen

Meski harus menerima kenyataan pahit terdegradasi, Milomir Seslija merasa Persis Solo sebenarnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik pada musim ini. “Kami sebenarnya pantas mendapatkan hasil yang lebih baik,” pungkasnya. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga 1