RADARSOLO.COM - Kursi pelatih kepala Persis Solo resmi kosong setelah manajemen mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Milomir Seslija dan asisten pelatih Milos Durovic. Kini, fokus Laskar Sambernyawa beralih pada perburuan sosok yang akan memimpin tim mengarungi Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027.
Persis Solo sebelumnya mengumumkan perpisahan dengan Milo pada Minggu (7/6/2026). Selain karena kontraknya telah berakhir, regulasi Liga 2 yang melarang penggunaan pelatih asing juga menjadi faktor yang membuat kerja sama tersebut tidak berlanjut.
Seiring kosongnya kursi pelatih, sejumlah nama mulai dikaitkan dengan Persis Solo. Salah satu yang paling santer adalah Aji Santoso yang belakangan dikabarkan masuk dalam radar manajemen.
Rumor tersebut semakin menguat setelah eks bek Kiri Timnas Indonesia era 1990an tersebut tidak lagi melanjutkan kerja sama dengan PSPS Pekanbaru. Pengalaman panjangnya di sepak bola nasional membuat namanya dianggap cocok untuk menangani klub yang menargetkan promosi kembali ke Liga 1.
Meski demikian, Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS) Ginda Ferachtriawan belum bersedia mengungkap identitas calon pelatih yang sedang dibidik klub. Ia hanya memastikan bahwa proses komunikasi sudah berjalan dengan sejumlah kandidat.
"Iya, kita sudah kok ketemu, komunikasi dengan beberapa calon pelatih, beberapa calon asisten, beberapa calon pemain. Kita sudah komunikasi," ujar Ginda kepada media, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Arema FC Resmi Lepas Tujuh Pemain, Kiper Persis Solo Menunggu Nasib
Menurut Ginda, manajemen saat ini juga tengah bergerak menyusun fondasi tim secara menyeluruh. Tidak hanya mencari pelatih kepala, Persis juga mulai memetakan kebutuhan asisten pelatih hingga pemain yang akan menjadi bagian skuad musim depan.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta suporter bersabar menunggu pengumuman resmi. Manajemen baru akan membuka identitas nama-nama yang dibidik setelah proses negosiasi mencapai tahap final.
"Salah satu update yang jelas yang bisa kita sampaikan ya terkait Milo dan Milos. Nanti kalau sudah mengerucut nama-nama baru yang fix, pasti akan kita sampaikan," katanya.
Baca Juga: Persis Solo Punya Kompetitor Sekota, Klub Liga 2 Ini Putuskan Ber-homebase di Stadion Sriwedari
Lebih lanjut, Ginda memastikan manajemen tetap berkomitmen menjalin komunikasi dengan kelompok suporter dalam proses evaluasi menyambut kompetisi musim depan. Ia menilai dukungan suporter akan menjadi faktor penting dalam upaya mengembalikan Persis ke kasta tertinggi.
"Seperti janji manajemen kepada suporter khususnya, nanti akan kita ketemu kok. Kita akan mengevaluasi dan kita akan minta tolong kepada teman-teman khususnya suporter apa yang bisa mereka lakukan di kompetisi yang akan datang, yang betul-betul menguntungkan dan bisa membawa kita kembali ke Liga 1 secepatnya," jelasnya.
Baca Juga: Persis Solo Resmi Berpisah dengan Milomir Seslija, Awal Perombakan Laskar Sambernyawa di Bursa Transfer Liga 2
Di tengah ketatnya persaingan mendapatkan pemain dan pelatih berkualitas, Persis mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam proses penyaringan kandidat. Pasalnya, klub kini mengandalkan sistem scouting dan analisis data yang lebih terstruktur dibanding musim-musim sebelumnya.
Menurut Ginda, setiap nama yang masuk dalam radar klub akan melalui proses evaluasi berbasis data. Pendekatan tersebut digunakan untuk memastikan pemain maupun pelatih yang direkrut benar-benar sesuai kebutuhan tim.
"Enggak, kita mendapatkan banyak masukan apalagi dengan divisi scouting dan analis. Kita kan maunya juga berdasarkan data," ucapnya.
Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1: Persija Jakarta dan Garudayaksa Cuci Gudang, Shin Tae-yong Masuk Radar, Eks Persis Solo hingga Penggawa Timnas Jadi Rebutan
Dia menambahkan, seluruh keputusan perekrutan akan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pendekatan tersebut, manajemen berharap dapat membangun tim yang lebih kompetitif dan efektif untuk mengejar target promosi.
"Jadi bisa kita pastikan semua pemain yang akan masuk secara data bisa dipertanggungjawabkan. Kalau dulu ada istilah bawaannya siapa, sekarang bawaannya data. Basic-nya data yang utama, salah satunya," pungkas Ginda. (hj/nik)