RADARSOLO.COM - Estadio Azteca kembali menjadi sorotan dunia karena ditunjuk sebagai Stadion Pembuka Piala Dunia 2026.
Laga perdana turnamen akbar ini akan mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan pada 11 Juni 2026 waktu setempat.
Penunjukan ini semakin mengukuhkan posisi Estadio Azteca sebagai salah satu Stadion paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia, yang kembali dipercaya menjadi panggung awal Piala Dunia 2026.
Stadion Legendaris dengan Sejarah Panjang
Sejak pertama kali dibangun, Estadio Azteca memang dirancang sebagai Stadion berkelas dunia.
Proyek ambisius ini lahir dari keinginan Meksiko untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, sekaligus menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional.
Stadion ini mulai dibangun pada awal 1960-an oleh arsitek Pedro Ramírez Vázquez dan Rafael Mijares Alcerreca.
Mereka bahkan melakukan studi ke berbagai Stadion besar di Eropa seperti Wembley, San Siro, hingga Camp Nou untuk menghadirkan desain terbaik.
Setelah melalui proses panjang, Estadio Azteca resmi dibuka pada 1966 dan langsung menjadi salah satu Stadion terbesar di dunia dengan kapasitas lebih dari 100 ribu penonton kala itu.
Saksi Dua Edisi Piala Dunia Sebelum 2026
Sebelum menjadi Stadion Pembuka Piala Dunia 2026, Estadio Azteca sudah lebih dulu mencatat sejarah besar dengan menjadi venue Piala Dunia 1970 dan 1986.
Dengan status tersebut, Azteca akan menjadi Stadion pertama yang menjadi bagian dari tiga edisi berbeda Piala Dunia FIFA, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Era Pele dan Kejayaan Brasil di 1970
Pada Piala Dunia 1970, Estadio Azteca menjadi panggung kejayaan Brasil yang diperkuat legenda seperti Pele.
Di Stadion inilah Brasil menampilkan permainan indah dan mengalahkan Italia 4-1 di final.
Turnamen itu juga melahirkan laga legendaris semifinal Italia vs Jerman Barat yang disebut sebagai “Game of the Century”.
Atmosfer Stadion Azteca kala itu bahkan dikenang sebagai salah satu yang paling luar biasa dalam sejarah sepak bola.
Maradona dan Momen Abadi "Tangan Tuhan"
Enam belas tahun kemudian, Estadio Azteca kembali menjadi pusat perhatian dunia pada Piala Dunia 1986.
Di Stadion inilah Diego Maradona menciptakan dua momen ikonik saat melawan Inggris: gol "Tangan Tuhan" dan gol solo spektakuler yang disebut sebagai salah satu terbaik sepanjang masa.
Sejak saat itu, Estadio Azteca semakin lekat sebagai Stadion yang melahirkan momen-momen tak terlupakan dalam sejarah Piala Dunia 2026 (warisan sejarah menuju edisi modernnya).
Renovasi Menuju Piala Dunia 2026
Menjelang menjadi Stadion Pembuka Piala Dunia 2026, Estadio Azteca menjalani renovasi besar.
Pembaruan difokuskan pada peningkatan fasilitas modern seperti kursi penonton, pencahayaan, ruang ganti, hingga rumput hibrida terbaru.
Selain itu, Stadion juga dilengkapi teknologi keamanan, konektivitas internet, serta area hospitality untuk mendukung standar FIFA.
Meski kapasitasnya kini berkurang menjadi sekitar 87.500 penonton, Estadio Azteca tetap menjadi salah satu Stadion terbesar dan paling bergengsi di Amerika Utara.
Stadion Pembuka Piala Dunia 2026 dan Era Baru Sepak Bola
Pada 11 Juni 2026, Estadio Azteca resmi menjadi Stadion Pembuka Piala Dunia 2026 dengan laga Meksiko vs Afrika Selatan.
Kick-off dijadwalkan berlangsung pada malam waktu setempat, atau dini hari WIB.
Turnamen ini sendiri akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan 48 tim peserta, digelar di tiga negara: Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
Dengan 104 pertandingan di 16 kota, Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung sepak bola paling masif sepanjang sejarah modern.(np)
Editor : Nur Pramudito