RADARSOLO.COM - Kabar mengejutkan datang dari tim putri FC Barcelona Femení. Sang kapten, Alexia Putellas, resmi mengakhiri perjalanannya bersama Blaugrana setelah 14 musim membela klub yang telah membesarkan namanya menjadi salah satu pesepak bola wanita terbaik dunia.
Kepergian Alexia menandai berakhirnya sebuah era emas dalam sejarah Barcelona Femení. Gelandang asal Mollet del Vallès itu bergabung dari Levante UD Femenino pada 2012 saat masih berusia 18 tahun.
Sejak saat itu, ia tumbuh bersama Barcelona dan menjadi simbol kebangkitan sepak bola wanita klub hingga menjelma sebagai kekuatan dominan dunia.
Barcelona akan menggelar acara perpisahan khusus untuk Alexia di Stadion Spotify Camp Nou pada Rabu pagi waktu setempat (27/5/2026).
Momen tersebut menjadi kesempatan bagi klub untuk memberikan penghormatan kepada sosok yang telah meninggalkan warisan luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Ikon yang Mengubah Sejarah Barcelona
Sejak menjalani debut bersama Barcelona, Alexia Putellas langsung menunjukkan kualitas istimewa. Namun yang membuatnya berbeda bukan hanya kemampuan teknis, melainkan konsistensi, kepemimpinan, dan dedikasinya selama lebih dari satu dekade.
Baca Juga: Degradasi ke Liga 2, Siapa Pemain Yang Dipertahankan Persis Solo? Ini Jawaban Milo
Dengan 507 penampilan, Alexia menjadi pemain kedua dengan jumlah laga terbanyak dalam sejarah Barcelona Femení, hanya terpaut sembilan pertandingan dari Melanie Serrano yang memegang rekor 516 penampilan.
Tak hanya itu, Alexia juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dengan torehan 232 gol.
Selama berseragam Blaugrana, ia mempersembahkan total 38 trofi bergengsi, yaitu:
- 4 gelar Liga Champions Wanita UEFA
- 10 gelar Liga F Spanyol
- 10 gelar Copa de la Reina
- 6 gelar Piala Super Spanyol Wanita
- 8 gelar Copa Catalunya
Sebagian besar trofi tersebut diraih saat ia mengenakan ban kapten.
Dua Ballon d'Or dan Segudang Penghargaan
Nama Alexia tidak hanya harum di Barcelona, tetapi juga di panggung sepak bola dunia.
Dia menjadi pemain wanita pertama Barcelona yang berhasil memenangkan Ballon d'Or, bahkan melakukannya dua kali secara beruntun pada 2021 dan 2022.
Pada periode yang sama, Alexia juga meraih penghargaan:
- Pemain Terbaik FIFA
- Pemain Terbaik UEFA
Bersama Spain women's national football team, ia turut merasakan puncak kejayaan dengan menjuarai FIFA Women's World Cup serta dua gelar UEFA Women's Nations League.
Simbol Ketangguhan
Karier Alexia tidak selalu berjalan mulus. Cedera lutut serius sempat mengancam kariernya dan membuatnya harus menepi dalam periode panjang.
Namun justru dari masa-masa sulit tersebut lahir salah satu cerita paling inspiratif dalam sepak bola wanita modern.
Ia mampu bangkit, kembali menjadi pemain penting, dan tetap memimpin Barcelona di tengah persaingan yang semakin ketat.
Ketangguhan mental, disiplin, dan kemampuannya bangkit dari keterpurukan menjadikan Alexia sosok yang dihormati jauh melampaui statistik maupun koleksi trofinya.
Warisan yang Akan Terus Hidup
Kepergian Alexia Putellas bukan sekadar kehilangan seorang pemain bagi Barcelona. Ia meninggalkan identitas, budaya kemenangan, dan standar baru bagi sepak bola wanita.
Dari remaja berusia 18 tahun yang datang dengan mimpi besar, Alexia tumbuh menjadi kapten, legenda, ikon global, dan inspirasi bagi jutaan pesepak bola muda di seluruh dunia.
Ketika ia melangkah meninggalkan Barcelona, namanya sudah terukir permanen dalam sejarah klub sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah mengenakan seragam Blaugrana.
Sebuah era berakhir. Namun warisan Alexia Putellas akan terus hidup di Barcelona dan dalam sejarah sepak bola wanita dunia. (nik)
Editor : Niko auglandy