RADARSOLO.COM - Persebi Boyolali kembali memperkuat skuadnya jelang tampil di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Kali ini, tim asal Boyolali tersebut mendatangkan kiper Raden Wijaya Mulya.
Menariknya, Raden Wijaya Mulya sebelumnya merupakan bagian penting dari Persibangga Purbalingga yang sukses menjuarai Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026.
Namun saat putaran nasional akan dimulai, sang penjaga gawang justru memutuskan bergabung dengan Persebi Boyolali.
Karier Raden Wijaya Mulya sendiri cukup panjang di sepak bola Jawa Tengah. Pada 2022, dia tercatat membela tim Porprov Pemalang sebelum bergabung dengan PSIP Pemalang di tahun yang sama.
Kemudian pada 2023, namanya masuk skuad Pra PON Jawa Tengah. Setahun berikutnya, dia kembali dipercaya memperkuat kontingen PON Jawa Tengah 2024.
Baca Juga: "Mencetak Gol adalah Seni", Milomir Seslija Bongkar Penyebab Persis Solo Turun Kasta
Performa apiknya bersama Persibangga musim lalu membuat namanya mulai dikenal luas, terutama setelah ikut membawa tim tersebut keluar sebagai juara Liga 4 Jateng.
Keputusan Raden bergabung dengan Persebi disebut tak lepas dari situasi internal yang sempat terjadi di kubu Persibangga Purbalingga usai menjuarai Liga 4 Zona Jawa Tengah.
Klub berjuluk Laskar Jenderal Soedirman itu dikabarkan mengalami konflik internal yang memicu pengunduran diri sejumlah manajemen dan pemain penting.
Beberapa persoalan yang mencuat di antaranya terkait masalah finansial dan operasional tim. Ketegangan disebut muncul akibat tambahan biaya perjalanan saat laga tandang di Semarang, mulai dari biaya tol hingga tambahan penginapan yang sempat ditanggung pemain.
Selain itu, miskomunikasi antara manajemen dan tim juga disebut menjadi salah satu penyebab memanasnya situasi internal klub.
Kini, Raden Wijaya Mulya diharapkan mampu menjadi tembok kokoh Persebi Boyolali saat bersaing di babak 64 besar Liga 4 Nasional 2026.
PERSEBI KE BABAK NASIONAL GANTIKAN PSIR
Persebi Boyolali akhirnya dipastikan lolos ke babak 64 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Tim asal Boyolali tersebut mendapat tiket menggantikan PSIR Rembang yang didiskualifikasi dari Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026.
Baca Juga: Hasil Uji Coba Liga 4 Nasional: Persiharjo Hajar Persebi Boyolali di Stadion Klumprit
Sanksi tegas dijatuhkan Asprov PSSI Jawa Tengah kepada PSIR Rembang menyusul kericuhan yang terjadi saat laga semifinal Liga 4 Jateng. Akibat insiden tersebut, PSIR harus kehilangan hak tampil di putaran nasional.
Sejatinya, Liga 4 Jawa Tengah memiliki empat kuota menuju babak nasional. Itu artinya, seluruh tim yang berhasil lolos ke semifinal otomatis mengamankan tiket ke Liga 4 Nasional.
Namun setelah PSIR Rembang dicoret, Asprov PSSI Jateng harus mencari satu pengganti untuk mengisi slot kosong tersebut. Penentuan pengganti akhirnya dilakukan dengan menghitung statistik tim-tim yang langkahnya terhenti di babak delapan besar.
Dari hasil evaluasi tersebut, Persebi Boyolali dinilai menjadi tim dengan catatan terbaik sehingga resmi ditunjuk sebagai pengganti PSIR Rembang di putaran nasional.
Dengan demikian, Persebi mengikuti jejak tiga wakil Jawa Tengah lainnya yang lebih dulu memastikan tiket ke Liga 4 Nasional, yakni Persibangga Purbalingga, Persiharjo Sukoharjo, dan Persak Kebumen.
MASUK GRUP I
Persebi Boyolali dipastikan tergabung di Grup I babak 64 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026.
Seluruh pertandingan di Grup I tersebut akan digelar di Stadion Kebogiro. Kehadiran Persebi di putaran nasional menjadi kesempatan besar bagi tim asal Boyolali untuk menunjukkan kualitas mereka di level nasional.
Di fase grup nanti, Persebi bakal menghadapi tiga lawan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Persindra Indramayu, Persika Karawang, dan Persipani Paniai.
Persaingan di Grup I diprediksi berlangsung ketat. Seluruh tim tentu datang dengan ambisi besar untuk melangkah lebih jauh di kompetisi Liga 4 Nasional musim ini.
Bagi Persebi Boyolali, tampil di babak nasional bukan hanya soal mengejar prestasi, tetapi juga membawa nama Jawa Tengah agar mampu berbicara lebih banyak di level nasional. (nik)
Editor : Niko auglandy