RADARSOLO.COM - Wahana FC Pekanbaru sukses memastikan tiket lolos ke babak 32 besar putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026. Kepastian itu didapat setelah wakil Sumatera tersebut meraih dua kemenangan beruntun pada babak 64 besar Grup D.
Wahana FC membuka langkah dengan kemenangan tipis 1-0 atas PSPP Padang Panjang. Tren positif itu berlanjut saat mereka secara mengejutkan mampu menaklukkan tuan rumah Persibangga Purbalingga dengan skor 2-1 di Stadion Goentoer Darjono, Selasa, 2 Juni 2026.
Hasil tersebut membuat Wahana FC kokoh di puncak klasemen sementara Grup D dengan koleksi sempurna enam poin. Mereka unggul atas PSPP Padang Panjang dan Persibangga Purbalingga yang sama-sama mengoleksi tiga poin. Sementara Sylva Kalteng FC masih terpuruk di dasar klasemen tanpa satu poin pun.
Secara matematis, Wahana FC memang masih menyisakan satu pertandingan lagi di babak 64 besar melawan Sylva Kalteng FC. Namun, apa pun hasil laga tersebut, posisi Wahana di dua besar klasemen akhir Grup D dipastikan tidak akan tergeser.
Seperti diketahui, hanya dua tim teratas di setiap grup yang berhak melaju ke babak 32 besar putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026.
Persaingan panas justru akan tersaji pada pertandingan terakhir antara PSPP Padang Panjang melawan Persibangga Purbalingga. Duel tersebut dipastikan menjadi laga hidup mati bagi kedua tim demi memperebutkan satu tiket tersisa menuju babak berikutnya.
Tim yang mampu meraih kemenangan otomatis akan lolos ke fase selanjutnya. Namun, apabila pertandingan berakhir imbang, PSPP Padang Panjang dipastikan lebih berpeluang lolos karena unggul produktivitas gol dibanding Persibangga.
Situasi itu membuat Persibangga berada dalam tekanan besar. Wakil Jawa Tengah tersebut wajib meraih kemenangan jika tidak ingin tersingkir di kandang sendiri.
Jika gagal lolos, status Persibangga sebagai juara Liga 4 Jawa Tengah musim ini dipastikan bakal tercoreng di hadapan publik sendiri.
Tak hanya itu, mimpi Persibangga untuk melangkah lebih jauh sekaligus membuka jalan promosi ke Liga 3 juga terancam harus berakhir lebih cepat. (nik)
Editor : Niko auglandy