
RADARSOLO.COM – Persis Solo hingga kini masih belum menentukan sosok pelatih yang akan memimpin tim mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Setelah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League, manajemen Laskar Sambernyawa masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek tim, termasuk kursi pelatih.
Belum adanya kepastian tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan suporter. Salah satu nama yang sempat disebutkan adalah Rasiman, sosok yang saat ini menjabat sebagai Direktur Teknik Akademi Persis Solo.
Rasiman bukan nama asing bagi publik Kota Bengawan. Pelatih berlisensi A AFC itu pernah menangani tim senior Persis Solo sebagai caretaker pada musim 2022/2023 setelah berakhirnya kerja sama klub dengan Jacksen F Tiago.
Pengalaman tersebut membuat Rasiman dinilai memiliki pemahaman yang cukup mendalam mengenai kultur dan karakter klub. Terlebih, dia juga masih menjadi bagian dari struktur organisasi Persis hingga saat ini.
Baca Juga: Persis Solo Turun Kasta, Dimitri Lima: Klub Ini Akan Kembali ke Tempat yang Layak
Namun saat ditanya mengenai peluang dirinya menangani tim senior musim depan, Rasiman memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada manajemen klub.
"Waduh, untuk itu silakan ditanyakan kepada direktur dan komisaris klub," ujar Rasiman saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.
Mantan pelatih Persis Youth itu menegaskan, hingga saat ini dia masih fokus menjalankan tugas sebagai direktur teknik Akademi Persis Solo. Belum ada pembahasan resmi terkait kemungkinan promosi ke tim senior.
"Yang pasti, sampai hari ini saya masih berada di posisi sebagai direktur akademi Persis Solo," katanya.
Menurut Rasiman, seluruh keputusan strategis terkait komposisi tim pelatih menjadi kewenangan direksi dan jajaran komisaris klub. Karena itu, ia enggan berspekulasi lebih jauh mengenai peluang dirinya menempati posisi tersebut.
"Nantinya, semua kebijakan terkait penentuan pelatih akan ditetapkan oleh pihak klub," imbuhnya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, kebutuhan Persis untuk segera menentukan pelatih baru menjadi cukup mendesak. Selain menyiapkan skuad menghadapi Liga 2, manajemen juga harus segera menyusun kerangka tim agar proses perekrutan maupun evaluasi pemain dapat berjalan lebih efektif.
Rasiman sendiri dianggap sebagai salah satu figur yang memahami potensi pemain muda Persis. Selama beberapa tahun terakhir, dia berperan besar dalam pengembangan akademi yang menjadi salah satu sumber talenta bagi Laskar Sambernyawa.
Meski demikian, hingga awal Juni ini belum ada sinyal resmi mengenai arah kebijakan klub untuk kursi pelatih. Apakah Persis akan menunjuk pelatih baru dari luar atau memberikan kepercayaan kepada sosok internal seperti Rasiman, seluruhnya masih menunggu keputusan manajemen dalam waktu dekat. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy