RADARSOLO.COM – Dua wakil Solo Raya akan jalani laga hidup mati di babak 64 besar Liga 4 Piala Presiden. Persiharjo Sukoharjo masih menjaga peluang lolos ke babak berikutnya pada putaran nasional ini. Namun, Laskar Honggopati menghadapi laga krusial pada pertandingan terakhir grup M akhir pekan ini.
Saat ini Persiharjo menempati posisi kedua klasemen sementara Grup M dengan koleksi empat poin. Perolehan tersebut sama dengan milik tuan rumah Persikoba Kota Batu yang berada di puncak klasemen. Dan sore ini, kedua tim akan bertemu di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Sabtu sore (6/6/2026).
Persiharjo sebelumnya gagal mengamankan kemenangan di matchday kedua grup M, saat hanya imbang 3-3 menghadapi TS Saiburai Lampung, Rabu (4/6).
Hasil tersebut membuat Persiharjo tetap berada dalam persaingan memperebutkan tiket ke 32 besar Liga 4 wakil grup M jadi semakin memanas. Meski demikian, tim pelatih mengakui hasil itu belum sesuai target yang dicanangkan sebelum pertandingan.
Pelatih kepala Persiharjo Sukoharjo Dwi Joko Prihatin mengatakan, timnya sebenarnya mengincar tiga poin saat menghadapi wakil Lampung tersebut. Namun, ia tetap mensyukuri tambahan satu angka yang berhasil diraih anak asuhnya.
Menurutnya, kondisi pertandingan tidak berjalan mudah. Persiharjo bahkan sempat berada dalam situasi sulit setelah tertinggal dua gol.
"Untuk hasil kemarin kami syukuri, walaupun tidak sesuai dengan rencana kami. Target kami untuk menang, tetapi tetap kami syukuri," ujar Dwi Joko kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (5/6/2026).
Dwi Joko menilai semangat juang para pemain patut diapresiasi. Sebab, Persiharjo mampu bangkit setelah sempat tertinggal 0-2 dan 1-3 dari TS Saiburai, hingga akhirnya bisa bangkit dan mengamankan hasil imbang hingga peluit panjang berbunyi.
Kendati demikian, pelatih asal Sukoharjo tersebut tidak menutup mata terhadap sejumlah kelemahan yang masih muncul selama pertandingan. Terutama pada sektor pertahanan yang dinilai terlalu mudah ditembus lawan.
Dia menyebut kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan menjadi catatan serius yang harus segera diperbaiki. Apalagi waktu persiapan menuju laga penentuan terbilang sangat singkat. "Banyak beberapa evaluasi dari pertandingan kemarin karena kita terlalu mudah untuk kebobolan, jadi di satu dua hari ini untuk kita evaluasi," katanya.
Fokus pembenahan kini diarahkan pada organisasi pertahanan dan konsentrasi pemain saat menghadapi tekanan lawan. Dwi Joko berharap kesalahan serupa tidak kembali terulang pada pertandingan terakhir fase grup.
Menurutnya, seluruh elemen tim memahami pentingnya laga berikutnya. Sebab, hasil pertandingan tersebut akan menentukan nasib Persiharjo di ajang Liga 4 Nasional musim ini.
Menghadapi Persikoba Kota Batu sejatinya hasil seri saja sudah membuat kedua tim lolos bersamaan ke babak 32 besar. Namun Persiharjo tentu enggan main aman, mereka tetap membidik kemenangan melawan Persikoba di laga ini.
"Untuk pertandingan terakhir besok ya kita tidak boleh kalah, untuk lolos kita tidak boleh kalah. Mudah-mudahan anak-anak dan saya yakin anak-anak siap untuk menghadapi partai terakhir melawan tim tuan rumah," tegasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy