RADARSOLO.COM - Persis Solo menghadapi tantangan besar dalam menyusun skuad untuk musim depan setelah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 Pegadaian Championship. Selain mencari pelatih dan pemain baru, Laskar Sambernyawa juga harus berpikir keras dengan kemungkinan ditinggalkan beberapa pemain andalan mereka.
Nama-nama seperti Zanadin Fariz, Althaf Indie, Irfan Jauhari, dan Muhammad Riyandi santer dikabarkan bakal hengkang dari Persis Solo untuk tetap bisa berkompetisi di Super League musim depan.
Baca Juga: Persebi Amankan Tiket 32 Besar, Indriyanto Akui Masih Banyak Kekurangan
Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, mengatakan tidak menampik akan kemungkinan Laskar Sambernyawa ditinggalkan banyak pemain bintangnya akibat terdegradasi di Liga 2.
Menurut Ginda, manajemen saat ini masih melakukan komunikasi dengan para pemain yang kontraknya habis maupun yang masih terikat kontrak bersama Persis Solo.
Dia menjelaskan bahwa klub akan berupaya mempertahankan pemain yang dinilai masih sesuai dengan kebutuhan tim. Namun, keputusan akhir tetap melibatkan keinginan masing-masing pemain.
"Pemain yang memungkinkan bertahan, dipertahankan. Tetapi potensi pemain mungkin punya keinginan lain, mungkin tetap berada di level Liga 1, ini jadi bagian dari komunikasi," ujar Ginda kepada awak media, Rabu (3/6/2026).
Mengetahui risiko bakal kehilangan banyak pemain, Ginda memastikan manajemen tidak tinggal diam. Komunikasi terus dibangun dengan para pemain guna menyamakan visi dan target klub ke depan.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian para pemain adalah kejelasan arah dan ambisi klub setelah terdegradasi. Karena itu, manajemen berupaya meyakinkan seluruh anggota tim bahwa Persis memiliki target jelas untuk segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Komunikasi kita bangun. Kita sampaikan pemain ingin visi misi yang jelas, kita juga ingin segera kembali ke Liga 1, tidak ingin sementara saja di Liga 2," katanya.
Ginda menegaskan bahwa Persis Solo tidak sedang membangun tim untuk jangka pendek.
Manajemen ingin menyusun fondasi yang kuat agar klub dapat bersaing dalam perebutan tiket promosi pada musim depan.
Selain mempertahankan pemain yang masih ingin menjadi bagian dari proyek Persis, manajemen juga mulai menyusun berbagai opsi untuk mengantisipasi kemungkinan hengkangnya sejumlah pemain.
Hingga saat ini, Persis masih belum mengumumkan daftar pemain yang akan dipertahankan maupun dilepas. Proses evaluasi dan komunikasi dengan pemain disebut masih terus berjalan.
Karena itu, manajemen memilih untuk belum banyak berbicara terkait komposisi skuad musim depan. Ginda menegaskan bahwa klub akan menyampaikan informasi secara resmi setelah seluruh proses berjalan lebih matang.
Di sisi lain, ia berharap berbagai spekulasi yang berkembang tidak mengganggu fokus para pemain. Menurutnya, urusan kontrak dan masa depan pemain menjadi tanggung jawab manajemen, sementara pemain diharapkan tetap fokus menjalankan tugasnya di lapangan.
"Tapi komunikasi harus dibangun, jangan ada isu yang mengganggu, pemain fokus bermain lepas dan fokus pada pertandingan. Hal di luar pertandingan diurus manajemen," tegasnya.
Kemampuan Persis mempertahankan pemain-pemain kunci diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya klub bangkit dari Liga 2. Sebab, semakin banyak pemain inti yang bertahan, semakin mudah bagi Laskar Sambernyawa membangun fondasi tim yang kompetitif untuk mewujudkan target promosi pada musim depan. (nik)
Editor : Niko auglandy